
"Gimana kalau ngontrak deket-deket kontrakan Jihan Mas, disana rumah kontrakan nya sebagian ada yang sudah ada fasilitas nya selain itu juga murah kita tinggal beli aja deh peralatan lainnya yang kurang." Usul Zea yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Kellan.
Kellan berfikir ada benarnya juga yang dikatakan Zea karena akan menghemat pengeluaran.
"Baiklah, apa kita perlu mampir dulu kekontrakan Jihan?" Tanya Kellan pada Zea.
"Nggc usah Mas, kita langsung ke Ibu kontrakan nya aja langsung." Jawab Zea yang memang sudah akrab dengan Ibu pemilik kontrakan jadi tidak perlu ditemani Jihan lagi untuk menemui beliau.
Kellan hanya tersenyum menanggapi jawaban dari Istrinya.
Zea pun kini mendadak cosplay menjadi Google maps, menunjukkan jalan kerumah Ibu pemilik kontrakan.
Sesampainya mereka disana mereka pun langsung turun dan mengetuk pintu bercat ungu tersebut.
Tok..........
Tok.........
Tok..........
Mendengar ada ketukan pintu dari luar Ibu kontrakan yang tengah bersantai itu pun berjalan menuju pintu lalu diputarnya Knop pintu tersebut.
Ceklek.........
"Ehh, Nak Zea masuk Nak." Ibu kontrakan itu pun menyambut Zea dengan baik lali dipersilahkan nya mereka masuk dan duduk.
Zea dan Kellan pun tersenyum lalu menurut masuk dan duduk disofa ruang tamu.
"Ada apa Nak Zea, apa ada perlu?" Tanya Ibu kontrakan itu pasalnya sudah lama mereka tak jumpa.
"Begini Bu, kami berdua kesini karena ingin menanyakan apa ada kontrakan yang kosong?" Jawab Zea mengutarakan kepentingan nya datang menemui Ibu kontrakan.
"Ada Nak tapi agak jauh dari Jihan, apa mau? Kontrakan untuk kamu kan?"
"Iya Bu, nggc papa jauh dari Jihan juga. Iya Bu untuk saya sendiri." Jelas Zea dengan tersenyum ramah.
"Sebentar, Ibu ambilkan kuncinya dulu ya." Ibu kontrakan itu pun berdiri lalu mengambil kunci rumah kontrakan nya yang akan ditempati oleh Zea dan Kellan.
Setelah mengambil Ibu kontrakan itu pun lalu kembali keruang tamu lagi.
"Ayo Nak, Ibu Anter kesana." Ajak Ibu kontrakan yang sudah menggenggam kunci rumah kontrakan nya.
__ADS_1
Zea dan Kellan pun langsung berdiri dan mengikuti Ibu kontrakan itu jalan keluar. Hanya 15menit pun kini mereka telah sampai dirumah kontrakan tersebut.
Rumah yang tak besar juga tak kecil tapi begitu nyaman dengan pepohonan yang cukup menyejukkan.
Ibu kontrakan itu lalu memberikan kunci pada Zea dan memberi tahu berapa nominal yang harus dibayarkan setiap bulannya, mendengar itu Kellan pun lalu membuka dompet dan mengambil beberapa lembar uang lalu diberikan kepada Ibu kontrakan tersebut.
"Ini Bu, saya bayar langsung dua bulan ya." Kata Kellan dengan menyodorkan beberapa lembar uang.
"Iya terimakasih Nak, kalau begitu Ibu pamit ya semoga betah." Ucap Ibu kontrakan itu dengan tersenyum ramah.
"Iya Bu sama-sama." Jawab keduanya dengan bersamaan.
Setelah Ibu kontrakan itu pulang lalu Zea membuka pintu kontrakan nya dan masuk kedalam mengecek apa saja yang harus dibeli.
Setelah semua sudah dilist Zea pun mengajak Kellan keluar untuk belanja perabotan rumah tangga yang diperlukan.
Kellan pun hanya menurut semua yang dikatakan oleh Istrinya itu, mereka pun kini keluar rumah menuju mobil.
Setelah mereka sampai didalam mobil Kellan pun menjalankan mobilnya menuju toko perlengkapan rumah tangga yang berada tak jauh dari kontrakan nya.
Setelah sampai ditoko perlengkapan rumah tangga itu Kellan pun memberhentikan mobilnya tepat didepan toko perlengkapan rumah tangga tersebut.
Lalu mereka pun turun dan bergegas masuk kedalam toko, sesampainya didalam mereka pun mulai memilih-milih barang-barang yang diperlukan.
"Mbak apa barang-barang saya ini bisa diantar?" Tanya Zea kepada Mbak kasir yang berjaga.
