
Setelah mereka berkenalan, Kellan pun mengajak dua gadis itu untuk jalan-jalan memutari wahana di pasar malam tak lupa juga mereka ikut menaiki beberapa wahana disana . Namun, rupanya di setiap momen tersebut ada yang mencuri-curi pandangan. Ya, Kellan dan Zea sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Jihan yang melihat gelagat dari keduanya itu pun hanya tersenyum. Mengingat bahwa Zea sang Sahabat itu sangat susah jatuh cinta, Tapi ini apa? Benarkah yang dilihat?
Setelah dirasa sudah capek, memutari pasar malam mereka pun memutuskan untuk mencari makan malam.
Mereka berjalan beriringan dan tiba-tiba. "Ehhhhh, Tunggu, Kita melupakan sesuatu." Tiba-tiba Zea memberhentikan langkah mereka.
"Ada apa Zea? Gue udah laper tau" sungut Jihan yang memang sudah kelaparan.
"Apa ada permainan yang belum kamu coba?" Tanya Kellan dengan nampak berfikir, Kira-kira permainan mana yang terlewat belum dinaiki.
"Bukan permainan kok, Tapi nggc afdol rasanya kalo kita kepasar malam tapi nggak beli harum manis." Balas Zea dengan wajah mala-malu.
"Ohhh, ya sudah kamu tunggu sebentar, biar aku belikan." Kellan pun langsung beranjak mencari penjual harum manis.
"Ehemmm, Seperti ada yang aneh nih?" Goda Jihan kepada Zea. Zea yang tau kalo dia sedang digoda pun hanya senyum-senyum.
"Ntahlah, gue merasa ada yang lain, Gue nyaman." Ungkap Zea dengan malu-malu.
"Ohhhh, Tuhan apa ini? Sahabat Gue jatuh cinta!. Benarkah begitu, Wow ini berita yang sungguh menggelegar." Zea pun tersipu malu, Ntahlah apa ini cinta atau hanya sekedar mengagumi.
Tak lama kemudian Kellan pun datang dengan 3 bungkus harum manis. "Apakah ini cukup?" Tanya Kellan dengan memberikan 3 bungkus harum manis itu pada Zea.
Zea pun menerima 3 bungkus harus manis tersebut. "Ini kenapa banyak sekali?" Kellan pun hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Zea tersebut.
"Nggak pa-pa, Biar kamu tambah manis." Ucap kellan dengan menoel dagu Zea. Zea yang menerima perlakuan Kellan itupun langsung menunduk menahan malu. Jangan tanya seperti apa perasaan Zea saat ini, sudah pasti kek taman bunga haha.
"Uluhhhh, sosuwiiieettt. Tapi ini bukan saat nya adegan romantis Tuan, karna obat nyamuk mu ini butuh asupan." Kellan dan Zea yang mendengar omongan Jihan pun langsung pergi meninggalkan Jihan dengan bergandengan tangan.
"Hahhhhh, apa ini? gue lagi nggc salah liat kan?" monolog jihan dalam hati.
"Kamu mau makan apa Ze?"
"Nasi goreng aja gimana?"
__ADS_1
"Boleh, Zea panggil aku Mas aja ya biar lebih akrab, apa kamu mau?" Zea yang mendengar keinginan Kellan pun langsung menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Woy, parah sih kalian ninggalin Gue gitu aja." Sungut Jihan saking sebelnya. Udah jadi obat nyamuk ditinggal pula, begitulah nasib jomblo, ngenes gaes.
Kellan pun tersenyum menanggapi ocehan Jihan, tapi lain lagi dengan Zea. Zea langsung menonyor kepala sahabat nya itu. "Berisik tau nggak." Balas Zea dengan menjulurkan lidahnya mengejek Jihan.
Jihan yang dongkol diejek Sahabatnya itu langsung duduk, meninggalkan dua insan yang sedang jatuh cinta dalam pandangan pertama.
Kellan pun memesan 3 porsi nasi goreng dan 3 es teh manis. Mereka bertiga pun mengobrol bertukar pengalaman dan sesekali bercanda. Pesanan pun datang, mereka pun langsung melahap hingga tandas.
Setelah selesai, Kellan pun membayar semua pesanan tersebut.
"Terimakasih ya Mas." Ucap Zea yang sukses membuat Jihan melotot saking kagetnya.
"Apa! Mas, Gue nggc salah denger kan atau Gue ketinggalan berita?" Jihan begitu kaget dengan panggilan yang dilontarkan Zea untuk Kellan. Secepat itu kah Sahabat jatuh cinta, Oh benar kah?.
