
Zea pun kini menduduk kan dirinya di halte bus, lalu mengambil ponselnya dan mengaktifkan kembali ponsel nya yang sengaja dinonaktifkan oleh Zea tadi. Begitu ponselnya menyala ternyata Zea sudah mendapat puluhan panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Kellan melalui aplikasi hijau.
Zea pun sengaja mengabaikan semua itu, karna tujuannya mengaktifkan ponselnya itu adalah karna dia ingin memesan taxi online dari sebuah aplikasi. Zea pun memesan taxi online, dengan tujuan suatu tempat yang memang sudah lama ia ingin kunjungi, Tempat itu berada diluar kota. Setelah selesai memesan taxi online, Zea pun menutup kembali ponselnya dan menyimpan nya. Tak menunggu waktu lama taxi pesanan Zea pun kini telah sampai. Mobil Dengan plat X itu pun berhenti tepat didepan Zea duduk, sang sopir pun lalu menurunkan kaca mobil sambil bertanya.
"Dengan Ibu Ghazea Azhagar?"
"Iya Pak, saya." Zea pun langsung naik kedalam mobil, lalu sang sopir pun mulai melajukan kereta besi nya itu.
"Sesuai aplikasi ya buk?" Tanya sang sopir kembali.
"Iya Pak." Jawab Zea dengan tersenyum.
Zea pun hanya melamun disepanjang perjalanan nya. Zea pun nampak berfikir, benarkah tindakan nya itu, meninggalkan rumah tanpa seizin dari sang suami. Tapi mau bagaimana lagi, Zea juga membutuhkan ketenangan karna, jika dia masih ada didalam rumah tersebut dia tidak akan mendapatkan ketengan itu. Di sela-sela melamun nya ponsel Zea kembali berdering, Zea pun mengambil ponsel untuk melihat siapa yang menelfon. Setelah tau siapa yang menelfon, Zea pun meletakkan kembali ponselnya tanda dia tak mau menerima panggilan tersebut.
Cukup lama perjalanan kini Zea telah sampai ditempat yang dituju. Tempat wisata cantik nan indah juga menyediakan tempat penginapan itu menjadi tujuan Zea yang letaknya dikota D. Setelah sampai Zea pun langsung membayar dan bergegas turun dari taxi tersebut.
"Terimakasih Pak." Ucap Zea sopan dengan tersenyum manis.
"Sama-sama Buk." Jawab sang sopir ramah.
Zea pun kini berjalan beberapa meter menuju tempat penginapan. Setelah sampai Zea pun langsung memesan kamar., setelah selesai memesan kamar Zea pun masuk kedalam kamarnya lalu merebahkan dirinya diatas kasur yang empuk dan lebar itu.
Zea pun kini kembali duduk lalu meraih dompetnya didalam tas, lalu diambilnya selembar foto dirinya dengan sang suami. Diamatinya foto itu dan tak terasa air mata lolos begitu saja dengan derasnya, lalu dielusnya pipi mulus yang masih terasa nyeri akibat tamparan Kellan beberapa jam lalu. Dada Zea pun begitu sesak mengingat kejadian itu. Kejadian dimana dengan teganya sang suami menampar dirinya dengan begitu kencang.
"Bu, apa salahku padamu sehingga Ibu tega melakukan ini semua padaku Bu." Zea pun memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, sebab mengingat betapa jahatnya sang mertua padanya. Bukan jahat fisik melainkan jahat mental, Ibu mertua nya dengan begitu tega memfitnah dirinya.
__ADS_1
"Apa pengabdian ku selama ini masih kurang untuk kalian, kalian memperlakukan aku layaknya seorang pembantu. Namun, aku terima semua itu karna aku memang ingin berbakti kepada mertua dan suamiku. Tapi apa, apa, yang aku dapat justru kalian mempermainkan aku seperti ini." Monolog Zea dengan sedikit emosi.
Zea pun kembali menangis sejadi-jadinya, untuk meluapkan semua perasaan yang bercampur aduk. (Gado-gado kali ahhh campur aduk haha).
"Mas, apa masih kurang waktu selama satu tahun ini untuk kamu mengenalku. Selama satu tahun kita bersama aku tak pernah menuntut mu apapun kecuali kasih sayang dan kesetiaan. Tapi kenapa kau tega melakukan ini padaku Mas." Setelah mengucapkan itu pun Zea kembali menangis histeris.
"Kenapa kau tidak mencari tau kebenaran nya dulu sebelum kau menghakimi aku. Bahkan selama kita berumah tangga kau memperlakukan aku dengan sangat tidak adil. Kau diam-diam selalu memberi jatah uang kepada Ibu dan adik mu, tapi kau melupakan aku. Aku Istri mu Mas." Lanjut Zea dengan masih menangis Hiks.... Hiks..... Hiks...
