Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Bertemu


__ADS_3

Zea begitu antusias membereskan barang-barang yang akan dibawa. Setelah BundaYasmin selesai beres-beres meja makan yang dibantu oleh Jihan, Bunda Yasmin pun menyusul Zea kekamar dengan niat akan membantu Zea bersiap. Namun, ternyata putri kesayangannya itu telah siap membereskan barang-barang yang akan dibawa.


"Sudah siap semua Nak, barang-barang yang akan dibawa?" Tanya Bunda Yasmin kepada Zea sambil mengelus lembut punggung anak semata wayangnya itu.


"Sudah Bun." Jawab Zea lalu memutar tubuhnya menghadap Bundanya. Bunda Yasmin pun langsung memeluk anak semata wayangnya itu, tak terasa air mata lolos begitu saja dari mata Bunda Yasmin.


"Kamu hati-hati disana ya, ingat selalu pesan-pesan Ayah dan Bunda." Sambung Bunda Yasmin lalu melerai pelukannya sambil menghapus air matanya.


"Iya Bun, Zea janji akan selalu mengingat pesan-pesan Ayah dan Bunda. Bunda jangan nangis dong." Zea pun menggenggam tangan bundanya guna menetralisir rasa kekhawatiran bunda terhadapnya.


Lalu merekapun jalan beriringan dengan menggeret koper keluar dari kamar Zea lalu menyusul Ayah dan Jihan diruang tamu. Tak beberapa lama kemudian mobil travel yang dipesan Jihan pun telah sampai didepan rumah Zea.


Merekapun langsung bergegas keluar rumah. Zea dan Jihan pun berpamitan kepada Ayah Bara dan Bunda Yasmin. Walaupun dengan berat hati Ayah Bara dan Bunda Yasmin melepas kepergian Anak semata wayangnya itu. Sebab ini lah kali pertama mereka berpisah.


Zea pun memeluk Ayah Bara dan Bunda Yasmin bergantian. Walaupun sebenarnya berat juga bagi Zea karna mengingat ini kali pertama nya berpisah dari kedua orang tuanya. Tapi tekat Zea juga sudah bulat, dia ingin belajar mandiri.


"Yah, Bun, Zea berangkat ya." Pamit Zea kepada kedua orang tua nya dan melerai pelukan nya.


"Iya nak, hati-hati ya disana. ingat selalu dengan pesan-pesan Ayah dan Bunda." jawab Ayah Bara dengan mengelus kepala Zea.


"Sayang, jaga diri baik-baik disana ya. Jika tidak betah jangan dipaksa." Jawab bunda dengan mengelus pipi mulus milik Zea.


Zea pun hanya tersenyum dan mengangguk tanda paham, Zea tau gimana rasa kekhawatiran yang kedua orang tuanya rasakan.


Jihan pun ikut bergantian berpamitan kepada Ayah Bara dan Bunda Yasmin. Lalu mengulurkan tangannya menyalami dan mencium tangan Ayah Bara dan Bunda Yasmin.


"Yah, Bun, Jihan berangkat ya." Ucap nya sambil tersenyum.


"Iya Nak hati-hati ya." Jawab Ayah Bara dan Bunda Yasmin bersamaan.


"Bunda titip Zea ya Jihan, kalau dia nakal jewer saja telinganya." Canda Bunda, merekapun tertawa bersama.


Namun, tidak dengan Zea. Zea pun hanya memutar bola matanya dengan malas. Lalu mereka mengucap salam kepada Ayah dan Bunda bersamaan.


"Assalamualaikum." Ucap Zea dan Jihan bersamaan.

__ADS_1


"Waalaikumssalam." jawab Ayah bara dan Bunda Yasmin bersamaan.


Kini Zea dan Jihan pun berjalan menaiki mobil lalu memberikan barang-barang bawaan mereka kepada sang sopir agar dimasukan kedalam mobil.


Kini mobil yang ditumpangi Zea dan Jihan pun telah benar-benar pergi meninggalkan pekarangan rumah Zea. Disepanjang perjalanan Zea dan Jihan pun terus mengobrol dan bercanda.


Setelah menempuh perjalanan 5jam lamanya, akhirnya mereka pun sampai di kota A. Sang supir yang sudah mengetahui dimana alamat kontrakan Jihan pun langsung mengantarkan tepat didepan rumah kontrakan Jihan.


