
"Halo Bu, gimana apakah rencana kita berhasil?" Tanya Diana lewat sambungan telefon.
"Gagal Nak, kau tau justru dia malah bicara kurang ajar pada Ibu." Jawab Ibu Syafana dengan kesal.
"Tenang lah Bu, aku masih punya rencana lain, Ibu tenang saja." Kata Diana mencoba menenangkan Ibunya Kellan.
"Baiklah, Ibu percayakan padamu." Jawab Ibu Syafana pasrah.
AAAAAHHHHHRRRRRGGGGGG
Teriak Diana yang sebenarnya juga ikut kesal karena rencananya lagi-lagi gagal namun, Diana tak kehabisan akal justru kali ini dia punya ide lebih gila lagi.
Kellan kini baru saja selesai dengan pekerjaan nya dan akan kembali ke hotel untuk bersih-bersih sebelum menemui selingkuhan nya yaitu Diana.
Kellan dan Diana sudah janjian akan bertemu setelah pekerjaan Kellan selesai.
Kini, Diana pun juga mulai bersiap-siap untuk bertemu dengan Kellan, mereka janjian bertemu diapartemen milik Diana.
Sepeninggalan Ibu mertuanya tadi, Zea pun kini mendudukkan dirinya di atas bangku teras depan rumah kontrakan nya dengan masih menangis dan mengelus pipi merahnya akibat tamparan Ibu mertuanya.
Tiba-tiba saja Zea dikagetkan dengan seseorang yang tiba-tiba menyodorkan sapu tangan tepat dihadapannya.
Zea pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang tersebut. Namun, saat pandangan mereka sudah bertemu Zea merasa pemilik bola mata indah itu tidaklah asing baginya tapi jika dari fisik tentu sangatlah asing bagi Zea.
DEG
Seseorang justru malah tersenyum manis namun, entah kenapa diwaktu yang bersamaan juga meneteskan air matanya.
Zea pun tiba-tiba tertular ikut tersenyum manis melihat senyuman seseorang tersebut.
Melihat Zea membalas senyuman nya seseorang itupun terulur mengelap air mata Zea dengan lembut, ketika mengelap wajah Zea pandangan seseorang itu pun justru malah seperti kembali kemasa lalu disaat ia dulu dengan Zea. Ya, seseorang itu adalah Alvaro Prabezwara.
Zea pun kini heran sebab ia merasa begitu nyaman saat Alvaro mengelap lembut pipinya. Namun, saat tepat dibagian yang ditampar oleh Ibu mertuanya Zea sedikit meringis menahan sakit.
"Apa ini sakit?" Tanya Alvaro lembut dengan mengelus pipi Zea.
Zea pun hanya mengangguk kan kepalanya sebagai tanda jawaban.
__ADS_1
Alvaro kini berjongkok tepat dihadapan Zea, dengan mengelus pucuk kepala Zea.
"Apa kau tidak rindu dengan baby panda mu hemm?" Tanya Alvaro lembut namun, sukses membuat Zea membulatkan matanya dengan sempurna sebab ia sangat syok mendengar pertanyaan itu.
Alvaro tak menghiraukan Zea yang tengah syok justru ia malah merentangkan kedua tangannya siap untuk melakukan Zea.
Zea yang tengah syok itu pun hanya diam saat Alvaro kini telah benar-benar memeluknya, Zea masih bingung dalam memahami keadaan saat ini sekarang.
Cukup lama Alvaro memeluk Zea, Alvaro sangat bahagia bisa memeluk Zea saat ini seolah rindunya selama ini telah menemui titik temu.
"Maaf, aku terlambat memenuhi janjiku padamu." Lirih Alvaro yang kini sudah melerai pelukannya.
"Tunggu, aku masih belum paham." Jawab Zea memastikan, walaupun sebenarnya dari kata-kata Alvaro ia sudah paham maksud arah pembicaraan ini.
"Tidak mungkin jika kamu tidak paham dengan semua yang aku katakan tapi baiklah aku akan memperjelas. Aku Alvaro Prabezwara sekaligus baby panda mu, kita dulu memiliki hubungan dekat dan kita memiliki janji yang telah terlambat aku tepati." Zea pun menggeleng-geleng kan kepalanya tak percaya seseorang yang dulu ia sangat rindukan kini ada tepat dihadapannya.
Zea pun justru kini semakin menganga setelah mendengar penjelasan Alvaro barusan.
