
Beberapa hari berlalu, kini Kellan dan Zea akan berangkat ke kota lagi. Kellan dan Zea pun berpamitan kepada kedua orangtuanya. Setelah berpamitan kini Kellan mulai menjalankan kereta besinya, hanya obrolan ringan yang diselingi canda tawa untuk mengisi suasana diperjalanan. Tak teras kini keduanya telah sampai dirumah Kellan, Kellan yang sudah memberi tahu kepada ibunya bahwa mereka akan tinggal disana sampai mereka bisa beli rumah sendiri.
Setibanya disana Mereka berdua pun disambut hangat oleh kedua orang tua Kellan. Hari-hari mereka lalu dengan bahagia. Samapi akhirnya masa cuti Kellan sudah habis esok pagi Kellan sudah harus bekerja begitupun dengan Zea. Zea juga masih bekerja Sampai kontrak nya finis yang tinggal kurang dua bulan lagi. Setelah kontrak Zea finis, barulah Zea tidak akan bekerja kembali sesuai keinginan Kellan.
Dua bulan berlalu kini Zea benar-benar sudah finis kontrak. Zea pun berpamitan pada atasannya bahwa dia tidak lagi kembali bekerja. Sebenarnya sang Bos sangat menyayangkan atas keputusan Zea, namun Beliau pun tak dapat menahan Zea.
Keesokan harinya, Zea pun bangun sangat pagi untuk memasak, dan melakukan pekerjaan lainnya dari Nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel nyetrika dan masih banyak lagi dengan hanya seorang diri. Ibu mertua pun hanya fokus pada kebun sayuran miliknya.
Hari ini adalah hari Kellan gajian, seperti biasa Ibu Kellan akan meminta jatah pada Kellan. Setibanya dirumah Kellan langsung ditodong oleh sang Ibu.
"Sudah pulang Nak?" Basa-basi Ibu Kellan.
"Iya Buk,"
"Hari ini kamu gajian kan, Ibu minta uang ya, Ibuk minta lebih soalnya mau buat ngasih Adek Kamu juga." Kata Ibu Kellan tegas yang seperti tak mau dibantah atau penolakan.
Namun Kellan yang merasa sudah punya tanggung jawab baru pun mencoba menego dengan ibunya.
"Tapi Buk, Kellan sekarang sudah nggc lajang loh, Kellan punya Istri yang harus Kellan biyaya'i juga." Ucap Kellan nego pada Ibunya.
"Ibu nggc mau tau ya, suruh siapa kamu larang dia bekerja. Jangan jadikan itu alasan deh, lagian untuk apa kamu kasih uang lebih ntar malah boros. kasih makan dan hidup layak saja sudah cukup. yang penting jangan kamu bikin laper anak orang udah beres." Cerocos Ibu Kellan yang tak mau mengalah.
DEG.......
__ADS_1
Ternyata secara tidak sengaja Zea mendengar semua ucapan dari percakapan Anak dan Ibu itu, karna memang Maksud Zea adalah akan menyambut Suaminya pulang kerja. Namun, justru malah diberi kejutan yang sukses membuat Zea terkejut.
Tes...........
Tes...........
Tak terasa air mata Zea lolos begitu saja tanpa aba-aba. Kini Zea pun mengurungkan niat nya yang akan menyambut sang Suami, dia pun berlari kecil masuk kedalam kamar.
"Apa ini, kenapa ibu mertuaku menjadi seperti itu. Apa aku melakukan kesalahan." Monolog Zea dalam hati. Dengan mengelus dada guna memberikan kekuatan pada dirinya sendiri.
Tap....
Tap......
Zea yang mendengar ada suara kaki melangkah pun langsung menyeka air mata nya agar tak diketahui siapapun kalau dia habis menangis.
Ceklek.......
"Sayang kamu lagi ngapain, kok nggc nyambut Aku sih?" Kellan pun masuk dan menghampiri Istrinya.
"Maaf Mas, Aku nggak tau kalau Mas sudah pulang. Tadi Aku abis beresin baju Mas." Jawab Zea tenang seolah-olah tak ada suatu apapun yang terjadi.