"Aku juga berhak mendapatkan jatah uang darimu Mas, Apa kamu pikir itu adil untuk ku Mas." Monolog Zea meluapkan uneg-uneg dalam hatinya namun, semua itu percuma karna dia hanya berbicara sendiri.
Setelah meluapkan uneg-uneg nya dengan menangis dan berbicara sendiri, lama-lama Zea pun menutup matanya, dia pun akhirnya terlelap akibat kelelahan. Lelah fisik, lelah hati, lelah fikiran, pokoknya lelah segala-galanya.
Dirumah Kellan.
Kellan kini masih setia menunggu sang Istri diruang tamu, Kellan berharap Istri nya itu akan segera pulang. Kellan pun mencoba menghubungi kembali nomor ponsel sang Istri Namun, kali ini nihil ternyata nomor ponsel sang Istri kembali tidak aktif.
"Kemana aku harus mencari mu sayang." Monolog Kellan yang frustasi karena Tak menemukan tanda-tanda keberadaan sang Istri.
"Apa mungkin Zea kekontrakan Jihan?" Kellan pun melajukan mobilnya menuju kekontrakan Jihan. Sesampainya disana, disaat Kellan mau turun dari mobilnya justru dia melihat Jihan yang baru pulang kerja dan mengambil kunci lalu membuka pintu rumah kontrakan nya itu.
"Loh, itu Jihan baru pulang dari kerja dan membuka kunci pintu dari luar itu tandanya Zea tak ada disini. Kalau Zea ada disini harusnya Jihan mengetuk pintu bukan membukanya dengan kunci jika Memang Zea ada didalam." Monolog Kellan didalam mobil, sambil berfikir kemana kira-kira Zea pergi.
"Apa mungkin Zea pulang kerumah Ayah Bara! Tidak, tidak mungkin Zea berani pulang, tapi kemana Zea pergi."
AAARRGGGGGGGG......
__ADS_1
Kellan pun memukul setir mobilnya dengan cukup keras karena frustasi, kemana lagi kira-kira dia harus mencari keberadaan sang istri.
Kellan pun melajukan kembali mobilnya meninggal kontrakan Jihan, dengan terus berfikir kemana kira-kira Istri nya itu pergi. Sampai saat Kellan teringat tempat yang ingin Zea datangin.
"Apa mungkin dia ketempat itu, nggak ada salahnya kan dicoba." Kellan pun kini malajukan mobilnya kearah wisata di kota D. Setelah perjalanan cukup jauh akhirnya Kellan sampai dikota D. Dengan berbekal Google maps Kellan mencari alamat tempat wisata tersebut, sampai akhirnya Kellan pun telah benar-benar sampai dititik yang tepat. Kellan pun memarkirkan mobilnya, lalu turun dari mobil dan menuju tempat pemesanan kamar.
Bonus visual Kellan Shahaab
"Permisi Mbak mau nanya." Tanya Kellan pada Mbak-mbak penjaga disana.
"Iya Mas, ada yang bisa dibantu." Jawab ramah Mbak-mbak penjaga itu. Kellan pun mengambil ponsel lalu menunjukkan foto seng Istri dan juga memberi tau namanya pada sang penjaga, untuk mencari tau apakah benar sang Istri ada disini.
"Begini Mbak, apa ada tamu yang menginap disini atas nama Grazea Azhagar, ini fotonya." Karena disana adalah tempat wisata biasa maka dari itu tidak ada data privasi disana, jadi bisa dengan mudah menanyakan hal seperti itu disana.
"Sebentar kami periksa terlebih dahulu ya Mas." Mbak-mbak penjaga itu pun mencari data sesuai nama yang dicari oleh Kellan, beberapa saat kemudian.
"Benar Mas, disini ada pengunjung yang menginap atas nama Grazea Azhagar, dan baru daftar beberapa jam yang lalu." Terang Mbak-mbak penjaga itu kepada Kellan dengan jelas.
"Kamar nomor berapa ya mbak dia menginap." Tanya Kellan kembali.
"Maaf Mas, Mas ini siapanya ya, soalnya kalau untuk nomor kamar kami tidak dapat memberikan informasi kesembarang orang guna kenyamanan tamu kamu." Jelas Mbak-mbak penjaga kepada Kellan.
Hmmmmmm, kira-kira Kellan bakalan diijinin masuk nggc ya...????🤔🤔🤔
__ADS_1
mau tau kelanjutan ceritanya, jangan lupa like, komen dan ikuti authornya ya. kalo boleh sekalian juga mau minta hadiah dan vote nya ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤£ðŸ¤£ðŸ¥°ðŸ¥°ðŸ¥°