Zea menangis bahagia sekaligus sedih, bahagia bisa bertemu kembali namun, juga sedih sebab situasi bertemu mereka saat ini tidak sesuai keinginan Zea waktu itu.
"Jangan menangis ku mohon, aku tak suka itu." Kata Alvaro dengan menghapus air mata Zea.
"Ssttttttttt. Jangan diteruskan, aku tau apa yang ingin kamu katakan." Kata Alvaro dengan menempelkan jari telunjuk nya dibibir Zea.
"Apa yang kakak tau." Dengan polosnya Zea menanyakan hal tersebut, membuat Alvaro menyunggingkan sebuah senyuman.
"Aku tau semuanya, bahkan apa yang kamu tak tau aku tau." Alvaro dengan begitu percaya diri mengatakan hal itu membuat Zea mengernyitkan keningnya.
"Apa yang aku tak tau, dan kenapa justru kakak yang tau." Lagi-lagi Zea menanyakan hal yang membuat Alvaro justru semakin gemas pada Zea.
Saking gemasnya Alvaro menarik hidung pesek Zea itu, hingga membuat sang empunya mengadu sakit.
Tapi Alvaro bukannya kasian justru malah semakin gemas pada Zea dan beralih mencubit gemas pipi Zea, hingga membuat Zea mengerucutkan bibirnya.
"Sudahlah kita bahas yang lain saja, apa kamu tidak penasaran kenapa kita bisa lost kontak saat itu." Tanya Alvaro mengalihkan arah pembicaraan.
"Apa itu masih diperlukan saat ini, kakak tau jika itu semua sudah terlambat sekarang." Lirih Zea dengan tatapan menjadi sendu.
__ADS_1
Dikota X kini, dua sepasang kekasih tengah temu kangen.
Disaat ini lah Diana akan melancarkan aksinya.
"Kali ini aku tidak boleh gagal lagi." Gumam Diana dalam hati.
"Mas, apakah hubungan kita akan hanya sebatas ini?" Tanya Diana dengan manja yang kini menyenderkan kepalanya di bahu Kellan.
"Entahlah Di, aku juga bingung." Jawab Kellan dengan bimbang, Kellan tak mau serius dengan Diana namun, juga tak mau meninggalkan Diana.
"Tapi Mas, aku butuh kepastian." Kata Diana dengan menahan kesal akibat Kellan masih saja bimbang padanya.
"Aku sedang lelah, aku butuh ketengan, kumohon jangan bahas ini sekarang." Ucap Kellan dengan memohon sebab dia memang sangat lelah hari ini.
Diana pun diam karena ia juga tak mau menghancurkan rencana busuknya jika harus berdebat dengan Kellan saat ini.
Dia pun kini mulai melancarkan aksinya, Diana berdiri lalu masuk kedalam kamar ganti dan mengganti bajunya dengan menggunakan Lingerie.
Diana lalu keluar dari dalam kamar ganti dan langsung sukses membuat Kellan melongo.
Kellan yang melihat pemandangan indah didepannya pun dengan susah payah menelan slavinanya.
Diana kini berjalan menghampiri Kellan dan mulai meraba-raba dada bidang Kellan yang membuat sang empunya merasakan desiran aneh pada tubuhnya.
Diana lalu naik diatas pangkuan Kellan dan dengan berani mencium bibir Kellan, Kellan yang sudah terpancing nafsu pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Kellan menarik tengkuk Diana dan mulai ******* bibir Diana dengan bringas.
Cukup lama ciuman itu hingga mereka harus terpaksa melepas karena tak ada nya lagi oksigen.
Setelah merasa sudah cukup oksigen mereka pun mengulang kembali ciuman panas tersebut, dengan kini tangan Kellan ikut berkeliaran dan meremas dua bukit kembar milik Diana.
"Aaaahhhhh" Des**an itu pun lolos dari bibir Diana saat merasa nikmatnya remasan dari tangan Kellan pada dua bukit kembarnya.
Kellan yang merasa sudah tak tahan pun kini berdiri dengan menggendong Diana ala koala tanpa melepas ciuman mereka lalu berjalan menuju ranjang.
Saat sudah sampai, Kellan menidurkan Diana diatas ranjang lalu melucuti semua pakaian Diana juga pakaian dirinya hingga tak lagi ada sehelai benang pun.
__ADS_1
Kellan pun kini memulai kembali ciuman tersebut dengan lebih bringas ciuman penuh nafsu. Namun, disaat Kellan sudah ingin memasukkan senjata rudalnya kedalam goa milik Diana tiba-tiba saja.