"Non, sudah Sampai." Kata sang Sopir kepada Jihan


Jihan yang keasyikan mengobrol dengan Zea itu akhirnya tersadar bahwa mereka telah sampai. Jihan pun mengajak Zea untuk segera turun. Lalu mereka pun turun dari mobil.


"Terimakasih ya Pak, kopernya tarok depan pintu aja ya, biar saya sendiri yang membawa masuk." Kata Jihan kepada sang Sopir sambil tersenyum ramah.


Jihan dan Zea pun mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu rupiah dari dalam dompet mereka. Lalu merekapun memberikan uang tersebut kepada sang Sopir. Setelah mendapat bayaran sang Sopir pun langsung melajukan kembali kereta besi miliknya.


"Aaaaa, Akhirnya Gue sampai juga di kota." Teriak Zea sambil merentangkan tangannya dan menghirup udara kota dalam-dalam. Suasana yang ia dambakan selama ini.


"Welcome Zea dikehidupan baru haha." Ejek Jihan kepada zea.


"Zea, mau Gue dulu apa Loe dulu ini yang mandi." Tanya Jihan pada Sahabatnya itu yang malah tengah asyik rebahan dan memainkan ponselnya.


"Emmmm Loe dulu aja Ji... Gue mau nelfon Bunda dulu ngabarin kalo udah sampai." Jihan pun langsung bergegas mandi.


Zea pun mencari-cari nomor ponsel Bundanya lalu menekan tombol hijau untuk menghubungi bunda nya.


Tut...............


Tut...............


Tut...............


Bunda Yasmin yang mendengar ponselnya berbunyi pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumssalam salam Bun, Bunda Zea mau memberi kabar kalau sudah sampai Bun."


"Iya sayang, lekas lah mandi dan istirahat, kamu pasti lelah."


"Iya Bun, ya sudah ya kalau begitu Zea matikan telfonnya sampaikan salam ku untuk Ayah. Assalamualaikum."


"Iya Nak, nanti bunda sampaikan sama salamnya sama Ayah, Waalaikumssalam." Setelah mendengar jawaban dari Bundanya Zea pun langsung mematikan sambungan telfon mereka.


Jihan pun keluar dari kamar mandi dan menyuruh Zea bergantian membersihkan dirinya. Zea pun langsung berdiri dan mengambil peralatan mandi lalu bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket akibat perjalanan jauh.


Keesokan paginya merekapun bangun lalu bergantian mandi. Setelah selesai dengan ritual mandi dan make up ala kadarnya Namun tetap membuat Zea terlihat begitu cantik. Membuat banyak lelaki mengagumi kecantikan nya.


Merekapun sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke pabrik Roti. Setelah selesai sarapan keduanya langsung berangkat ke pabrik Roti.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan kini Zea sudah menginjak 7bulan lamanya bekerja dikota. Saat sepulang dari pabrik Roti Zea dan Jihan memutuskan untuk pergi ke pasar malam yang ada di kota tersebut.


Sesampainya disana karna terlalu asyik melihat Anak bermain-main Zea sampai tidak sengaja menabrak seorang lelaki tampan. Dengan reflek tangan pemuda itu terulur penompang tubuh Zea yang akan terjatuh, dan seketika itu pandangan mereka pun bertemu. Cukup lama mereka saling pandang, sampai akhirnya ada suara deheman dari Sahabatnya itu.


"Eheeeemmmm, Loe nggc pa-pa kan Ze?" Tanya Jihan seolah merasa ada yang aneh dari Sahabatnya itu. Mereka yang tersadar pun langsung melerai tatapan mereka. Zea pun langsung meminta maaf kepada laki-laki tersebut.


"Maaf saya tadi tidak sengaja." Kata Zea meminta maaf. Lelaki itu pun menjawab lalu mengulurkan tangannya mengajak Zea berkenalan.


"Nggak pa-pa kok, perkenalkan namaku Kellan. Kalau boleh tau siapa nama mu."


"Nama ku Zea." Zea pun membalas uluran tangan Kellan dengan tersenyum.


Gimana kisah selanjutnya...?????


jeng......


jeng......


jeng........


tunggu episode berikutnya ya😊😊

__ADS_1


__ADS_2