
Aku menarik nafas lega saat ekorku terselamatkan.
"Selanjutnya bukan hanya ekormu yang akan terbakar," kata salah satunya hendak berjalan padaku namun sebuah suara menghentikan mereka.
Itu berasal dari wanita asing yang kami selamatkan, dia sepertinya telah terbangun dari pingsannya.
"Hibiki?"
"Hentikan pertarungan yang tak berarti ini, kesepakatan dengan orang itu harus dibatalkan.. anak buahnya menyerangku bahkan hampir membunuhku."
Saat Hibiki menunjuk ke arah Lufidol semua tatapan telah diarahkan padanya.
"Kau merusak kesepakatan kita."
"Aku tidak tahu apa maksudmu?"
"Kau berani menyerang anggota kami, dengan begitu kami yang akan membunuhmu sekarang."
Aku tidak tahu apa yang terjadi di sini? Tapi itu bagus juga, para wanita asing ini secara serempak menyerang Lufidol.
Latifa dan Mery bergabung dengan kami juga.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Latifa pada Hibiki.
"Kami adalah ninja sewaan, Lufidol telah melanggar kesepakatan yang kami buat dengannya, dengan menyerangku, karena itulah kami kini menyerangnya sebagai bentuk pengkhianatan."
Selagi menguntungkan kami tidak keberatan.
Aku pikir begitu namun dalam sekejap para ninja yang kuat saat melawan kami ternyata lemah ketika berhadapan dengan Lufidol.
__ADS_1
Mereka diterbangkan dengan hanya oleh kekuatan Lufidol hingga mereka tak bisa bangun lagi.
Kurang tepat jika mengatakan bahwa mereka lemah, Lufidol sendiri yang terlalu kuat.
Tubuhnya membesar dua kali lipat dengan dipenuhi otot serta kekuatan yang keluar dari sekitarnya.
"Jika begini memang harus aku sendiri yang mengalahkan kalian."
"Ini merepotkan, tak kusangka bos yang selalu berada di belakang anak buahnya bisa sekuat ini," ucap Latifa.
Kami tidak perlu menebak apa yang dia pikirkan sekarang, yang harus kami lakukan adalah menyerangnya.
Aku lebih dulu berlari pada Lufidol dengan gerakan tebasan epatku, itu menebas tubuhnya sayangnya ada semacam energi yang melindunginya sehingga seranganku tidak menghasilkan dampak sedikitpun, sebagai balasan tubuhku dipukul hingga terbang jauh.
Mery menggantikanku untuk menyerang disusul Latifa.
Tentu kami tidak membuatnya terus menerus bersenang-senang dengan melukai tubuh kami, secara bergiliran kami menyerangnya tanpa henti dan di saat yang sama juga kami terlempar.
"Aku juga harus ikut bertarung."
"Tapi kau baru siuman."
"Tak apa."
"Jika dibiarkan ini berbahaya, selagi kami bisa menyerangnya bersama-sama maka masih ada kesempatan."
Purin hanya bisa mengawasi pertarungan itu dari kejauhan sementara para ninja yang telah bangkit kembali ikut dalam pertarungan ini.
"Kalian benar-benar lemah, orang-orang lemah hanya bisa bertarung dengan bergerombol."
__ADS_1
Tidak ada yang menjawab peryataan tersebut, entah apa yang kami lakukan kami tidak peduli asalkan kami bisa menang.
Para ninja melemparkan kunai kemudian disusul tembakan dari berbagai sihir berbeda, cara mereka mengaktifkan sihirnya sangatlah berbeda dengan kami, tanpa lingkaran sihir ataupun mantera mereka bisa melakukannya.
Tidak ada waktu untuk kagum aku pun melakukan hal sama.
"Percuma saja serangan jauh tidak mempan padaku."
Kami terdorong hanya dengan kibasan tangannya sedangkan sihir kami telah dihisap olehnya.
"Latifa bagaimana nyan?" aku menanyakan hal demikian padanya.
"Aku sudah menganalisanya, kita hanya harus terus menggunakan sihir kita dan biarkan tubuhnya menghisapnya sampai batas tertentu, dan saat mencapai batasnya pelindung itu akan hancur."
"Kalau begitu aku akan mengerahkan seluruh manaku untuk itu nyan."
Semua orang memperhatikanku yang secara brutal menembakan sihir api tanpa henti, menyadari apa yang sedang aku lakukan mereka juga melakukan hal sama.
"Apa yang terjadi?" ucap Lufidol panik.
Pelindung yang mulai retak langsung hancur saat diterjang oleh perisai besar milik Mery, bersamaan itu aku telah mempersempit jarak kemudian menusuk jantungnya dengan senjataku.
"Guakh... Ba-bagaimana bisa aku...?"
Dia roboh tanpa daya.
"Sudah selesai, kita harus pergi segera mungkin," atas pernyataan Latifa semuanya mengangguk mengiyakan.
"Ardhi, kamu juga harus selamat," gumamku melihat setiap bangun yang telah terbakar seutuhnya.
__ADS_1