Bertukar Peran Dengan Istriku

Bertukar Peran Dengan Istriku
Bab 69


__ADS_3

Entah kemana anak kembarku, kenapa mereka cepat sekali perginya. Padahal di kursi mobil mereka begitu terlelap tidur, kelelahan sehabis bermain di penitipan anak.


"Pah, kenapa diam saja? Mana Kayla dan Kania. "


Reza menunjuk kursi mobil, " tadi itu mereka ada disini?"


Denis mencoba mendekatkan dirinya pada pintu mobil, " pah, mana Kayla dan Kania?"


Rasa panik mulai menyelimuti hati mereka berdua, terlebih lagi baru saja Andre membuat Reza terasa terganggu.


"Papah juga tidak tahu padahal tadi. Mereka ada di sini. Tapi sekarang kenapa mereka tiba-tiba saja menghilang. "


keduanya mulai mencari keberadaan Kayla dan juga yang tiba-tiba saja menghilang di dalam mobil, berteriak memanggil kedua anak kembar itu berulang kali.


" Kayla, Kania. "


Memanggil nama kedua adik kembar Denis, tetap saja tak ada kemunculan keduanya. Sampai dimana. " Kakak. "

__ADS_1


kedua anak kembar itu berlari menghampiri Denis dan juga Reza, mereka menangis dengan mengusap kasar air mata mereka.


Betapa senangnya Reza melihat kedua anak kembarnya datang di hadapannya lagi, dengan penuh rasa khawatir Reza mulai menggendong keduanya.


Reza menurunkan kembali kedua anak kembarnya itu, ia membukukan badan menatap ke arah Kayla dan juga kania.


Memegang pipi mereka berdua secara bergantian, " Kayla, Kania. kalian ini sebenarnya dari mana saja? papa dan juga Kak Denis mengkhawatirkan kalian."


keduanya nampak terlihat cemberut, mereka menundukkan pandangan lalu berkata dengan nada terdengar begitu sedih.


" kami terbangun, terrkejut mendengar suara klakson mobil. berlari menuju ke belakang mobil."


"Andre, apa sebenarnya maksud kamu menakut-nakuti kedua anak-anak." bergumam dalam hati dengan mengepalkan kedua tangan.


Denis perlahan mendekat ke arah Reza, memegang tangan sang papa, menariknya untuk masuk ke dalam rumah.


" Ayo Pah, kita masuk ke dalam rumah. Kami bertiga sudah rindu rumah ini."

__ADS_1


Reza tersenyum sembari menganggukkan kepala, menuruti keinginan ketiga anaknya karena bagi dia itu adalah hal yang biasa.


setelah masuk ke dalam rumah. Reza dikutipkan dengan satu surat berisi tulisan yang belum ia baca, surat itu terpajang di atas meja.


ketiga anak-anaknya terus memanggil sang Papa untuk menemani mereka tidur," Papah ayo, kita tidur. Kenapa papa malah diam saja di sana?"


Reza sebenarnya penasaran sekali dengan isi surat yang tergeletak di atas meja, terlebih lagi kertas itu terlihat menyantumkan namanya.


Tetap memperlihatkan senyuman di depan ketiga anak-anaknya, Reza mulai mengikuti langkah ketiga anak-anaknya yang semakin jauh masuk ke dalam kamar tidur.


ketiganya begitu senang kegirangan, membuat Reza hanya menggelengkan kepala.


Dengan sebisa mungkin Reza membuat ketiga anak-anaknya untuk segera tidur, karena ia sangat penasaran sekali dengan surat yang tergeletak di atas meja.


Membuat dirinya sedikit was-was, takut jika dalam surat itu mengandung hal yang tak benar.


Meninggalkan ketiga anak-anaknya yang sudah tertidur, Reza kini turun dari anak tangga setelah membuat ketiga anak-anaknya tidur.

__ADS_1


Surat itu membuat kedua mata Reza tak henti melihatnya, berjalan perlahan demi perlahan Reza . Akhirnya sampai di meja di mana surat itu berada.


Reza mengangkat kertas yang berisi tulisan, yang mulai membaca isi dari surat itu, Betapa terkejutnya Reza ia membulatkan kedua mata, tak mungkin balik lagi ke desanya?


__ADS_2