Bertukar Peran Dengan Istriku

Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 22


__ADS_3

"Reza."


Aku mendengar suara ibu memanggil namaku," Pak, ibu anda masih sadarkan diri. "


Dengan sigap aku mulai memakai baju, untuk membawa ibu ke rumah sakit.


Masuk ke dalam mobil Tari, "Bu, maafkan Reza. "


Air mata, tak kusadari terus mengalir mengenai pipi. "Pak, yang tenang ya. "


Tari memegang tanganku, dimana aku menghempaskan tangan gadis itu dengan menjawab, " Bagaimana aku bisa tenang jika ibuku sekarang, masuk ke rumah sakit. "


"Saya tahu itu."


Entah setan apa yang merasuki pikiranku saat, sampai dimana aku membentak Tari habis habisan. " Kalau kamu tahu, kenapa kamu malah menggodaku tadi, kalau saja kita tidak bermain, mungkin ibu tidak akan seperti ini. "


"Loh, kok bapak nyalahin saya. " Tampak Tari membalas perkataanku dengan membentak balik. 


"Jelas kamu yang terus menggodaku untuk melakukan hal tak pantas. "


"Kalau memang bapak tahu, apa yang kita lakukan hal tak pantas, lantas kenapa bapak begitu menikmatinya? Bapak ini jangan egois. "


Mengacak rambut dengan kasar, aku berusaha fokus pada jalanan. 


" Iya aku tahu itu, tapi jika kamu tidak menggodaku terlebih dahulu, semua ini tidak akan terjadi kamu tahu itu. "

__ADS_1


Tari seperti tak ingin kalah denganku, " Reza."


"Ibu." 


Berusaha menghentikan perdebatan kami berdua fokus mengantarkan ibu ke rumah sakit. 


Setelah sampai, aku mulai berteriak memanggil para perawat dan yang lainnya agar datang membantu ibuku. 


Mereka semua dengan sigap membawa ibu, dimana hatiku penuh rasa takut. 


Duduk dengan perasaan gelisah, Tari kini mendekat ke arahku. " Pak Reza. "


Aku mulai berdiri, menghindari Tari. Dimana hatiku kesal padanya, " Pak Reza, kenapa sikap anda berubah. "


"karena kamu ibu saya, masuk ke rumah sakit."


Aku mengusap pelan daguku," saya berkata benar, jadi jangan bilang jika saya egois. "


Aku dan Tari, kembali berdebat masalah ibu masuk ke rumah sakit. " Saya menyesal telah mengenal anda. "


" Mas Reza. "


Ainun tiba tiba saja datang, " Ainun. "


Mempelihatkan wajah sedihnya, " ibu kenapa?"

__ADS_1


Aku melihat kedatangannya merasa risih dan malah menjawab. " Mas, aku tanya loh. "


"Kenapa kamu datang kesini, sekarang ibuku bukan keluarga kamu lagi. "


"Mas, aku datang kesini bukan membahas masalah kita. Tapi aku datang kesini untuk melihat kondisi ibu,"


"Ahk, tak penting. Sebaiknya kamu pulang saja."


Aku terpaksa mengusir Ainun, wanita yang aku ceraikan kemarin, menyuruhnya pergi dari rumah sakit, karena tak ingin jika Ibu menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Ainun.


Yang mampu membuat Ibu melaporkan aku ke kantor polisi. Jika semua itu terjadi, aku sudah membayangkan kehidupanku selanjut akan terasa menyedihkan.


"Mas, ijinkan aku melihat ibu. Aku mohon. "


Menarik tangan Ainun, pergi dari depan pintu ibu. " Mas. "


" Aku ingatkan lagi sama kamu ya, jangan pernah datang ke rumah sakit ini lagi. Aku tidak mau berurusan lagi dengan kamu," pintaku pada Ainun.


Dimana wanita itu malah memperlihatkan kesedihannya di hadapanku, " Mbak Ainun, anda dengar tidak dari mantan suami anda sendiri. Sebaiknya anda itu cepat pergi dari rumah sakit ini, sebelum saya panggilkan satpam untuk mengusir anda secara tidak hormat."


" Diam kamu wanita murahan, kamu tidak ada hak ikut campur masalah keluarga saya."


"Kita sudah bukan keluarga lagi, Ainun."


Deg .... Ucapan Reza membuat kedua mata Ainun berkaca kaca.

__ADS_1


"Mas, kamu. "


__ADS_2