
Tok............
Tok.............
Tok..............
"Shiitttt..." Kellan yang mendengar ketukan pintu tersebut pun mengumpat. Siapa sih kira-kira yang menggangu malam pertama pengantin baru tersebut. Zea yang mendengar juga ketukan pintu tersebut pun langsung mendorong tubuh Kellan dan lari kekamar mandi mengambil bathrobe.
Kellan yang memang belum melepas bajunya pun memunguti baju istrinya lalu disembunyikan dibawah selimut. Lalu Kellan pun membuka pintu tersebut. Dengan wajah tanpa dosa Jihan nyengir kuda pada Kellan yang membuka pintu.
"Ada apa sih, malam-malam berisik." Sewot Kellan yang harus terpaksa memberhentikan aksi olah raga tersebut.
Jihan yang nampak celingukan mencari sosok Sahabat nya itu pun sedikit melongok kedalam kamar. "Mana Zea, Gue mau pamit ini."
"Ya elah, pulang-pulang aja sih, ngapain pakek ijin-ijin segala ama Bini Gue ganggu tau."
"Idiiiihhhhh, galak amad Pak, kayak yang lagi ngapain aja." Jawab Jihan dengan santainya. Kellan yang mendengar jawaban sahabat Istrinya itu pun meraup wajah nya dengan kasar. Ditengah perdebatan tak penting suami dan sahabat nya itu tiba-tiba Zea kelar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe nya.
"Ada apa sih, ribut-ribut ganggu orang mandi aja dech." Kata Zea sambil jalan menghampiri sahabat dan suaminya dengan seolah-olah tak terjadi sesuatu apapun. Karna kalo Jihan tau apa yang sebenarnya terjadi bisa malu tuju turunan Zea.
"Biasalah, Laki Lue ini emang suka nyari gara-gara ama Gue. Ze, Gue mau pamit pulang ya dan mungkin besok pagi Gue langsung berangkat lagi ke kota A." Pamit Jihan, karena Jihan pun sudah lama ikut cuti Zea.
"Ya sudah hati-hati ya, nanti Kita kabar-kabaran aja. sampai salam Gue untuk Pak bos, Gue belum bisa masuk."
"Ya udah Gue cabut, byeee." Jihan pun memeluk singkat sahabatnya itu, dan menjulurkan lidahnya pada Kellan sebelum dia benar-benar pergi.
"Cihh, menyebalkan." decak Kellan pada sahabatnya istrinya itu.
__ADS_1
Kellan pun menutup dan mengunci pintunya kembali. "Sayang sambung lagi yuk, Aku udah terlanjur on ini." Zea yang merasa malu pun tidak menjawab justru berlari kecil menuju ranjang.
Kellan yang seperti mendapatkan lampu hijau pun menyusul sang istri. Kellan pun mengulang adegan olah raga panas tersebut, Sengaja memberi kenyamanan dan pelepasan lagi terhadap istri nya, Agar sang Istrinya merasa puas dengan permainan Kellan.
"Mas, Aku......Aku..... Aahhhhhhhhh." ******* keluar dari mulut mungil milik Zea, ini kedua kalinya Zea mendapatkan pelepasan dari permainan Kellan.
"Sekarang ya sayang." Pinta Kellan yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Zea. Perlahan tapi pasti Kellan mulai memasuki inti dari istrinya sekali, dua kali, tiga kali, sampai beberapa kali akhirnya Kellan dapat menjebol gawang milik istrinya "Sssrreeeetttt." Dan seketika itu pula darah segar keluar dari inti Zea. Setelah pusaka Kellan masuk ke lembah kenikmatan Kellan pun menjeda sejenak agar pusaka milik Kellan beradaptasi dengan lembah kenikmatan milik sang Istri.
Zea yang merasa gawang lembahnya sudah terbobol pun meremat seprei dengan kuat dan menitikan air matanya. Kellan yang mengetahui itu pun tak tinggal diam, dia mencium bibir ramun Zea dan melu**t nya, Zea pun membalas ciuman tersebut.
