
Alvaro Prabezwara, Seorang laki-laki tampan berumur 33 tahun, dia seorang CEO disebuah perusahaan bernama Prabezwara Groub perusahaan tersebut berjalan dibidang properti.
Perusahaan tersebut peninggalan dari mendiang kedua orang tua nya, yang ada tak hanya didalam negeri tapi juga diluar negeri.
Sukses menjalankan perusahaan mendiang kedua orang tua nya tak membuat ia merasa berhasil sepenuhnya, mungkin dia memang menang dalam memimpin sebuah perusahaan namun, dia kalah dalam urusan percintaan.
Seseorang yang selama ini ia damba akan menjadi kekasih halalnya nyatanya telah menjadi milik orang lain.
Dia adalah Ghazea Azhagar, gadis yang selama ini menjadi tujuan dan semangat seorang Alvaro Prabezwara namun, nyatanya semua itu hanya mimpi belaka.
Alvaro pergi dari kampung halaman nya sebab diajak pindah oleh mendiang kedua orang tua nya, dengan alasan ingin mengembangkan perusahaan nya 11tahun yang lalu.
Flashback on
"Ze, aku akan pergi dari kampung ini ikut kedua orang tua ku, beliau ingin mengembangkan perusahaan, bagaimana menurut mu?" Tanya Alvaro saat tengah berdua dengan Zea disebuah taman tak jauh dari sekolahan Zea.
"Apakah jauh Kak?" Tanya Zea dengan mata berbinar, sebab Alvaro adalah cinta pertama nya namun kini mereka harus berpisah.
"Iya, kami akan pindah ke Swiss." Terang Alvaro dengan wajah lesu, karena sebenarnya dia sangat berat jika harus meninggalkan gadisnya itu.
"Aku akan menunggu mu kak, asal kakak selalu memberi ku kabar agar penantian ku tak sia-sia." Tutur Zea dengan memaksakan senyumnya.
"Kakak janji, akan selalu memberi mu kabar dan kakak berjanji akan datang melamarmu didepan kedua orang tua kita." Terang Alvaro dengan menarik Zea kedalam pelukannya.
"Aku berjanji Zea, kamu akan menjadi wanita pertama dan terakhir dalam hidupku apapun yang terjadi nanti." Monolog Alvaro dalam hati.
"Tunggu kakak kembali ya, percayalah suatu saat kakak akan kembali untuk mu, untuk cinta kita." Ucap Alvaro kembali dengan semakin mengeratkan pelukannya.
"Janji." Kata Zea dengan mendongakkan wajahnya agar dapat melihat wajah Alvaro.
"Janji." Jawab Alvaro dengan tersenyum manis.
Flashback off.
Namun, tuhan berkata lain. Mereka hanya bisa berencana namun tetap semua kembali pada tuhan yang maha kuasa.
Dua tahun mereka berpisah, mereka masih lancar berkomunikasi namun, setelah itu mereka berdua lost kontak.
Semua itu terjadi karena Alvaro terguncang dengan kabar bahwa kedua orang tua nya meninggal dunia karena kecelakaan.
Dari situ Alvaro sangat terpukul hebat, jangankan ingat dengan Zea dengan dirinya saja ia abay.
Sampai suatu saat perusahaan kedua orang tua nya bermasalah, dan dengan dorongan asisten pribadinya yang bernama Shaka Malik akhirnya Alvaro bangkit dan memperjuangkan kembali perusahaan yang sudah dengan susah payahnya mendiang orang tuanya bangun.
Alvaro menjadi begitu sibuk dengan urusan perusahaan yang terbengkalai itu hingga menutup semua aksesnya tanpa dia sadar karena ulahnya menutup semua akses nya ia telah membuat seorang gadis kebingungan mencari kabarnya.
Dari situlah awal mula putusnya hubungan komunikasi antara Alvaro dan Zea.
__ADS_1
Hingga beberapa tahun belakangan ini Alvaro merasa ia sudah siap untuk menemui Zea dan menepati janji nya dulu namun, semua itu sudah terlambat.
Zea kini sudah menikah namun, Alvaro tak menyerah begitu saja meskipun ia sudah tau bahwa Zea telah menikah ia tetap mencari tau tentang Zea.
Hingga ia tau bagaimana sulitnya menjadi Zea, yang hidup ditengah-tengah mertua yang sangat kejam.
Ya, orang yang selama ini disekeliling Zea adalah Alvaro, dan mereka beberapa kali bertemu disengaja atau tak disengaja namun, Zea tak tau itu sebab 11 tahun berpisah dan tinggal diluar negri membuat penampilan Alvaro berubah drastis hingga Zea tak mampu mengenali nya lagi.
Kini Alvaro mencoba untuk mengikhlaskan Zea, ia sadar betul semua ini salahnya sepenuhnya.
Namun, ketika Alvaro mulai ingin mengikhlaskan justru ia menemukan fakta baru, Alvaro menemukan fakta perselingkuhan antara Kellan dan Diana apa lagi mertuanya itu ternyata ikut mendukung hubungan tersebut.
Tak hanya itu, Alvaro juga mengetahui bahwa ternyata Diana menyuruh anak buahnya untuk mengakses informasi tentang keluarga Zea namun, untung nya ia sudah menutup akses tersebut.
Rahang Alvaro mengeras menahan emosi saat mendengar semua informasi dari asisten pribadinya, semula Alvaro berniat untuk mundur dan mengikhlaskan tapi tidak dengan saat ini.
