Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 28 : Alam Mimpi


__ADS_3

"Sepertinya aku mendapatkan banyak tamu di sini."


Suara tengkorak itu terdengar seperti seorang wanita muda, dia mempersilahkan kelompok Ardhi untuk duduk di meja yang sama selagi menuangkan teh untuk mereka minum.


Nisa tanpa ragu melakukannya hingga dia menjulurkan lidahnya.


"Panas."


"Walau ini di alam mimpi kamu masih bisa merasakan hal-hal seperti itu, jadi tolong berhati-hatilah."


Purin merasakan rasa manis di lidahnya juga, ini terlalu nyata untuknya jika harus dikatakan sebagai mimpi, untuk Mery dan Latifa mereka menikmati tehnya tanpa mengeluh sedikitpun.


"Jadi ini alam mimpi?" Ardhi menegaskan kembali.


"Iya, ini adalah sihirku jika seseorang menggunakan sihir suci sihirnya sendiri akan aktif. Dan pada akhirnya membawa kalian ke sini."


"Dengan penampilan ini juga?"


"Aku suka dongeng kelinci dan serigala karena itulah kalian berpenampilan seperti itu, tapi jika kalian tidak mau aku bisa mengembalikannya."


"Aku berterima kasih untuk itu."


Sosok tengkorak tersebut menjentikkan jarinya dan mereka kembali dengan penampilan sebelumnya. Latifa memotong dengan sebuah pertanyaan.


"Jadi bagaimana kami bisa keluar dari sini dan menghilangkan kutukannya? Banyak orang yang cukup kesulitan dengan semua ini."


"Aku bisa saja mengembalikan kalian kembali ke sana tapi dengan satu syarat tentunya."

__ADS_1


"Syaratnya?"


"Keluarkan aku dari sini juga."


Itu adalah permintaan yang mengejutkan.


"Walau aku seperti ini, sesungguhnya tubuh asliku berada di dalam hutan dan terlindung dari dunia luar, asal seseorang bisa melepaskan segelnya aku bisa keluar juga dari sini, tentu kutukannya akan hilang juga."


"Mengeluarkan sosokmu seperti ini mungkin bukan ide bagus nyan."


Nisa yang selalu berfikiran sederhana bahkan memiliki perasaan buruk yang jarang dia tunjukkan.


"Itu mungkin benar, jika kau disegel dengan kata lain beberapa orang di luar sana tidak menginginkan kau untuk keluar mungkin kau seseorang yang berbahaya."


"Aku tidak bisa menyangkal hal itu... namaku adalah Risa, di masa lalu aku adalah orang jahat yang menghancurkan beberapa kota dengan sihir... tapi itu dulu, aku tidak akan melakukan hal itu lagi, tolong keluarkan aku, aku tidak ingin terjebak lagi di sini."


"Mungkin sudah ribuan tahun."


"Jika itu maumu kurasa tidak masalah, kami akan membebaskanmu," kata Ardhi mengambil waktu sejenak untuk melanjutkan.


"Lagipula kami mungkin akan terjebak jika kami tidak menerimanya bukan."


"Aku sangat berterima kasih."


"Apa kalian tidak keberatan?"


"Kurasa tak masalah, aku pikir dia mungkin sudah menyesalinya."

__ADS_1


Semua orang setuju dengan apa yang dikatakan Latifa, mereka terbangun di tempat yang sama dengan kondisi bangun tidur.


Ardhi mengecek keadaan semuanya dan tidak ada luka yang mereka dapatkan.


"Kalian tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa."


"Begitu aku juga."


Ardhi mengangguk mengiyakan, kini dia harus menemukan tempat di mana tubuh Risa disegel, Ardhi melirik ke sekeliling dan pandangannya jatuh ke sebuah pohon raksasa satu-satunya di tempat ini.


"Aku pikir mungkin tempatnya di sana, mari pergi."


"Iya."


Seratus meter dari pohon raksasa sebuah akar raksasa bergerak menyerang mereka, Ardhi menggunakan seluruh pedangnya untuk memotongnya lalu memberikan arahan kepada semua orang.


"Semuanya turun dari kereta, kita akan menerobos maju dari sini."


"Aku juga?" tanya Purin.


"Kurasa Purin bisa tinggal di kereta."


"Serahkan padaku."


Mereka turun dan lalu berlari menerjang maju.

__ADS_1


__ADS_2