
Hampir pukul 23:00 malam namun, belum ada tanda-tanda Zea akan pulang.
Kellan pun mencoba menghubungi ponsel milik Istrinya namun, ponsel itu ternyata tidak aktif.
Kellan yang akan menghubungi Zea kembali namun, ia urungkan karena ponselnya berbunyi tapi bukan Zea yang menelfon melainkan sang kekasih.
Kellan pun menyunggingkan senyum nya lalu menekan tombol hijau guna menerima panggilan video tersebut.
"Mas, aku kangen." Ucap perempuan itu diseberang telfon.
"Sama Mas juga kangen." Jawab Kellan yang sedang kasmaran.
"Kemana Mas Istri tak bergunamu itu?" Tanya perempuan itu pada Kellan sebab dia tau jika Zea ada Kellan tak mungkin menerima panggilan tersebut.
"Ntahlah aku tak tau, dia pergi dari pagi dan belum pulang." Jawab Kellan sedikit merasa kesal sebab Zea pergi dari pagi belum pulang tak pamit pula pada Kellan.
Kellan dan perempuan itu pun mengobrol dengan mesra walaupun hanya lewat panggilan video.
Kellan begitu asyik dengan wanitanya itu tanpa dia tau bahwa ada seseorang yang menatap nya dengan penuh rasa benci dan kecewa.
Siapakah dia, siapa lagi jika bukan Zea.
Zea yang baru sampai dirumah langsung diberi kejutan oleh sang suami.
Zea kaget mendengar obrolan mereka, Kecewa, terluka, devinisi sakit tak berdarah.
Zea mencoba menguatkan hati mendengar itu semua, lalu ia melangkah masuk kedalam kamar dengan menahan sesak yang teramat dalam didalam dadanya.
Wanita mana yang akan baik-baik saja ketika melihat suaminya sedang melakukan panggilan video Dengan wanita lain, tak hanya itu mereka juga bermesraan walaupun hanya lewat panggilan video namun, tentu itu juga membuat terluka.
Sesampainya didalam kamar Zea langsung menutup pintu dan dia pun berdiri dibalik pintu dengan perlahan mendudukkan dirinya dibalik pintu itu lalu menangis.
Isak tangis Zea menggema di seluruh dalam kamar, cobaan apa lagi yang tuhan berikan kepada nya.
Harus bagaimana Zea bersikap menghadapi ini semua, haruskah dia bertahan atau haruskah dia pergi.
Ingin bertahan tapi Sakit, Ingin berpisah tetapi sulit. Sebab cintanya pada Kellan begitu dalam.
"Aku mencintaimu sedalam lautan Mas, tapi sialnya aku tak bisa berenang." Lirih Zea dengan terisak.
__ADS_1
Zea teramat kecewa pada keadaannya saat ini, jika dia bisa dia ingin protes kenapa selalu dia dan hanya dia yang merasakan sakit dalam hubungan ini.
"Tuhan jika dia memang bukan untukku maka permudah jalanku untuk meninggalkan nya, tapi jika dia ditakdirkan untukku makan hentikan lah ini semua hamba terluka." Monolog Zea .
Kellan yang sudah selesai pacaran lewat video call itu pun mencoba menghubungi Istrinya kembali namun, masih sama tetap tidak aktif.
"Aahhhhh, terserah kan mau pulang atau tidak aku tidak perduli, lebih baik aku istirahat." Kellan yang kesal karena tak dapat menghubungi Istrinya pun memutuskan untuk beristirahat saja tanpa menunggu lagi Istri.
Kellan tak tau kalau yang sedang ditunggu sudah ada didalam rumah sejak tadi.
Kellan melangkah menuju kamar lalu saat akan membuka pintu kamar Kellan pun mengernyitkan dahinya pasalnya pintu kamar itu terkunci seingatnya dia tidak mengunci.
"Kok terkunci padahal aku tidak menguncinya tadi." Gumam Kellan keheranan kenapa pintu kamarnya tiba-tiba terkunci.
Kellan pun mencobanya lagi untuk memastikan apakah benar pintu itu benar-benar terkunci. Namun, hasilnya tetap sama pintu itu terkunci.
Kellan pun sayup-sayup mendengar suara isakan dari dalam kamarnya isakan seorang wanita yang sangat pilu.
"Suara apa itu, mungkin kah itu suara hantu." Gumam Kellan dengan terus mendengarkan suara itu dengan baik.
Kellan yang penasaran pun mencari cara agar pintu kamarnya segera terbuka. Dengan terus berfikir sampai akhirnya Kellan ingat dengan kunci cadangan.
Kellan melangkah menuju lemari dan mencari kunci cadangan dilaci lemari hias yang ada diruang tamu.
