Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Lebih dari sakit


__ADS_3

Bunda Yasmin dan Ayah bara kini tengah duduk-duduk santai didepan rumah sambil mengobrol ringan.


DEG......


Ntah kenapa tiba-tiba perasaan Bunda Yasmin sangat gelisah dan cemas ketika sekilas bayangan Putri satu-satunya itu melintas dalam benak nya.


Bunda Yasmin mencoba menetralkan semua rasa, namun ternyata rasa itu cukup besar mendominan hati dan fikiran. Merasa ada sesuatu dengan sang Istri Ayah bara pun bertanya kepada Bunda Yasmin.


"Bun, kenapa Bunda seperti nya gelisah."


"Ntah lah Yah, tiba-tiba Bunda inget Zea, dan hati Bunda gelisah juga cemas. Apa terjadi sesuatu dengan Anak kita ya Yah?" Jawab Bunda Yasmin khawatir terjadi sesuatu dengan Putrinya.


"Huusstt, ngomong apa sih Bunda ini. Nggc boleh gitu Bun, mending Bunda telfon video call saja untuk memastikan." Saran Ayah bara pada Bunda Yasmin.


Setelah Ayah bara dan Bunda Yasmin selesai makan malam, Bunda Yasmin pun mengambil ponsel lalu menelfon Putri kesayangan itu.


Tut........


Tut........


Tut.........


Kellan yang mendengar ponsel Zea berbunyi pun mengangkat ponsel tersebut, karna sang pemilik ponsel tengah mencuci piring. Setelah Zea tau kalau yang menelfon adalah sang bunda Zea dengan cepat-cepat segera membereskan sisa cuci piring nya. Kellan pun mengobrol dengan mertuanya itu untuk sekedar basa-basi, Selepas selesai mencuci piring Zea pun langsung mengambil ponselnya dari tangan Kellan dan berlalu pergi berjalan menuju kamar dan menguncinya, Sebab dia tak ingin diganggu oleh siapapun.


Kellan yang melihat sikap Zea masih begitu dingin padanya pun hanya bingung sendiri harus bagaimana menghadapi sang Istri. karena ini lah kali pertama Zea bersikap seperti itu.


Didalam kamar Zea tengah duduk dan mengobrol dengan ayah juga bundanya.


"Sayang, apa Kamu baik-baik saja?" Tanya Bunda Yasmin pada Zea, dari raut wajah Zea saat ini tentu bunda Yasmin sudah tau kalau Anaknya itu tengah tidak baik-baik saja. Karna walaupun mereka hanya melakukan panggilan video, Namun wajah sembab dan banyak fikiran itu tetap terlihat. Walaupun Zea sudah berusaha menutupi nya namun, itu tidak berlaku untuk Bundanya.


"Iya Bunda, Aku baik-baik saja kok." Jawab Zea dengan tersenyum manis. Masih berusaha menutupi semuanya. Namun, sialnya hati dan mulut nya itu tak bisa bekerja sama dengan baik. Air mata Zea lolos begitu saja tanpa permisi disaat Zea tersenyum manis.


Tes...........

__ADS_1


Tes............


"Kamu menangis Sayang, Ada apa Sayang." Tanya Bunda dengan sangat khawatir pada Putrinya itu. Kini ntahlah kenapa Bunda Yasmin pun tiba-tiba ikut menangis.


Tes.........


Tes..........


Zea yang masih diam mencoba berdamai dengan hatinya agar tidak membuat khawatir sang Bunda pun justru malah terisak kecil.


"Aku tidak apa-apa Bunda sungguh, Aku hanya terlalu rindu pada Ayah dan Bunda hanya itu saja." Elak Zea karna ntah alasan apa lagi yang mau dia gunakan.


Bunda Yasmin yang tau kalau Putri nya tengah berbohong pun akan melayang kan protes namun tiba-tiba Ayah Bara menggenggam tangan Bunda Yasmin memberi isyarat agar jangan protes dan pura-pura untuk percaya. Bunda yang paham dengan isyarat Ayah Bara pun tak jadi protes.


"Bunda juga sangat-sangat merindukan mu Sayang, pulanglah nak kalau Kellan ada waktu." Jawab Bunda Yasmin mengalah.