Kellan pun memulai aksi dari inti permainan tersebut. Memompa maju mundur dengan perlahan dan dengan ritme pelan lama-lama berangsur menjadi ritme cepat sampai akhirnya merekapun mencapai puncaknya bersama. "Aaarrgghhhhhhh..." Erangan nikmat keduanya.
Akhirnya mereka bisa menyelesaikan olah raga malam itu dengan sukses, walaupun ada kendala sedikit. Kellan pun ambruk diatas tubuh Zea dan mencium kening Zea.
"Terimakasih, Kamu menjaga mahkota mu dengan baik."
Pagi harinya, Setelah mandi Kellan dan Zea pun keluar dari dalam kamar menghampiri Ayah dan Bunda yang tengah mengobrol ringan dihalaman belakang rumah. Mereka pun bergabung ikut mengobrol dan menikmati secangkir kopi dan kue. Lalu setelah nya mereka pun sarapan bersama. Kini hari mulai agak siang mereka habiskan waktu hanya dengan mengobrol dan bercanda.
"Ayah kapan mau buka toko." Tanya Zea pada ayahnya.
"Mungkin lusa Sayang, kenapa mau bantu hemmm?."
"Sebenarnya sih mau Yah, tapi lusa Kita harus pulang ke kota cuti Zea sudah habis." Ayah pun mengangguk kan kepala tanda paham. Ditengah-tengah obrolan ringan tersebut tiba-tiba ponsel Bunda berdering, Bunda pun langsung mengangkat ponselnya. Setelah selesai Ayah pun bertanya siapa yang menelfon.
"Siapa Bun?"
"Buk Dewi Yah, Bunda lupa kalau sore nanti kita ada undangan nikahan anaknya Pak Mamat, Buk Dewi ngajak bareng katanya."
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau gitu kita siap-siap biar nggak kesorean."
"Mau Kellan antar Yah." Tawar Kellan pada mertua nya tersebut.
"Tidak usah Nak, kalian istirahat saja." sahut lembut Ayah, Kellan pun hanya tersenyum.
Ayah Bara dan Bunda Yasmin pun beranjak dari duduknya menuju kekamar untuk bersiap karena akan menghadiri undangan agak jauh dari rumahnya.
Kellan dan Zea pun ikut beranjak dan masuk kekamar. Sampainya didalam kamar Kellan pun menarik tangan Zea agar duduk dengannya disofa dalam kamar Zea.
"Mas mau bicara sebentar Sayang."
"Bicara apa Mas, bicaralah."
"Mas pengen kamu berhenti bekerja, Mas pengen Kamu fokus dengan keluarga kita, bisa?."
Zea pun nampak berfikir sejenak dengan keputusan Kellan. Lalu setelah difikir Zea pun menyetujui permintaan Kellan.
"Baik lah Mas."
"Dan satu lagi Sayang, Mas mau kita sementara waktu tinggal dirumah Mas ya, sampai kita bisa punya rumah sendiri. Karena kalau beli sekarang langsung Mas belum punya uang, soalnya uang Mas setengah sudah Mas pakek buat beli rumah yang Mas tempati sekarang."
"Jadi maksud Mas rumah yang ditempati Ibuk sekarang itu sebagian pakek uang Mas."
"Iya Sayang, mau ya. Sebenarnya Mas sengaja ikut beli rumah itu karna Mas pengen, Mas lah yang mengurus Ibu sampai tua nanti. Tapi Ibu bilang Ibu nantinya ingin tinggal dengan Adek Mas saja, Jadi Mas mulai nabung lagi ini buat beli rumah sendiri. nggc papa kan." Jelas kellan
"Iya Mas, aku ikut Mas aja."
__ADS_1
Kellan pun mengelus pucuk kepala Zea dan mengecup kening Zea, Lalu mereka pun berpelukan. (Idih udah kayak teletabis aja ya ini pengantin baru berpelukan hahaha). Kini mereka pun pindah keranjang untuk istirahat. Namun, tentunya tidak murni hanya tidur siang ya gaes. Di cuaca yang sedang panas ini merekapun melakukan olah raga yang tak kalah panas nya. Mengulang pergulatan tadi malam yang membuat mereka candu, tercandu-candu. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.