Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Cemburu


__ADS_3

Ceklek.......


"Permisi Pak, ada kiriman surat untuk Bapak Kellan." Ucap Abang penghantar surat tersebut.


"Iya, saya sendiri!" Jawab Kellan, lalu si Abang pengirim surat tersebut memberikan surat yang dikirim untuk Kellan dan meminta tanda tangan nya sebagai tanda terima.


Setelah itu pun si Abang penghantar surat itu berpamitan. Lalu Kellan pun menutup kembali pintu nya, dan membuka apa isi kiriman surat tersebut.


DEG.......


Jantung Kellan pun terpacu sepuluh kali lipat lebih kencang dari biasanya, badannya terasa lemas bagaikan tak bertulang.


Lalu dia pun menjatuhkan dirinya diatas lantai dengan meneteskan air matanya. Dunianya bagaikan seakan-akan runtuh begitu saja.


"Tidak, ini pasti salah, ini tidak mungkin!" Teriak Kellan histeris.


Isi surat tersebut adalah sebuah surat gugatan perceraian untuk Kellan.


"Kamu benar-benar ingin meninggalkan Mas, Ze?" Tangis Kellan pecah, dia sangat terpukul dengan ini. Dia tidak menyangka bahwa Zea akan benar-benar pergi dari hidupnya.


Disebuah rumah yang tak begitu mewah, tinggal lah tiga orang dewasa yang setiap harinya hanya selalu ada saja perdebatan-perdebatan yang dramatis.


Ya, Diana kini semakin semena-mena terhadap Ibu mertua nya namun, sang mertua pun tak dapat melakukan apapun sebab selama Kellan dirumah sakit Diana lah yang menjadi mesin ATM untuk Ibu Syafana dan keluarganya.


"Kira-kira bagaimana kabar Mas Kellan sekarang ya?" Monolog Diana, lalu Diana pun mencoba menghubungi Kellan.


Tapi ternyata nomor ponsel Kellan tak dapat dihubungi, membuat Diana sedikit kesal.


"Bu, Ibu!" Teriak Diana memanggil Ibu mertuanya.


Ibu Syafana pun lalu sedikit berlari menghampiri menantunya yang sedang teriak-teriak memanggilnya.


"Iya Nak, ada apa?" Tanya nya beliau kemudian.


"Bu, aku kepikiran sama Mas Kellan deh, coba Ibu pergi kerumah sakit gih liat Mas Kellan." Ujar Diana dengan nada kesalnya.


"Bagaimana kalau kita berdua kesana, sekalian memeriksa kan kandungan mu," tawar Ibu Syafana.


Diana pun nampak mempertimbangkan tawaran dari Ibu mertua nya. Sebab, ada benarnya juga apa yang dikatakan beliau.

__ADS_1


"Ibu, benar juga. Ya, udah aku siap-siap dulu." Diana pun lalu segera bersiap-siap.


Kini mereka berdua pun bergegas menuju kerumah sakit dimana tempat Kellan sempat dirawat.


Sebenarnya Ayah Rama pun ingin juga ikut menemui Putranya tetapi dilarang oleh Istrinya, Ayah Rama pun hanya menurut tak berani membantah.


Sesampainya dirumah sakit, mereka pun lalu menuju tempat resepsionis untuk menanyakan informasi tentang Kellan.


"Permisi Mbak, saya mau tanya pasien atas nama Kellan, dirawat dikamar mana ya?" Tanya Diana saat sudah ditempat resepsionis.


"Sebentar ya Bu, saya carikan dulu," lalu petugas pun segera mencari nama pasien yang dimaksud oleh Diana.


"Maaf Bu, pasien atas nama Bapak Kellan sudah keluar sejak pagi tadi." Ucapnya ramah.


"Baiklah, terimakasih," ucapnya lalu pergi dari tempat tersebut.


Diana pun mulai terpancing api cemburu, dia yakin bahwa Kellan selama ini dirawat oleh Zea. Dia juga yakin bahwa saat ini Kellan pulang kerumah kontrakannya dan sedang bermesraan dengan Zea.


"Kamu kenapa Nak?" Tanya Ibu Syafana, yang melihat aneh kerah sang menantu.


"Kita kerumah kontrakan Zea sekarang Bu!" Ajak Diana yang langsung berjalan terlebih dahulu.