Setelah kuncinya berhasil membuka Kellan lalu mendorong pintu kamarnya itu namun, tiba-tiba Kellan merasakan hal aneh.
"Kok berat sih, ada apanya sih ini?" Kellan yang merasakan ada sesuatu dibalik pintu pun terus mencoba mendorong pintu tersebutlah.
Zea yang tau bahwa suaminya lah yang mendorong pintu tersebut ia pun langsung berdiri dan berjalan begitu saja.
Kellan pun sempat syok melihat ada wanita berjalan didepan nya apa lagi dengan penampilan yang menguraikan rambut panjang nya.
"Aaaaaaaaaaaa..........." Kellan pun berteriak dengan memegangi dadanya sebab jantung nya sedang maraton didalam sana.
Zea mendengar teriakan suaminya namun, dia sengaja mengabaikan nya tanpa ada niatan melihat kearah suaminya.
Kellan pun terus memperhatikan perempuan itu. "Kok mirip Zea." Gumam Kellan.
"Kamu Zea kan, sejak kapan kamu pulang?" Tanya Kellan yang sudah sadar kalau itu Istrinya.
__ADS_1
"Sejak tadi, sudah cukup lama, cukup untuk melihatmu berpacaran." Ucap Zea dengan suara beratnya menahan tangisnya.
Kellan pun menjadi salah tingkah mendengar jawaban dari Zea.
"Siapa yang pacaran, aku hanya melakukan panggilan video lagian tak ada hubungan apa pun aku dengannya." Jawab Kellan membela diri mencoba mengelak dari kenyataan.
"Terserah aku tidak perduli." Setelah mengatakan itu Zea pun beranjak dari duduknya keluar kamar menuju dapur untuk mengambil segelas air putih untuk menetralkan dirinya.
Zea meneguk air putih satu gelas tandas tak tersisa, lalu ia menjatuhkan lagi air matanya dan mulai terisak, tangisan Zea pun kembali pecah.
Kellan pun berjalan keluar menyusul sang Istri lalu ikut mendudukkan dirinya disamping sang Istri.
"Sudah apa yang membuatmu sampai begini aku tetap milikmu, aku tetap bersamamu, akun nggc akan pernah ninggalin kamu percayalah." Ucap Kellan dengan percaya dirinya diatas rata-rata.
Zea langsung melirik kearah Kellan dan menatap nya tajam, tatapan seolah-olah ingin menelan Kellan hidup-hidup.
Bisa-bisa Kellan mengucapkan hal seperti itu kepada sang Istri, apa baginya rumah tangga ini sebuah permainan.
"Omong kosong macam apa ini Mas, atau waktu kau diluar kota kemarin kau meninggalkan otak mu." Jawab Zea dengan geramnya atas ucapan suaminya itu.
"Sepertinya bukan hanya otak ku saja yang tertinggal, tapi juga sebagian cintaku." Ucap Kellan dengan berdiri lalu melangkah pergi masuk kedalam kamar meninggalkan Zea yang masih saja menangis.
Zea pun merutuk dalam hati dengan masih menangis. Kellan masuk kedalam kamar lalu membaringkan dirinya diatas ranjang.
Ntahlah, apa yang membuat Kellan Samapi tega melakukan semua ini pada Istri nya sendiri. Mungkin murni karena perempuan lain atau ada sesuatu dibalik itu semua.
Zea pun berdiri lalu ikut masuk menyusul suaminya, lalu Zea duduk disisi ranjang.
"Sudahlah jangan menangis, apa kau tidak cape. Dengar aku begini hanya semata-mata bosan karena kita belum punya anak, hanya itu percayalah." Ucap Kellan kembali saat melihat Istrinya masih saja terus menangis.
"Tak perduli apapun alasanmu yang jelas hal itu tidak bisa kuterima." Jawab Zea tegas.
"Kau harus terima, aku saja mau menerima mu yang sampai saat ini belum juga bisa memberi ku keturunan." Ucap Kellan yang mulai tidak sesantai tadi.
"Mari kita periksa ke dokter kandungan untuk melihat ada Masalah apa diantara kita berdua hingga membuat kita belum diberi keturunan." Tantang Zea pada Kellan.
"Oh, jadi kau meragukan aku, yang seharusnya ragu itu aku bukan kamu." Ucap Kellan mulai meninggi kan suaranya.
"Jika memang aku penyebab nya maka aku akan mundur dan membiarkan mu bersama wanita itu." Tantang Zea kembali, dia berani begitu sebab dia tau bahwa dia sehat.
__ADS_1
Zea berfikir dengan cara ini bisa memisahkan suaminya dari wanita itu.
"Tapi, jika aku sehat tak bermasalah kau harus tinggalkan wanita itu."