"Iya Bunda nanti jika Mas Kellan ada waktu, pasti Zea ajak pulang ya." Merekapun kembali mengobrol banyak hal sampai tak terasa sudah hampir tiga jam mereka melakukan panggilan video. Merasa sudah lama melakukan panggilan video pun Bunda Yasmin meminta Zea mengakhiri dan mengajaknya istirahat karna hari juga sudah agak malam. Merekapun mengakhiri panggilan video tersebut dan Zea pun membuka kunci kamarnya. Tau kunci kamar sudah dibuka Kellan pun langsung membuka pintunya. Kellan yang memang sudah ada didepan pintu sejak setengah jam lalu, begitu tau pintunya dikunci hanya diam dan menunggu tanpa ingin menganggu.


Kellan pun masuk kedalam kamar lalu ikut membaringkan dirinya disamping sang Istri. Karena Zea tidur dengan posisi miring dan kini memunggungi Kellan, Kellan pun memeluknya dari belakang.


"Sayang tolong Kamu jangan gini'in Aku dong." Hening, Zea rupanya masih setia dengan diamnya.


Kellan yang tidak direspon pun membalikkan sang Istri agar menghadapnya, Lalu ditatap wajah sang Istri dengan dalam. Mendapatkan tatapan penuh mohon dari Kellan Zea pun akhirnya membuka mulutnya.


"Kalau Kamu tidak mau Aku seperti ini, Jangan pernah menyakiti ku." Kellan tak menjawab namun dia menarik sang Istri kedalam pelukannya. Sampai tak terasa mereka justru malah terlelap.


Keesokan harinya, Zea kembali bangun subuh dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. dan menyiapkan keperluan sang Suami yang akan pergi keluar kota karna ada tugas dari kantor.


Setelah semua sudah siap Kellan pun berpamitan pada sang Istri. setelah berpamitan Lalu Kellan pun berangkat.


Sepeninggalan nya Kellan Zea pun memulai lagi aktivitas nya yang belum selesai. Zea yang tengah menjemur baju itu pun dikagetkan oleh saudara Kellan ya itu Istri dari Paman Kellan.


"Assalamualaikum, Mbak Zea." Walaupun Dia lebih tua dan Dia adalah Bibik dari Kellan namun, Bibinya itu tetap memanggil Zea dengan embel-embel Mbak.

__ADS_1


"Waalaikumssalam salam Bik, ada apa? sini Bik duduk."


"Nggc ada apa-apa kok Mbak, cuman main aja sama ada sedikit yang mau Bibik tanyakan." Zea pun menarik Bibiknya itu untuk duduk disampingnya.


"Katakan lah Bik, apa yang mau Bibik tanyakan."


"Begini Mbak, maaf sebelumnya ya Saya mewakili bicara seperti ini bukan karena apa-apa namun karena Kami Sayang padamu. Bukan ada niatan adu domba ya." Terang Bibinya Kellan. Bibinya Kellan itu pun diam sejenak, membuat Zea bingung sebenarnya ada apa?.


"Begini, Apa benar Mbak Zea itu pemalas dan pelit uang kepada Mbak yu." Mbak yu adalah panggilan untuk Ibunya Kellan.


DEG......


Zea seketika mematung, sesak di dada nan perih bak diterkam seribu belati.


"Cobaan apa lagi ini Tuhan." Batin Zea.


Zea pun menarik nafasnya dalam dan tak terasa air mata lolos begitu saja tanpa permisi.


Tes...........


Tes..........


Bibik Kellan yang merasa bersalah itu pun langsung mengusap punggung Zea.


"Maaf ya Mbak, bukan maksud Bibik melukai hatimu, tapi Bibik hanya menyampaikan berita yang sudah beredar dan mengkonfirmasi pada Mbak Zea agar tidak ada fitnah. Jika itu benar maka Kami akan menasehati mu jika itu salah Kami akan menegur yang sudah membuat cerita itu." Terang Bibik Kellan dengan mencoba menenangkan Zea.


Zea masih setia dengan diam nya rasanya mulutnya itu tiba-tiba susah untuk dibuka. Setelah beberapa saat akhirnya Zea membuka mulutnya dengan menguatkan hati bertanya.


"Bibik dengar itu semua dari siapa?" Tanya Zea dengan mendongakkan kepala lalu menatap wajah sang bibik.


"Emmm, Bibik diajak cerita langsung oleh, Emmm gimana ya Bibik ngomongnya."


Hayooo kira-kira siapa ya.....🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2