
Luisa membawa kelompok Ardhi ke sebuah ruangan luas dan membiarkan mereka masuk secara mandiri, tentu mereka memilih untuk tidak menyamar lagi dan menunjukkan penampilan sesungguhnya.
Terlihat dua wanita telah menyambut kedatangan mereka, salah satu adalah Purin dengan gaun mewah dan satu lagi merupakan ratu sekaligus ibunya, penampilannya seperti Purin hanya lebih dewasa.
Seperti yang dikatakan bahwa tiga kerajaan hanya dipimpin oleh ratu.
"Biar aku perkenalkan, namaku Luria ratu dari kerajaan Arvensia, sebelumnya aku berterima kasih karena sudah menyelamatkan serta menjaga putriku yang bodoh ini yang seenaknya lari dari kerajaan."
Ardhi menimpali dengan senyuman pahit. Aura wanita di sini lebih tinggi dari yang dia rasakan.
"Silahkan duduk, aku dengar ada yang ingin kalian sampaikan padaku?"
Purin sedikit berkedip ke arah Ardhi, jelas sekali semuanya telah direncanakannya untuk membuat semuanya berjalan lebih cepat.
Ardhi meletakan tangannya di dada selagi bersikap seperti seorang kesatria. Semua orang terpana dengan sikapnya.
"Tanpa menghilangkan rasa hormatku, aku ingin Anda mengakhiri peperangan melawan elf ataupun manusia."
Luria menatap Ardhi dengan serius.
__ADS_1
"Kau tahu bukan? Alasan kami berperang adalah untuk memperebutkan tanah di antara tiga kerajaan, di sana ada pohon besar yang membuat apapun yang ditanam di sana menjadi subur dan baik, sudah jelas bahwa kamu tidak bisa menghentikan peperangan, bahkan aku yakin dipihak Elf dan manusia juga berpikiran demikian, yah walaupun pihak manusia memilih untuk genjatan senjata tetap saja tidak ada yang tahu kapan mereka bergerak kembali."
Akibat makhluk bencana ketiga kerajaan mengalami wabah kekurangan makanan, diketahui bahwa wilayah pohon besar memiliki kekuatan besar untuk membuat segala jenis tanaman tumbuh dengan subur karena itulah ketiga kerajaan memperebutkannya.
Siapapun yang mendapatkannya sudah jelas akan bisa mempertahankan kerajaan dengan stabil ke depannya.
"Apa kalian tidak bisa mencoba untuk membaginya?" tanya Latifa.
"Mustahil, masing-masing dari kami memiliki kepentingan sendiri-sendiri."
Ardhi diam sejenak untuk memikirkannya.
"Bagaimana kalau begini saja, aku akan mengelola pohon besar dan ketika aku bisa mengembangkan pertanian di sana, aku akan menjualnya kepada ketiga kerajaan. Tentu agar adil aku akan meminta masing-masing perwakilan untuk turut ikut menetap di sana."
"Tentu saja, aku masih bisa berpetualang meskipun mengelola tanah.. aku adalah pihak luar karena itulah aku akan dengan adil memberikan makanan secara merata."
"Dengan kata lain kau ingin menempati wilayah pohon besar sebagai wilayah milikmu."
"Secara garis besar seperti itu."
__ADS_1
"Ibu bagaimana menurut ibu?"
Luria menatap Ardhi dengan mata menilai.
"Aku rasa kau tidak cocok menjadi petualang, meski aku menyetujuinya mungkin yang lain tidak ada, mari buat sebuah pertemuan yang dihadiri tiga kerajaan di tempat ini dan biarkan semua orang memutuskannya."
Jelas sekali akan sulit untuk meminta persetujuan para elf.
"Jika demikian, aku tidak keberatan namun aku ingin memilih pertemuan itu diadakan di kota Georginia," kata Ardhi.
"Kenapa harus begitu?"
"Di sana ada guild Crimson Opera, mereka semua petualang bebas yang tidak terikat bangsawan atau hal lainnya, aku ingin mencegah sesuatu yang buruk terjadi."
"Kurasa aku tidak keberatan, beberapa hari tinggallah di sini dan aku akan mengirim surat ke dua kerajaan lainnya secepatnya."
Risa memegang pakaian Ardhi untuk menarik perhatiannya.
Jelas sekali jika Risa tinggal lama di tempat ini maka itu akan menarik banyak monster ke kerajaan ini.
__ADS_1
Ardhi dengan sopan menolaknya.
Ia memutuskan hanya akan tinggal di sini sehari semalam dan ratu pun menyetujuinya.