Bertukar Peran Dengan Istriku

Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 46


__ADS_3

Saat Tari keluar dari rumah Reza, iya tiba-tiba saja dikejutkan dengan penampakan seorang lelaki bernama Rendy. Yang muncul di hadapannya, " Rendy kamu?"


Rendy tersenyum lebar, menatap tajam ke arah Tari, " apa kabar sayang? Sudah lama kita tidak pernah bertemu. "


Rendy memegang tangan Tari, mencengkeramnya dengan begitu kuat, " Jangan pernah sentuh aku lagi. Rendy. "


Tari berusaha menghindari sentuhan dari tangan lelaki yang ada di hadapannya, " Lepaskan. "


" kenapa aku harus melepaskan kamu sayang. Apa kamu tidak merindukanku saat ini?"


Pertanyaan Rendy membuat Tari kini menginjak kaki lelaki berotot yang terus memanggilnya dengan sebutan sayang. 


"Aw."


Tari berhasil menghindar dari genggaman erat tangan Rendy,  mendorong tubuh Rendy hingga tersungkur jatuh ke atas tanah. 


"Tari, kamu …."


Tari berusaha lari, iya berusaha menghindar dari kejaran Rendy, yang terus berteriak memanggilnya. 


Sekuat tenaga Tari kabur, Iya takut jika Rendy berbuat hal yang mengerikan kepada dirinya. 


Apalagi lelaki itu baru saja keluar dari dalam penjara, yang pastinya akan membuat Tari dalam bahaya. 


" Aku harus pergi ke mana?"

__ADS_1


Dengan napas terengah-engah, Tari terus berlari agar tidak tertangkap oleh Rendy yang terus mengejarnya. 


Tak ada satu orang pun yang melihat dirinya berlari ketakutan, Tari berusaha merogoh saku celananya untuk menelepon Reza. 


Dengan napas yang sudah tak karungan, akhirnya Tari berhasil menghubungi Reza.


Ia meminta bantuan dengan keadaannya yang masih berlari, " Halo. Pak Reza tolong saya. "


Sialnya Tari malah terjatuh, ponsel yang ia gunakan lepas dari genggaman tangannya. 


"Kemana ponsel saya. "


Tari berusaha bangkit, iya tak mau jika dirinya ditangkap oleh Rendy. Setelah berdiri, suara Rendy sudah ada di belakang punggung. 


Jantung Tari berdebar ketakutan, dia membalikkan badan, melihat Rendy sudah ada di hadapan. 


"kenapa sayang, terkejut ya. "


Melangkahkan kaki ke arah belakang, lelaki berotot itu terus mendekat membawa sebuah balok kayu. 


"Rendy, sebaiknya kamu pergi dari hadapanku. Urusan kita sudah selesai. "


Rendy malah tertawa terbahak bahak, mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Tari. Ia semakin mendekatkan langkah kakinya di hadapan, tangan yang terlihat berotot itu kini memegang dagu Tari. 


"Kamu takut sayang. "

__ADS_1


Tari menghempaskan tangan Rendy, di mana lelaki itu malah sengaja mencengkram kedua bahu wanita di hadapannya. 


"Lepaskan."


Berulang kali  mengatakan hal itu, Rendy malah semakin mencengkram kedua bahu Tari, " Kamu kenapa sayang, dari tadi menghindar terus. "


"Aku tidak suka jika kamu terus memegang kedua bahuku."


Karena mendengar perkataan Tari seperti itu, Rendy kini memeluk tubuh Tari dengan begitu erat. 


" jangan berani memberontak dan memperlihatkan bahwa aku ini seperti penjahat, jika kamu melakukan hal seperti itu lagi, aku tak segan-segan menyakiti kamu. "


Bisikan yang terlontar dari mulut Rendy semakin membuat Tari ketakutan, Iya bingung harus berbuat apa, sedangkan dirinya sekarang dalam bahaya. 


Tari tak menemukan ponselnya kembali, yakini dalam masalah besar. 


"Apa yang harus aku lakukan saat ini?"


Gumam hati Tari.


"Ayo sayang kita pulang. "


Rendy mulai merangkul bahu Tari, berbisik kembali, " Aku akan membawa kamu pergi dari sini dan tolong jangan berteriak, kalau kamu berani berteriak, aku tak segan segan menyakiti, lehermu ini, kamu harus ingat ini. "


Tari tak menyangka jika Rendy juga membawa pisau, ia hampir mengiris leher Tari dengan pisaunya yang tajam itu.

__ADS_1


__ADS_2