Bertahan Sakit, Berpisah Sulit

Bertahan Sakit, Berpisah Sulit
Pelakor VS mertua


__ADS_3

"Beri saya informasi tentang keluarga Kellan secepatnya dan sedetail mungkin, saya tidak mau terlewat sedikit pun." Ucap seseorang diambang telfon itu.


"Baik nona." Ucap seseorang laki-laki patuh atas perintah nya.


Tak menunggu waktu lama rupanya seseorang itu telah menemukan semua data keluarga Kellan hanya dalam waktu 1jam.


Selain orang suruhan itu profesional keluarga Kellan adalah keluarga dari kalangan biasa jadi dengan begitu mudahnya mendapatkan informasi tentang keluarga nya.


Setelah dirasa cukup detail seseorang itu kemudian pergi menemui bos nya.


Sesampainya di tempat yang sudah ditentukan mereka bertemu, laki-laki itu bergegas menemui sang bos.


"Permisi Nona, ini data yang anda minta." Ucap laki-laki itu dengan memberikan laporan yang wanita itu inginkan dan dengan menceritakan bagaimana kehidupan keluarga Kellan dengan detail.


Setelah dibuka semua isi laporan dan mendengarkan laporan sang anak buah, wanita itu pun menyinggung kan senyumnya licik.


"Bagus, kerja yang sangat bagus. Saya akan transfer bayaran kamu." Ucap wanita itu dengan tersenyum puas.


Dari laporan itu lah dia mulai menyusun semua rencana jahatnya.


"Kita liat baby, sebentar lagi permainan kita mulai." Ucap wanita itu kembali dengan tersenyum jahat.


Setelah dirasa urusannya telah selesai laki-laki itu pun pamit mengundurkan diri.


"Kalau begitu saja permisi Nona." Ucap laki-laki itu menunduk sopan.


"Tunggu!" Ketika laki-laki itu akan melangkah kan kakinya tiba-tiba dicegah oleh wanita itu.


"Saya ada satu tugas lagi. Cari informasi dengan detail lagi keluarga dari Istrinya Kellan berikut Istrinya juga." Ucap tegas wanita itu, lalu menyodorkan sebuah foto.


"Baik Nona." Ucap laki-laki itu dengan mengambil selembar foto yang diberikan.


Setelah itu laki-laki itu pun benar-benar pergi, kini tinggal menyisakan wanita itu sendiri.


"Halo, siap kan saya bingkisan mewah yang lengkap saya ambil 1 jam lagi." Ucap wanita itu yang tengah menelfon seseorang.


Setelah selesai wanita itu pun berjalan menuju mobil lalu masuk dan menjalankan kereta besi miliknya.


Tiba-tiba dirumah Kellan, Ibunya Kellan yang tengah duduk di teras depan rumah pun dikejutkan dengan kedatangan dua mobil sport BMW seri 4.


Lalu tak lama kemudian keluarlah seorang wanita cantik nan modis dari dalam mobil, lalu disusul dua orang ajudan yang membawa bingkisan mewah.


Wanita itu pun melangkah menghampiri Ibunya Kellan yang tengah melongo melihat apa yang terjadi dihadapannya saat ini.

__ADS_1


"Selamat siang Tante." Sapa wanita itu ramah nan lembut kepada Ibunya Kellan dengan tersenyum manis.


"Si---siang juga, maaf anda siapa ya?" Jawab Ibunya Kellan dengan gagap sebab syok.


"Perkenalkan nama saya Diana Anastasya, saya teman dekatnya Kellan Tante." Ucap Diana tanpa ragu dan malu menyebut bahwa dirinya teman dekat Kellan, seorang laki-laki beristri.


"Waaahhhh, kenapa Kellan tak pernah cerita kalau punya teman dekat cantik seperti ini." Puji Ibu nya Kellan sudah mirip bak penjilat.


"Ini mah jauh lebih kaya dari pada gadis yang mau aku jodohkan dengan Kellan itu, wahhh ini kesempatan bagus Kellan harus menikah dengan wanita ini, ini sih namanya dapet durian musang king runtuh." Monolog Ibunya Kellan dalam hati


"Ayo silahkan masuk Nak." Ajak Ibunya Kellan ramah.


Merekapun kini masuk kedalam rumah, lalu Ibunya Kellan mempersilahkan Diana untuk duduk.


"Sebentar ya Ibu bikinkan minum dulu." Ketika Ibunya Kellan mau pergi membuat minum tiba-tiba saja dicegah oleh Diana.


"Tidak usah repot-repot Bu, saya tak lama lebih baik Ibu menemani saya mengobrol saja." Ucap Diana dengan berusaha mengambil hati calon Ibu mertuanya.


Mereka pun kini mengobrol dengan asyik, ternyata dugaan Diana benar, akan gampang mendekati Ibunya Kellan tinggal beri saja barang-barang mewah dan mahal maka semuanya akan mulus tanpa hambatan.


"Bu, saya dan Mas Kellan sesungguhnya memang ada hubungan Bu, saya sangat mencintai Mas Kellan, menurut Ibu gimana saya harus maju atau mundur kan Mas Kellan sudah punya Istri." Ucap Diana menunduk lesu dan memasang muka sok sedihnya untuk melancarkan aksinya.