"Aku bersumpah akan merebut cintaku kembali, laki-laki sampah itu tidak pantas untuk wanita sebaik Ghazea." Monolog Alvaro dengan menegur segelas alkohol, lalu melempar gelas tersebut kesembarang arah.
PRAAANGGG.........
Alvaro tadinya memang ingin mengikhlaskan Zea namun, setelah mengetahui fakta tersebut ia tak terima dan tak akan rela jika melihat Zea selalu tersakiti.
Alvaro membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah foto masa lalu, yaitu terdapat foto dirinya dengan Zea.
"Hai anak kucingku, Apa kau tidak rindu pada baby pandamu ini hemmm." Gumam Alvaro pada foto itu dengan mengelus-elus foto tersebut.
Lalu Zea memanggil Alvaro dengan sebutan baby panda sebab, bagi Zea Alvaro itu lucu seperti boneka panda kesukaannya namun, hewan panda akan berubah menjadi ganas saat seseorang mengusik miliknya begitu juga dengan Alvaro, okeh sebab itu Zea memanggil nya baby panda.
Alvaro kini senyum-senyum sendiri mengingat kenangan Tempo dulu saat ia masih menjadi orang biasa, dan kenangan nya bersama Zea yang begitu manis.
Alvaro kini tengah berfikir harus melangkah seperti apa untuk merebut cintanya kembali.
Sungguh ia tidak rela melihat Zea tersakiti lebih lama lagi namun, ia tetap harus bermain cantik.
Keesokan harinya dirumah kontrakan.
Kini Zea dan Kellan telah kembali kekota, karena masa cuti Kellan sudah habis dan Kellan juga harus segera keluar kota untuk tugas kantor.
"Sayang, Mas pamit ya, kamu hati-hati dirumah kalau bosen suruh Jihan tidur disini saja atau kamu yang tidur disana." Kata Kellan dengan sambil berpamitan.
"Iya Mas, kamu hati-hati juga ya dijalan." Kellan pun mencium kening Zea lalu berjalan menuju mobilnya.
Kellan pun menjalankan mobilnya dengan mengklason Zea dan melambaikan tangan nya kepada Zea yang masih menunggunya didepan rumah.
Zea pun membalas melambaikan tangan pada suaminya itu, hingga mobilnya Kellan tak nampak lagi baru lah Zea masuk kedalam rumah.
Tak selang waktu lama, tiba-tiba pintu Zea ada yang mengetuk dari luar.
__ADS_1
Tok.......
Tok........
Tok.........
Zea pun langsung berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.
CEKLEK.......
"Ibu, masuk Bu." Ternyata yang datang adalah Ibu mertua nya, ia pun mempersilahkan Ibu mertua nya itu masuk kedalam rumah.
"Tidak usah repot-repot, Ibu tak lama." Jawab Ibunya Kellan sinis.
"Ibu hanya ingin memastikan satu hal, apa kamu sudah hamil." Sambung Ibunya Kellan yang mulai berulah.
DEG.......
Sungguh pertanyaan yang menyakitkan hati bagi Zea.
"Belum Bu." Lirih Zea dengan menundukkan kepalanya.
"Sudah ku duga, tak perlu basa-basi lagi sekarang Ibu minta kau tinggalkan Kellan." Ucap Ibunya Kellan yang mampu menyayat hati Zea.
"Aku tak akan meninggalkan Mas Kellan jika bukan Mas Kellan sendiri lah yang menyuruh ku." Jawab Zea dengan mendongakkan kepalanya menatap wajah sang Ibu mertua.
"Ohhhh, berani ya kamu sekarang sama Ibu, hebat!" Ucap Ibunya Kellan dengan sembari tepuk tangan.
Lalu Ibunya Kellan itu mengambil segepok uang dari dalam tasnya lalu dilemparkan tepat diwajah Zea uang itu pun berhamburan.
"Ini uang sebagai hadiah untuk kamu agar mau meninggalkan putra saya Kellan." Kata Ibunya Kellan dengan angkuh dan sinis.
Zea pun mematung sekilas menerima perlakuan Ibu mertuanya tersebut, lalu Zea pun berjongkok memunguti uang tersebut dengan meneteskan air matanya.
Setelah semua sudah terkumpul Zea lalu mengambil salah satu tangan Ibu mertuanya itu dan mengembalikan uang tersebut.
"Maaf Bu, saya tidak gila harta jika saya memang gila harta saya sudah dari dulu meninggalkan anak Ibu dan mencari yang lebih kaya apa lagi Ibu selalu memperlakukan saya dengan buruk. Jika Ibu berfikir karna harta lah saya bertahan dalam rumah tangga ini Ibu salah, saya bertahan karena atas nama Cinta, jika atas nama kesetiaan itu tak ada dalam diri Mas Kellan apa lagi harta." Ucap Zea tenang namun, sukses memancing emosi dari Ibu mertuanya itu.
PLAAAKKKK.......
Satu tamparan telah mendarat dengan sempurna dipipi mulus milik Zea.
"Kurang ajar, beraninya kau bicara seperti itu pada Ibu mertua mu hah." Ucap Ibu Kellan yang terpancing emosi tak terima dengan ucapan Zea walaupun itu benar adanya.
Ternyata dari kejauhan ada seseorang yang melihat semua kejadian itu lalu ingin melangkah keluar dari dalam mobil namun, keinginannya itu ditahan oleh seseorang.
"Jangan gegabah, sebaiknya kita tunggu sampai mana dia akan bersikap."
__ADS_1