Tapi Diana pun tetap berjalan dan tak menggubris sedikit pun teriakan sang Ibu mertua.


"Dasar menantu sialan, kurang ajar!" Sewot Ibu Syafana, lalu ikut menyusul Diana dengan sedikit berlari.


Kellan kini tengah meratapi nasibnya, posisi yang dulu Zea rasakan saat ditinggal menikah lagi, saat ini Kellan pun bergantian yang merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai.


Tekat Zea kini sudah bulat, menghadap ke depan tanpa ingin menoleh kebelakang. Maju lurus tanpa ingin berbelok, atau pun melihat kaca spion walaupun hanya sekilas sebab, itu hanya akan mengorek luka dalam yang kini belum kering.


Zea sudah mantap untuk melupakan Kellan sepenuhnya, mengubur dalam-dalam cintanya.


Saat ini Zea hanya ingin fokus pada kandungan nya dan Alvaro, seseorang yang telah berjuang mati-matian hanya untuk hidupnya.


Alvaro rela melakukan apapun untuk Zea, menghabiskan waktu dan materi nya demi dirinya.


Alvaro memang bersungguh-sungguh memperjuangkan cintanya kembali, dia tak aka rela kehilangan cintanya untuk kedua kalinya.


Diana dan Ibu Syafana pun kini telah sampai dirumah kontrakan Kellan, lalu mereka pun mengetuk pintu tersebut.

__ADS_1


Tok........


Tok........


Tak ada respon yang didapat, Diana pun berinisiatif membuka pintu itu sendiri. Diputarnya Knop pintu yang ternyata tidak dikunci oleh Kellan membuat mereka leluasa masuk begitu saja.


Saat sudah masuk mereka berdua pun sedikit syok melihat keadaan rumah tersebut.


"Apa yang terjadi!" Seru mereka berdua berbarengan.


Merekapun tampak celingukan mencari keberadaan Kellan namun, fokus Diana justru malah tertuju pada kertas putih diatas meja ruang tamu.


Lalu dia pun mengambil dan membaca apa isi surat tersebut, lagi-lagi Diana pun merasa syok dengan apa isi surat tersebut.


Diana pun menyunggingkan senyum kemenangan, akhirnya apa yang dia inginkan kini terjadi begitu saja tanpa dia harus capek-capek melakukan apapun.


"Bu, lihat ini Bu!" Kata Diana dengan antusias, dia pun kini mulai memahami situasi yang terjadi saat ini.


Ibu Syafana yang penasaran pun lalu merebut kertas yang dipegang Diana lalu beliau pun membacanya.


"Wah, ini benar-benar berita bagus." Berita ini sungguh sangat menggelegar baginya, ini bagaikan mendapatkan undian lotre milyaran rupiah.


Diana pun berlalu meninggalkan sang Ibu mertua yang tengah kegirangan, dan mencoba mencari keberadaan Kellan kembali.


"Mas, kamu dimana Mas?" Teriak Diana, lalu dia pun membuka pintu kamar yang ada dirumah tersebut.


Dia pun kembali menyunggingkan senyumnya sebab, melihat keberadaan Kellan yang tengah terlelap akibat kelelahan menangis.


Diana pun menghampiri nya perlahan, dan mengelus pipinya pelan. "Mas, apa kamu tak merindukan Aku?" Bisik Diana tepat ditelinga Kellan.


Kellan yang merasa terganggu pun kini mulai membuka matanya perlahan, setelah terbuka sempurna Kellan pun sempat terperanjat kaget sebab syok tiba-tiba saja saat bangun tidur dia sudah dihadapkan oleh wajah Diana, dari mana Diana tau dia ada disini? Begitulah fikiran Kellan.


"K--kamu ke---"


"Sssstttttt, Mas, aku sangat merindukanmu," sela Diana dengan menempelkan jari telunjuk nya dibibir Kellan.


Kellan membuang wajahnya, saat teringat bagaimana teganya Diana terhadap dirinya.


Saat dia sedang terkapar tak berdaya, Diana tak sekalipun ada niatan untuk menemui nya. Tapi kini saat dia sudah sembuh, barulah dia datang mencarinya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, kemarin-kemarin kamu dimana? saat aku terkapar tak berdaya, giliran sekarang aku sudah sembuh barulah kamu mencari ku dan beralibi mengatakan rindu omong kosong macam apa ini." Monolog Kellan dalam hati.


__ADS_2