"Apa! jadi kalian ini sepasang kekasih begitu." Jawab Ibu Kellan yang pura-pura kaget.


"Bagus, dengan mereka yang sudah memiliki hubungan itu akan mempermudah menyatukan mereka." Monolog Ibunya Kellan dalam hati.


"Ini yang gue suka, dengan restu dari Ibunya Kellan yang sudah aku dapatkan ini akan mempermudah jalanku memilikimu Mas." Monolog Diana dalam hati.


"Benarkah Bu," Ucap Diana mencoba meyakinkan ucapan calon mertuanya itu kembali.


Ibunya Kellan pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Dikampung halaman Zea.


Disiang hari yang terasa panas akibat teriknya matahari itu tiba-tiba saja Zea menginginkan sesuatu.


"Mas panas-panas begini makan rujak enak dech kayaknya." Kata Zea dengan susah payah menelan slavinanya yang terasa banjir hanya dengan membayangkan sebuah rujak.


"Tumben kamu pengen rujak, biasanya nggak mau takut asam lambungnya kumat." Jawab Kellan yang heran sebab Zea biasanya enggan memakan rujak sebab takut jika nanti asam lambung nya kumat.


"Tapi kali ini aku benar-benar pengen Mas." Pinta Zea lagi dengan memohon.


"Ya udah Mas carikan dulu ya." Akhirnya Kellan pun mengalah dan mencari kan rujak buah yang Istrinya inginkan.

__ADS_1


Zea pun tersenyum girang bak anak TK mendapat uang saku lebih.


Kellan pun kini mulai melajukan mobilnya mencari rujak buah yang diinginkan sang Istri.


Lalu Zea pun menghampiri sang Bunda yang tengah makan siang dengan sang Ayah.


"Wah, Bunda makan apa sepertinya enak, Zea mau dong Bun." Zea pun menyodorkan mulutnya dengan mangap siap menerima suapan dari Bundanya.


"Aaaaaaaaa"


"Tapi ini tuh pindah ikan patin sayang." Jelas Bunda Yasmin pada Zea yang merasa aneh, sebab sang putri kesayangannya itu tidak suka dengan ikan yang tak bersisik.


Menurut Zea ikan uang tak bersisik itu geli baginya, tapi ini anehnya dia sudah tau tapi kenapa tetap ingin memakannya.


"Nggc papa Bun, Zea mau." Tegas Zea yang ngeyel tetap ingin mau memakan pindang ikan patin itu.


Akhirnya Bunda Yasmin pun menuruti saja keinginan anaknya kesayangan nya itu nanti jika dia sudah sadar juga akan berhenti. Namun, diluar dugaan Zea justru makan dengan lahabnya pindang ikan patin itu, ikan yang selama ini sangat ditolak kehadiran nya oleh Zea.


Bunda Yasmin pun mencoba bertanya pada suaminya lewat sorot mata, lalu Ayah Bara pun hanya mengangkat sedikit bahunya menandakan bahwa beliau juga tidak tau apa yang sedang terjadi pada putri kesayangannya mereka itu.


Tak lama kemudian setelah Zea selesai makan, Kellan pun datang dengan dua bungkus rujak buah pesanan sang Istri.


"Sayang ini rujak buah pesanan kamu." Ucap Kellan dengan menyodorkan dua bungkus rujak buah tersebut kepada sang Istri.


Zea pun menerima dengan antusias, hanya mendapatkan rujak buah saja namun ekspresi wajah Zea seperti orang menemukan berlian yang totalnya milyaran saja.


Ayah Bara, Bunda Yasmin, dan Kellan, mereka bertiga pun saling pandang dengan sorot mata bertanya-tanya ada apa dengan Zea.


"Waaahhhh, terimakasih Mas, ini pasti enak sekali." Zea lalu membuka bungkusan rujak buah tersebut lalu memakannya.


"Sejak kapan kamu suka rujak buah sayang?" Tanya Ayah Bara yang kini mulai ikut buka suara.


"Mulai siang ini." Jawab Zea santai dengan menikmati rujak buah yang sangat ia inginkan itu.


Tak terasa kini dua bungkus rujak buah tersebut telah berpindah kedalam perut Zea, Dan dengan disaksikan oleh tiga pasang mata yang geleng-geleng kepala menyaksikan Zea makan.


Bagaimana tidak, sebab Zea sudah seperti tak ada kenyangnya karena tadi dia sudah makan siang bersama dengan Kellan, lalu ia ikut makan lagi dengan lahapnya bersama Ayah dan Bundanya, lalu sekarang memakan dua bungkus rujak buah sendirian.


Tiba-tiba dari arah luar terdengar suara Abang-abang jualan Es cendol keliling, tak menunggu lama begitu mendengar suara itu Zea langsung berlari mencari keberadaan Abang-abang penjual es cendol keliling tersebut.


Belum selesai dengan itu kini mereka bertiga dibuat melongo lagi dengan tingkah aneh Zea yang tiba-tiba berlari mencari sumber suara ketukan gelas yang diketuk oleh Abang-abang penjual es cendol keliling tersebut.


Ting....

__ADS_1


Ting.....


Ting.....


__ADS_2