
Keesokan harinya sesuai janji Kellan dia akan mengantar sang Istri pergi belanja stok bulanan dan sayur mayur.
"Sudah siap sayang?" Tanya Kellan pada Zea
"Udah Mas, tapi nanti mampir tempat Jihan ya soalnya aku sudah janji mau mampir sepulang dari belanja." Tutur Zea pada Kellan.
Kellan hanya mengangguk kecil tanda dia setuju. Merekapun kini keluar dari rumah menuju mobil lalu masuk.
Kellan lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang sedikit padat sebab hari ini hari Weekend.
"Yank, Mas nggc ikut masuk ya." Pinta Kellan setelah sampai ditempat yang dituju yaitu sebuah Pasar moderen.
"Iya Mas." Setelah memberi jawaban untuk Kellan, Zea bergegas turun lalu masuk kedalam pasar moderen tersebut.
Tak jauh dari mobil Kellan ternyata ada seseorang yang selalu mengintai keseharian Zea.
Seseorang itu memang tau segalanya tentang apa yang terjadi, hanya saja dia diam tak mau ikut campur karena bukan hak nya.
Selain itu dia juga ingin tau, sejauh apa keluarga Kellan akan menindas Zea dan sejauh apa Zea akan bertahan.
Seseorang itu pun kini turun dari mobilnya lalu masuk kedalam pasar moderen tersebut menyusul Zea.
Setelah berada didalam pasar moderen itu seseorang itu celingukan jalan kesana kemari mencari keberadaan Zea, ditengah-tengah kebingungannya justru tiba-tiba seseorang itu malah ada yang menabraknya dari samping.
BRUUUKKKK....
Tubuh seseorang yang menabrak itu pun oleng dan akan terjatuh kelantai lalu yang ditabrak pun reflek menahan tubuh seseorang yang menabrak itu agar tak jatuh kelantai.
Setelah dipandang'i siapa yang menabrak nya seseorang itu justru menyunggingkan senyuman yang tak bakalan ada seseorang yang tau kalau dia tengah tersenyum.
Bagaikan kan pucuk dicinta ulam pun tiba, ya begitulah gambaran situasi saat ini karena yang dicari-cari olehnya justru datang sendiri padanya walaupun dengan tragedi menabrak nya.
Ya, seseorang yang menabraknya adalah sosok yang dicari yaitu Zea.
Setelah cukup lama mereka dalam posisi itu dan larut dalam lamunan masing-masing akhirnya Zea pun tersadar.
Zea yang sudah sadar dari lamunannya pun menarik tubuhnya dari dekapan laki-laki yang tak dikenalnya.
"Maaf kan saya tuan, saya tidak sengaja." Ucap Zea meminta maaf karena dia memang tak sengaja.
"Heemmmm, tak apa." Jawab laki-laki tersebut terlihat dingin.
"Terimakasih juga anda telah menopang saja sehingga saya tidak terjatuh." Ucap Zea kembali untuk berterima kasih.
"Hemmm," Hanya deheman kali ini jawaban laki-laki itu terlihat semakin dingin.
__ADS_1
"Kalau gitu saya permisi." Ucap Zea kembali lalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari laki-laki itu.
Zea kembali meneruskan acara belanja-belanja nya yang sempat tertunda karena insiden tabrak-tabrakannya. dan acara itupun tak luput dari pandangan laki-laki itu.
Setelah dirasa cukup, Zea pun berjalan menuju kasir untuk membayar. Setelah transaksi itu selesai kini Zea mulai mengangkat semua belanjaan nya seorang diri.
Laki-laki itu pun melihat Zea keberatan membawa belanjaannya lalu berjalan menghampiri Zea.
"Biar saya bantu." Tawar laki-laki itu pada Zea yang langsung mendapat penolakan dari Zea.
"Tidak usah tuan terimakasih." Jawab Zea dengan melangkah akan pergi meninggalkan laki-laki itu. Namun, laki-laki itu justru merampas kantong plastik yang berisi belanjaan dari tangan Zea.
Laki-laki itu pun memberi perintah kepada ajudannya yang setia ada dibelakang untuk membawa sisa belanjaan nya.
"Bawa sisa belanjaan nya." Ucap laki-laki itu dingin kepada ajudannya.
"Siap tuan." Merekapun lalu berjalan menuju mobil Kellan.
Sesampainya disana diletakkan semua belanjaan tersebut lalu laki-laki dan ajudannya nya itupun langsung pergi meninggalkan Zea begitu saja tanpa sepatah katapun. Bahkan Zea pun tak sempat bicara walaupun hanya mengucap terimakasih.