"Yank, hari ini Mas gajian ini untuk kebutuhan selama sebulan ya. Sisanya untuk harian Mas sama Mas tabung." Kellan pun mengulurkan beberapa lembar uang seratus ribu rupiah kepada Zea.
__ADS_1
"Kenapa mas Kellan tidak jujur padaku kalau sebagian uangnya dikasihkan pada ibu ya." Batin Zea.
"Sayang, kok ngelamun. Kurang ya, maaf ya Mas cuma bisa ngasih segitu." Jelas Kellan kembali
Zea pun yang tersadar dari lamunannya pun menjawab " Ahh iya Mas nggak pa-pa, seperti nya cukup." Zea pun mengambil uang dari tangan suaminya lalu menyimpannya.
Makan malam pun telah tiba namun, mereka makan malam tidak hanya ber empat namun ber enam. karna Adik pertama Kellan dan Istri nya datang. Ya begitulah memang, setiap makan walaupun tidak tepat waktu Adik pertama Kellan dan Istrinya akan sellau datang untuk makan disana. kadang juga menginap berhari-hari. Bahkan yang mencuci baju Adik Kellan dan Istrinya Zea lah yang mencuci walaupun ada Adik iparnya namun tetap saja Zea melakukan segala pekerjaan rumah sendiri.
Sebenarnya Zea ini seorang Istri atau seorang Pembantu, atau Pembantu rasa Istri ntahlah. Namun, memang begitu perlakuan keluarga Kellan padanya. Kellan yang sekarang akan dipromosikan jabatan nya pun selalu sibuk bahkan terkadang harus keluar kota dan menginap. Tanpa tau bagaimana beratnya beban sang Istri dirumah.
Hari-hari berlalu menjadi bulan.
Zea pun masih sama dengan kegiatan nya bangun subuh, dan mengerjakan pekerjaan rumah seorang diri setelah semua selesai Zea pun hanya mengurung diri didalam kamar. Begitulah hari-hari yang Zea lakukan karna Zea bingung mau ngapain lagi selain mengurung diri dikamar dan memainkan ponsel. Sebab jika dia menonton TV, pasti kena sindir oleh sang Ibu mertuanya, mau main pun sama juga kena sindir. Kini kehidupan Zea berubah 180 derajat, sebab sang Ibu mertua yang entah mengapa perlahan berubah kepadanya. Hari-harinya kini semakin berat karna selalu serba salah Dimata sang Ibu mertua yang ntah apa maunya. Namun, beda halnya perlakuan Ibu mertua kepadanya dan kepada Istri Adik nya Kellan. Jika dengan Istri Adiknya Kellan beliau selalu memperlakukan dengan baik walaupun tak pernah melakukan apapun, bahkan yang ada justru hanya membuat Beliau susah. Namun, anehnya beliau selalu Sayang pada Istri Adiknya Kellan itu. Jelas beda jika dengannya sangat-sangat jauh berbeda, jika dengan Zea jangankan salah benar saja tetap salah Dimata sang Ibu mertua.
Belum lagi dengan permasalahan keuangan, Sebab sang Ibu mertua melimpahkan semua biyaya rumah tangga padanya, apa lagi kehadiran sang Adik Kellan dan Istrinya yang justru menambah beban pengeluaran rumah tangga mereka. Padahal Kellan hanya memberi sedikit uang bulanan pada Zea, itu saja Kellan terkadang masih suka perhitungan dengan mengatakan bahwa Zea boros. Tentu saja Kellan begitu karna hasutan dari sang ibu mertua.
"Mas minta uang ya, soalnya uang belanja udah habis."
"Apa..? Kok udah abis sih Yank, kamu kok boros banget sih jadi Istri, nggak becus banget ngatur keuangan, beli apa aja emangnya? Itukan uang buat belanja bulanan, jangan-jangan Kamu pakek shopping ya." Kellan bukannya memberi uang pada Zea justru malah menuduh Zea dan melontarkan kata-kata pedasnya.
Zea yang letih fisik juga fikiran pun tersulut emosi dengan kata-kata dari Kellan.
Bagaimana kelanjutan nya. kira-kira Zea mau ngapain ya...?????
__ADS_1