Bertukar Peran Dengan Istriku

Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 56


__ADS_3

Tasya terburu-buru melangkahkan kaki menuju pintu kamar Rendy. Dia mengetuk pintu kamar sang adik berulang kali, membuat Rendy yang sedang menikmati permainannya tampak murka. 


"Ahk, apalagi?"


Saking kesalnya Rendy malah melemparkan sebuah vas bunga yang tak jauh dari hadapan Tari, dia beranjak turun dari ranjang tempat tidur membuka pintu kamarnya. 


"Kak Tasya, ada apa lagi!"


Tasya terkejut dengan apa yang ia lihat, sang adik tidak memakai sehelai pun kain pada tubuhnya.  Tasya mencoba menutup wajah begitupun dengan kedua mata, agar tak melihat barang berharga milik sang adik. 


" Kenapa kamu tidak memakai baju,  Rendy. "


Rendy berkacak pinggang di depan sang kakak 


" terserah aku lah,  ini kan tubuhku sendiri!"


Entah apa yang dipikirkan adiknya sekarang, bisa-bisanya Rendy malah santai-santai ketika ia tidak memakai baju. 


"Ada apa sih kak?"


Pertanyaan Rendy membuat Tasya membuka kedua tangannya yang menutupi wajah. 


" Sebaiknya kamu cepat pakai baju dulu, Kakak mau bicara hal penting. "


Tasya ternyata masih menutup kedua matanya, sebagai seorang kakak ia tidak berani menatap barang berharga milik adiknya. 

__ADS_1


" kita ini kan adik kakak. Kenapa harus malu seperti itu, ya sudah cepat Katakan sekarang."


Perkataan yang terdengar menekan dari mulut sang adik, " Kita bukan anak kecil, sekarang kita itu sudah dewasa. "


Rendy, malah mengusap kasar wajahnya, ada keringat bercucuran dari jidat Rendy keluar begitu saja. 


"Ayo katakan, ada apa?"


Menunggu, jawaban dari sang kakak, membuat  Rendy. Mulai menutup pintunya kembali. 


Brakk. 


"Rendy, tunggu, jangan tutup pintunya. "


"Apa lagi, hah. Belum puas kakak menganggu kebahagiaanku saat ini?"


Tasya menunjuk ke ruang tamu, memberitahu jika di ruang tamu, ada orang yang sedang mencari keberadaan Tari.


"Ada tamu untuk Tari. "


Mengatakan hal itu, Rendy seakan tak peduli, ia mulai menutup pintu kamarnya lagi. " Stop, jangan dulu di tutup pintunya. Please. "


"Kak Tasya, bisa tidak jangan menganggu. "


"Pak Rendy. "

__ADS_1


Deg ....


Kedua mata Rendy membulat, melihat polisi sudah ada di depan matanya," Kak, kenapa tidak bilang. "


Tasya menggaruk belakang kepalanya, ia menghela napas memperlihatkan kekesalan dihadapan Rendy, ia tak mau mendengar perkataan sang kakak.


Mengangkat kedua lengan tangan, polisi akhirnya bisa menggerebek mereka.


Rendy terburu-buru jongkok karena dirinya yang tidak memakai pakaian sehelai, polisi masuk di mana Tari masih terkurai lemah dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


sebagai seorang kakak Tasya ikut serta atas masalah yang menimpa adiknya sendiri, Tasya harus menjadi saksi atas perbuatan Adiknya sendiri.


Ia memijat jidatnya, merasakan rasa pusing.


"Ahk."


Menggerutu kesal di dalam hati, Tasya melangkahkan kaki di mana ia melihat raut wajah Reza yang terlihat begitu tampan, tersenyum kecil berjalan pergi.


Tari dengan terburu-buru dibawa ke rumah sakit, karena melihat keadaannya yang terlihat memburuk, usai dianiaya oleh Rendy.


"Ini semua gara gara kakak. "


Di dalam mobil Rendy terus menyalahkan Kakaknya sendiri, terlihat jari telunjuk tangannya menunjuk pada dada bidang Tasya.


" kenapa kamu malah menyalahkan kakak, jelas-jelas kamu yang sudah membuat semuanya menjadi seperti ini."

__ADS_1


Polisi berusaha memisahkan keduanya untuk tidak bertengkar lagi.


Rendy merasa malu pada dirinya sendiri, padahal baru kemarin ia keluar dari dalam penjara dan sekarang harus masuk lagi pada sel tahanan yang sangat ia benci, karena ulah Kakaknya sendiri.


__ADS_2