Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 33 : Pertemuan Yang Ditakdirkan


__ADS_3

Mereka berjalan lebih jauh ke dalam gua dan menemukan sebuah perapian serta beberapa makanan.


Anastasia bukan petualang yang disewa oleh para pedagang ia hanya kebetulan memiliki bisnis di kota Sandria atas keinginannya sendiri, karena itulah nasib para petualang masih belum diketahui.


"Silahkan."


Anastasia dengan sopan menjamu mereka dengan makanan hangat serta teh yang dibuatnya.


Ia sedikit jahil dengan mengira bahwa Nisa berada di sisi kosong darinya.


"Yah, aku ada di sini nyan."


"Maafkan aku, aku tidak bisa merasakan kehadiranmu."


"Kamu pasti bercanda kan, mencoba menipuku."


"Maaf, maaf, walau aku buta aku bisa merasakan hembusan serta detak jantung kalian begitulah aku mengetahui posisi kalian."


"Itu kemampuan yang luar biasa," timpal Latifa.


"Hal seperti ini sudah biasa."


Ardhi mengutarakan isi hatinya.


"Kamu tidak terlihat buruk, apa kau benar-benar dari Lost Carnival?"


"Iya, keterpaksaan yang aku alami adalah bahwa tidak ada guild lain yang mau menerimaku karena itulah aku masuk ke guild tersebut."


"Kamu tidak mencoba masuk ke guild kami, Crimson Opera?"

__ADS_1


"Crimson Opera?"


Dia memiringkan kepalanya seolah baru pertama kali mendengarnya, Nisa memotong.


"Maaf Ardhi, aku belum mengatakannya, sebenarnya guild kita sangatlah kecil... karena itulah orang-orang dari luar belum tentu mengetahuinya nyan."


"Sekecil itukah, padahal aku yakin Eve mungkin akan menerimanya juga."


"Aku juga merasa begitu, Lost Carnival memiliki catatan buruk terlepas prestasi mereka, kamu mungkin kesulitan?" tambah Latifa sementara Purin, Mery dan Risa diam-diam hanya mengawasi dengan teh di tangannya.


"Aku tidak bisa menyangkal hal itu."


"Bisakah kau keluar dan bergabung dengan guild kami nyan."


"Aku menghargai tawarannya tapi ketika kau sudah masuk mereka tidak akan membiarkannya, itu salah satu aturan ketat di guild kami."


"Aku tidak habis pikir bagaimana kalian bertahan."


Ardhi sedikit penasaran guild master seperti apa yang memimpin tempat itu, dia terlihat sangat terobsesi dengan kekuatan hingga menciptakan guild seperti itu.


Tidak banyak yang harus ditanyakan lagi pada Anastasia dan kini dia yang bergantian bertanya pada kelompok Ardhi.


Seperti tujuan mereka dan Ardhi tanpa sedikit menutupinya berkata bahwa mereka ingin pergi ke kuil air.


Anastasia sedikit menunjukan ketertarikan.


"Apa kalian dari kultus dewi Naya?"


"Mungkin hanya Ardhi saja."

__ADS_1


"Yang benar, aku juga... kukira hanya aku saja pengikutnya."


Anastasia memegangi lengan Ardhi.


Mungkinkah bahwa dia orang yang dikirim sama seperti Ardhi ke dunia ini. Hal seperti itu mungkin saja bisa terjadi.


Ia melanjutkan.


"Beberapa hari lalu aku bermimpi mendengar suara seorang dewi, ia bilang aku harus pergi ke kota Sandria dan di sana mungkin aku bisa menemukan obat yang bisa menyembuhkan mataku."


Semua pikiran Ardhi telah menghilang, dia bukan seorang yang sama dengannya. Lebih tepatnya dewi seolah sengaja ingin mempertemukannya dengan dirinya.


"Apa kamu tidak melihat dewi secara langsung?"


"Tidak, aku rasa itu tidak mungkin."


Latifa juga menambahkan.


"Bahkan bagi Arch Priest sepertiku, melihat dewi secara langsung itu tidak mungkin... mereka terlalu cantik bahkan jika melihatnya kami juga mungkin akan jatuh cinta padanya dan mungkin akan gila."


"Tunggu sebentar, kamu berkata seolah melihatnya secara langsung?" potong Anastasia dan Ardhi mengangguk mengiyakan.


"Aku bertemu dengannya."


Semua orang terkejut.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?"


"Ardhi pasti seorang dewa nyan."

__ADS_1


"Aku hanya manusia, aku serius," bantahnya.


__ADS_2