
"Assalamualaikum." Dengan sedikit ragu, Kellan mencoba memberanikan diri mengetuk pintu rumah mantan mertuanya.
"Waalaikumssalam." Jawab Bunda Yasmin, dari dalam rumah sambil berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu.
Lalu, Bunda Yasmin pun memutar kenop pintu rumahnya dan seketika Bunda Yasmin pun kaget melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
"Siapa tamu nya, Bun?" Teriak Ayah Bara dari dalam kamar. Karena tak kunjung ada jawaban, akhirnya beliau pun memutuskan untuk keluar melihat sendiri siapa yang datang.
Seketika, tak hanya Bunda Yasmin, Ayah Bara pun kaget saat melihat siapa yang datang.
"Nak, Kellan." Lirih Ayah Bara.
Lalu, Kellan pun mengulurkan tangannya menyalami Bunda Yasmin dan Ayah Bara secara bergantian.
"Masuk, Nak!" Titah Ayah Bara kemudian, mempersilahkan masuk Kellan.
Sebenarnya ingin rasanya Ayah Bara, langsung saja memukul Kellan dan memaki-maki Kellan. Namun, niat itu beliau urungkan.
Sebab, bagaimana pun Kellan saat ini adalah tamu. Selain itu, beliau juga tak mungkin melakukan itu karena beliau ingin menjadi panutan sebagai orang tua.
Lagi pula, tidak semua kejahatan harus dibalas dengan kejahatan pula kan. Jika jahat dibalas jahat, lalu bedanya kita dengan mereka apa?
Lain Ayah Bara, lain pula Bunda Yasmin. Selain beliau nampak tak suka atas kedatangan Kellan, beliau juga masih merasakan sakit hati atas perlakuan Kellan pada anaknya.
"Bun, mari kita sambut tamu kita dengan baik. Kita sambut niat baik Nak Kellan." Bisik Ayah Bara pada Bunda Yasmin yang masih berdiam diri seribu bahasa.
Bunda Yasmin, pun nampak menghela nafas berat. Lalu, beliau pun masuk kedalam untuk membuat minum dan membawakan cemilan untuk Kellan.
Setelah itu, Bunda pun bergabung duduk disofa ruang tamu.
"Yah, Bun, pertama-tama Kellan datang kesini sebab Kellan ingin meminta maaf secara langsung kepada Ayah dan Bunda." Ucap Kellan dengan bersungguh-sungguh.
"Entah, kesalahan Kellan ini masih bisa dimaafkan atau tidak intinya Kellan tetap ingin meminta maaf. Kellan, ngaku salah." Sambungnya kembali.
"Sekian lama kejadiannya, kenapa baru sekarang, Nak?" Jawab Bunda, yang langsung digenggam tangannya oleh Ayah Bara.
__ADS_1
"Bun," Ayah Bara, memberi kode lewat matanya agar Istrinya tak terbawa emosi.
"Sudahlah, Nak. Semua sudah berlalu. Kami juga sudah memaafkan mu. Anggap saja, kalian memang tak berjodoh." Walaupun sebenarnya Ayah Bara kecewa, dan marah pada Kellan. Namun, beliau tetap terlihat biasa-biasa saja.
"Terimakasih, karena Ayah dan bunda mau memaafkan Kellan. Bahkan kalian masih mau menyambut ku dengan baik. Aku, sungguh malu." Ucap Kellan.
"Bagaimana kamu adalah tamu yang memang harus kami sambut dengan baik. Terlepas dari apapun itu masalahnya." Jawab Ayah Bara, dengan tersenyum.
"Lalu, yang kedua. Saya ingin bertanya soal anak laki-laki yang bersama Zea. Apakah dia anaknya Zea?" Tanya Kellan, dengan hati-hati.
DEG......
Ternyata dugaan Bunda Yasmin benar, Kellan datang pasti sebab ada tujuan lain. Bukan semata-mata hanya karena ingin meminta maaf.
Jika benar hanya ingin meminta maaf. harusnya itu sudah dia lakukan sejak dulu-dulu, bukannya baru sekarang.
Empat tahun lamanya kejadian itu, kenapa baru sekarang. Kemana aja selama ini. Rupanya memang benar, ada udang dibalik bakwan.