"Apa sih, lebay deh. Orang cuma manggil Mas doang juga. Eh loe lupa kalo orang Jawa itu manggil laki-laki yang lebih tua dengan sebutan Mas." Balas Zea, yang mencari alasan agar tak terlalu kelihatan kalau panggilan MAS itu memang special untuk nya. Ya walaupun memang benar MAS adalah panggilan untuk laki-laki yang lebih tua dari kita. Tapi kalo Mas yang ini lain lagi ya buat Zea.
"Iya'in aja lah, biar Dek Zea seneng haha." Ledek Jihan kepada Zea dan langsung mendapat pelototan tajam dari Zea.
"Cieeeee, iya Mas ayok." Ledek Jihan lagi pada Sahabatnya itu. Namun, kali ini bukan mendapatkan pelototan tajam melainkan langsung mendapat kan satu pukulan dipunggung nya. Jihan pun mengadu kesakitan karena ulah Sahabatnya itu.
Mereka pun lalu berjalan mengikuti Kellan keparkiran. "Ayo masuk." Kellan pun menyuruh Zea dan Jihan masuk kedalam mobilnya.
Zea pun memberikan arahan jalan menuju kontrakan nya. Tak terasa mereka pun telah sampai didepan kontrakan Zea. "Sampai deh, makasih ya Kellan atas makan malam dan tumpangannya." kata Jihan yang langsung turun dari mobil meninggal dua insan yang baru jatuh cinta. Kellan pun hanya mengangguk menanggapi ucapan dari Jihan.
"Makasih ya Mas, sudah ditraktir makan dan dianter pulang."
"Iya sama-sama, Mas boleh minta nomer ponsel mu." Tanya Kellan, Zea pun langsung memberikan nomor ponsel kepada Kellan.
"Aku masuk dulu ya Mas." Zea pun turun dari mobil Kellan dan langsung masuk kedalam kontrakan. Baru sampai didepan pintu Kellan memanggil Zea, Zea yang merasa dipanggil pun langsung membalikkan badannya.
"Zea!"
"Iya, Mas ada apa?"
__ADS_1
"Kau meninggal kan sesuatu."
"Meninggal kan sesuatu, Apa Mas?"
Kellan pun berjalan dengan tersenyum menghampiri Zea, membuat jantung Zea berdegup begitu kencang.
"Ya Allah, apa ini senyum nya nggc aman dijantung gue sumpah" batin Zea
Kellan pun berhenti tepat didepan Zea dan hanya menyisakan jarak beberapa sentimeter saja. "Kamu meninggalkan ini." Setelah mengatakan itu Kellan mengangkat tangannya dan melihatkan apa yang dibawa.
" Ooohhh, iya harum manis ku. terimakasih Mas."
"Iya, sama-sama. ya sudah Mas pulang ya, kamu langsung istirahat. Sampai jumpa." Kellan pun berjalan menuju kereta besi miliknya meninggalkan Zea yang sedang perang dengan fikiran nya sendiri. Kellan pun melajukan kereta besi nya meninggalkan kontrakan Zea.
Zea pun tersadar dari lamunannya dan merutuki fikirannya, kenapa bisa dia memikirkan hal yang tidak mungkin.
"Ya ampun Zea, Loe mikirin apa sih. Loe mikirin bakalan dicium gitu astaghfirullah, ada apa dengan mu Zea." batin zea
Zea pun langsung masuk kedalam rumah kontrakan nya. Jihan yang sudah duduk di sofa dengan menyilangkan tangannya di dada siap mengintrogasi Sahabatnya.
"Astaghfirullah, kaget tau kirain kuntilanak mana yang duduk disitu" Kata Zea dengan mengelus dadanya karna kaget.
"Nggak ada sejarah kuntilanak cantiknya kek Gue, sini Lue, Gue punya banyak pertanyaan buat Lue."
"Apa sih." Zea pun berjalan lalu duduk disamping Jihan.
"Gue lihat Lue ada sesuatu sama Kellan?"
"Apa? nggc ada apa-apa Jihan jangan seudzon deh." Jawab Zea menutupi perasaannya.
"Zea, Gue ini Sahabat Elu dari orok. Lue nggc bisa bohongin Gue." Zea pun hanya nyengir kuda.
"Emmm, iya deh Gue ngaku, Gue itu sebenernya......"
Apakah yang akan Jihan katakan???
__ADS_1
ikutin terus ya kelanjutannya 🥰🥰