Lalu diketuknya kaca pintu mobil tersebut oleh Zea namun, tak kunjung mendapat respon.
Zea yang merasa tak ada respon dari Suaminya pun mengintip dari luar mencari keberadaan Suaminya didalam mobil namun, ternyata sang suami tak ada didalam mobil.
Zea pun mengambil ponsel dari dalam tasnya guna untuk menelfon sang suami namun, tiba-tiba yang dicari pun datang.
"Sudah dari tadi ya?" Tanya Kellan pada Zea.
"Lumayan lah, Mas dari mana?" Tanya Zea balik kepada Kellan.
"Nggak ada cuman jalan-jalan aja." Kellan pun langsung membuka pintu belakang dan memasukkan semua belanjaan kedalam mobil.
Lalu mereka pun masuk kedalam mobil, Kellan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Mau nyari sarapan apa Yank?" Tanya Kellan basa-basi pada Zea, untuk memecahkan keheningan. Sebab setelah mereka masuk kedalam mobil keheningan lah yang terjadi, karena yang biasanya bawel kini tengah asyik dengan dunia nya yaitu melamun.
"Nggc usah Mas, kita langsung kerumah Jihan aja dia sudah masak untuk kita." Jawab Zea lalu kembali asyik dengan dunianya yaitu melamun.
Kellan pun tak menjawab kembali ucapan Zea, dia pun kini memfokuskan untuk menyetir.
Sesampainya didepan kontrakan Jihan, merekapun langsung turun dan mengetuk pintu rumah kontrakan Jihan.
Tok......
Tok......
__ADS_1
Tok.......
Jihan yang mendengar ketukan pintu itu pun langsung berlari menuju pintu untuk membukanya karena dia yakin bahwa yang mengetuk itu adalah sahabat yang dia rindukan yaitu Zea.
Jihan pun langsung membuka Knop pintu rumahnya.
Ceklek.......
Jihan langsung berhambur memeluk sahabat yang sangat ia rindukan itu dengan begitu erat.
Zea pun membalas pelukan itu tak kalah eratnya, karena semenjak Zea menikah mereka memang jarang sekali bertemu.
Kalau sudah begini Kellan pun mendadak Cosplay menjadi patung dimata mereka ada keberadaannya, tapi hanya untuk hiasan.
"Eheeeemmmm." Kellan pun berdehem agar dua sahabat yang sedang temu kangen itu akan segera sadar akan keberadaan nya.
Jihan dan Zea pun mendengar deheman dari Kellan pun langsung mengurai pelukannya mereka. Lalu mereka pun nyengir kuda dengan secara bersamaan.
Jihan pun lalu mengajak Kellan dan Zea masuk kedalam rumah.
"Langsung sarapan aja ya udah agak siang juga kan." Ajak Jihan pada kedua sahabatnya itu.
"Ini mah namanya makan siang bukan sarapan." Sewot Kellan pada Jihan, karna memang begitulah mereka berdua jika bertemu bagaikan kucing dan tikus.
"Mulai deh, mulai." Jawab Zea yang langsung masuk menuju meja makan meninggal Suami dan sahabatnya itu.
Jihan pun langsung ikut melangkah menyusul Zea, lalu Kellan pun juga ikut menyusul Istrinya itu.
Jadilah mereka sarapan bersama setelah acara drama temu sahabat itu.
Setelah selesai sarapan pun mereka duduk santai diruang tamu, mengobrol banyak hal dengan sesekali bercanda bar-bar ala mereka bertiga.
"Ji, apa Elu belum ingin menikah?" Tanya Zea tiba-tiba pada Jihan.
"Sebenarnya Gue sudah ingin Ze, Tapi." Jawab Jihan namun menggantungkan kata tapi.
"Tapi apa Ji?" Tanya Zea kembali yang penasaran atas jawaban sahabat nya itu. Kini obrolan keduanya menjadi serius namun, beda halnya dengan Kellan, laki-laki itu kini menjadi sibuk dengan ponselnya.
"Gue takut salah orang." Lirih Jihan.
"Takut boleh tapi jangan berlebihan dong." Saran Zea untuk sahabat kesayangan nya itu. Seakan dia melupakan masalah rumah tangga nya yang sedang diuji tuhan dengan bentuk ketidak kesukaan seorang mertua.
"Akan gue fikirkan lagi matang-matang." Jawab Jihan dengan tersenyum.
"Lebih baik terlambat dari pada terburu-buru dengan orang yang tidak tepat." POV Zea.
__ADS_1