"Tentu bisa Mbak." Jawab Mbak kasir itu. Setelah transaksi selesai kini para pegawai mulai menaikkan semua barang-barang milik Zea keatas mobil.
Setelah selesai merekapun kini melajukan mobilnya masing-masing menuju kontrakan Zea.
Setelah sampai dikontrakan Zea, para pegawai pun mulai menurunkan semua barang-barang milik Zea, setelah selesai mereka pun berpamitan.
Zea pun langsung memulai acara bersih-bersih rumahnya sesekali dibantu oleh Kellan agar cepat selesai.
Akhirnya tepat pukul jam 8malam acara bersih-bersih dan menyusun tata ruang mereka pun telah selesai.
Kellan pun mendudukkan dirinya disofa ruang tamu dengan meregang kan otot-otot nya akibat lelah bersih-bersih membantu sang Istri.
"Capek Mas?"
"Heemmmm, lumayan Mas tak pernah melakukan ini sebelumnya." Jawab Kellan jujur. Dia memang tak pernah melakukan pekerjaan seperti ini dia hanya tau kerja, kerja dan kerja.
__ADS_1
"Mau aku bikinin kopi mas." Tawar Zea pada suaminya itu.
"Kalau mau kamu aja boleh nggak." Goda Kellan dengan mengedipkan sebelah matanya.
Zea yang sedang digoda itu pun reflek memukul dada bidang Suaminya itu.
"Mas ih, aku serius tau." Jawab Zea dengan salah tingkah dibuat Suaminya.
"Sini peluk aja." Kellan pun menarik sang Istri kedalam pelukannya.
Zea pun membalas pelukan itu. Nyaman, itu lah yang Zea rasakan. Sesungguhnya tak ada yang lebih nyaman dari pelukan Suaminya itu saat ini serasa hilang sudah semua lelah akibat bersih-bersih rumah yang dia rasakan tadi.
Cukup lama mereka dalam posisi itu mencari kenyamanan satu sama lainnya.
"Sudah sana mandi lalu kita keluar mencari makan, belanja bahan makanan nya besok saja ya." Setelah mengatakan itu Kellan pun mengurai pelukannya.
Zea pun mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum lalu berdiri dan mencium bibir Kellan sekilas setelah itu Zea pun lari masuk kedalam kamar.
Kellan pun mengusap bibirnya yang bekas dicium Istrinya itu lalu menyunggingkan sebuah senyuman, andai Zea tak langsung lari mungkin sudah diterkam oleh suaminya itu.
Kellan kini ikut beranjak dari duduknya lalu masuk kedalam kamar. Setelah selesai merekapun keluar rumah untuk mencari makan. Namun, kali ini mereka keluar tidak menggunakan mobil melainkan jalan kaki.
"Kita jalan kaki aja ya Sayang, itung-itung mengenang masa-masa kita dulu." Ajak Kellan pada Zea dengan mengulurkan tangannya agar diterima oleh Zea.
Zea pun tersenyum dan menerima uluran tangan Suami nya itu. Mereka pun berjalan dengan beriringan diselingi candaan. Membuat Siapapun akan iri melihat sepasang suami istri itu.
Sesampainya dijalan raya tempat berjejeran penjual makanan membuat mereka bingung mau makan apa. Akhirnya mereka sepakat untuk makan nasi goreng kambing.
"Mang nasi goreng kambing dua ya, minumnya es teh aja." Kata Zea memesan makanan dan minum.
"Siap neng, kakaknya itu minumnya es teh juga ya neng?" Tanya simamang tukang nasi goreng itu.
"Iya saya minumnya es teh juga, dan satu lagi saya ini Suaminya bukan kakaknya." Jawab Kellan sedikit kesal dengan ucapan simamang tukang nasi goreng itu yang menyebut nya kakaknya Zea.
Zea pun tersenyum kikuk lalu berlalu mencari tempat duduk meninggalkan dua laki-laki yang menurut nya nggc jelas itu.
Kellan pun juga berlalu menyusul sang Istri, meninggalkan simamang tukang nasi goreng yang sedang menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Kellan pun mendudukkan dirinya di samping Istrinya.
"Sayang, emang mas setua itu apa masak dikira kakak kamu sih." Sungut Kellan yang justru terlihat gemas dimata Zea.
__ADS_1
"Kamu nggc setua itu kok Mas, mungkin simamang tadi belum cuci muka." Jawab Zea dengan menahan ketawanya. Zea kini menatap lekat kewajah suaminya dan tersenyum.
"Aku tidak perduli jika kekurangan mu sebanyak bintang dilangit, yang aku yakini kamu memiliki satu kelebihan seperti matahari. Karena bintang akan pergi ketika matahari itu datang." Monolog Zea dalam hati.