"Kau tau, jika Zea sekarang sudah menikah? Bukan suatu hal yang aneh bukan jika dia memiliki anak?" Jawab Ayah Bara dengan santai.
Bagaimana tidak, bisa-bisa dia tidak tau jika Istrinya tengah hamil pada saat itu. Bukankah itu semakin menunjukkan kualitas seperti apa saat Kellan masih menjadi Suami putrinya.
"Tapi memang seperti itu kenyataan, Nak?" Ucap Ayah Bara meyakinkan Kellan.
"Tapi, Yah,"
"Memangnya apa, yang membuat kamu berfikir bahwa anak itu adalah anak kamu?" Kini berganti Ayah Bara yang bertanya kepada Kellan.
"Aku merasakan ada sesuatu yang aneh saat aku menatap wajah anak itu, Yah."
Ayah Bara pun, mencoba meyakinkan Kellan kembali. Bahwa anak yang dimaksud Kellan bukanlah anaknya. Walaupun sebenarnya memang anaknya. Tapi, mereka memang sengaja menyembunyikan nya karena tak ingin ada drama-drama selanjutnya yang akan dibuat oleh keluarga Kellan nantinya.
Sekeras apapun usaha Kellan, tapi kenyataannya tetap sama. Dia tak membuahkan hasil memuaskan seperti yang dia inginkan.
Akhirnya, walaupun dengan berat hati dan rasa yang masih mengganjal. Kellan, pun harus pulang dengan tangan hampa.
__ADS_1
Meskipun mantan mertuanya sudah meyakinkan secara detail, entah kenapa Kellan masih merasakan hal yang aneh dan susah untuk percaya.
Apakah ini karena ikatan batin Ayah dan anak. Atau, hanya karena Kellan terlalu memikirkannya dan berharap lebih.
Kellan pun memutuskan untuk pulang kembali kekota A. Padahal Ayah Bara sudah menawarkan untuk menginap saja, tapi Kellan menolak.
Dia tak mau jika sampai menginap justru akan membuat sang Istri curiga padanya. Padahal, Istrinya sudah mengetahui semuanya. Kini Kellan, tinggal menunggu semburan naga yang sewaktu-waktu akan menyembur dirinya tanpa ampun.
Diana terus-menerus memantau GPS diponsel nya guna melihat keberadaan Kellan. Dia sudah tidak sabar untuk menyembur Kellan, dengan ucapan pedas, sepedas cabe Carolina reaper tentunya.
Diana yang lagi pusing sebab omset cafenya terus menurun, justru malah menemukan fakta jika Suaminya sedang kepo dengan kehidupan mantan Istrinya. Membuat Diana semakin pusing sembilan keliling.
Sesuai janji Alvaro kepada putranya. Kini dia pulang dari kantor membawa berita bahagia.
Dia telah mengosongkan jadwalnya untuk satu Minggu kedepan agar bisa mengajak anak dan Istrinya pulang kampung.
Sebenarnya Alvaro juga sedang harap-harap cemas. Bagaimana jika putranya tau, kalau dia bukanlah Ayah kandungan nya. Apakah cinta anaknya masih sama besarnya? Atau justru cintanya berpindah untuk Ayah kandung nya.
Membayangkan saja dia sungguh sudah tidak rela, apa lagi jika itu benar-benar terjadi.
Entah bagaimana jadinya Alvaro nanti. Sebab, Alvaro sudah begitu menyayangi Suga seperti anak kandungannya sendiri.
Saat sudah sampai dikediaman rumah mewah milik Alvaro. Dia pun lalu turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam rumahnya.
Dia pun langsung naik kelantai atas mencari keberadaan anak dan Istrinya.
Ceklek
Dibukanya pintu kamarnya. Alvaro, pun tersenyum saat melihat kedua orang yang dia cintai sedang tertidur dengan lelapnya.
Alvaro, lalu melangkah dengan pelan karena takut membangunkan Istri dan anaknya yang sedang tidur.
Diusapnya pelan rambut Suga. "Sayang, jangan pernah tinggalkan Dady ya. Jangan pernah kurangin rasa cinta dan sayangmu untuk Dady." Lirih Alvaro, dengan hampir menjatuhkan air matanya, Lalu tiba-tiba.
"Dady!"
__ADS_1