
Mereka mendapatkan beberapa kerajaan tomat, terong dan juga buah-buahan. Tiga bulan berikutnya ketiga kerajaan akan mengirimkan utusan karena itulah menambah pekerja secepatnya adalah prioritas yang harus dilakukan.
Risa telah menciptakan gerbang perpindahan mungkin ini sudah waktunya untuk pergi ke kota.
Ardhi mengajak Nisa untuk menemaninya, sebagai ras kucing ia bisa membantu untuk menyakinkan semua rasnya di distrik lampu merah. Walau sedikit ragu Ardhi memutuskan untuk membulatkan tekadnya.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam pohon dan segera muncul di kota Georginia.
"Sudah lama aku tidak melihat pemandangan kota seperti ini nyan."
Nisa membuat pose teropong dengan tangannya selagi berkeliling dengan semangat. Distrik lampu merah berada di pinggiran kota karena Itulah mereka perlu sedikit berjalan jauh dan menemukan jalanan mirip gang cukup luas yang menampilkan banyak wanita dari segala tas termasuk beberapa petualang pria di dalamnya, salah satunya menyapa.
"Yo Ardhi, mengejutkan sekali aku melihatmu di sini, apa kau datang ke sini seperti apa yang aku pikirkan sekarang?"
"Tentu saja tidak, aku punya urusan yang lain yang harus dibicarakan."
"Begitu, aku pikir kau mengikuti pelelangan hari ini."
"Pelelangan?"
"Biasanya mereka di sini melelang barang tapi hari ini mereka melelang seorang gadis demi-human rubah dengan ekor sembilan, kudengar ini tidak akan bisa ditemukan di penjual budak mana pun."
"Apa hal seperti ini bisa dilakukan?"
"Kalau gadisnya bersedia itu tidak masalah, aku tidak tahu kenapa dia melakukannya tapi kupikir itu bukan tawaran yang buruk."
__ADS_1
Nisa mengkonfirmasi bahwa beberapa bangsawan datang ke tempat ini juga.
"Ardhi nyan, sepertinya gadis di pelelangan tersebut sangat diperebutkan."
"Kalau begitu aku ingin melihatnya sebentar."
"Itu bagus, kalau begitu aku ingin segera menyewa beberapa wanita sekarang, sampai jumpa."
"Aah."
Semua orang memiliki keinginannya sendiri karena itulah Ardhi tidak bisa melarangnya, mengikuti petunjuk yang disediakan di tempat ini dia masuk ke dalam ruangan yang di penuh orang-orang kelas tinggi.
Mereka mengenakan topeng untuk menutupi Identitas mereka, apakah aku harus memakainya juga? Melihat itu Ardhi dan Nisa pun melakukan hal sama.
"Kenapa semua orang tertarik dengan gadis tersebut?"
"Kau tidak tahu meski sudah datang kemari... dari yang kudengar gadis itu adalah raja iblis yang baru, dia dikenal paling cantik. Sepertinya dia mengobarkan dirinya agar bisa dijual kepada bangsawan untuk membantu rakyat ras iblis."
"Ah jadi begitu, dengan kata lain ras iblis tidak benar-benar punah."
"Tentu saja, aku harus mendapatkannya berapa pun harganya."
Nisa berbisik ke arah Ardhi.
"Apa kita juga harus ikut pelelangan ini nyan?"
__ADS_1
"Sepertinya begitu, aku memiliki firasat buruk jika orang lain yang mendapatkannya, aku masih memiliki uang dari guest kota Sandria dan juga quest dungeon waktu itu tapi aku tidak yakin bisa memenangkan hal ini."
"Kalau begitu mau pakai kekerasan."
Jelas sekali Ardhi tidak akan menggunakan hal itu, sebelum dia menyadari sebuah tatapan menusuknya dari samping.
Itu berasal dari pemilik wilayah ini yaitu wanita demi-human kucing dengan ekor dua bernama Liwei.
Dia menyembunyikan hawa keberadaannya.
"Nisa aku ingin ke toilet dulu sebentar."
"Aku mengerti."
Diam-diam Ardhi menemuinya.
"Sungguh tidak terduga bahwa tuan Ardhi datang ke tempat ini, apa Anda tertarik dengan gadis yang akan dilelang?"
"Mungkin sedikit tertarik."
"Heh, begitu... aku yakin bukan hanya itu juga Anda datang ke sini, siapapun yang masuk ke dalam sini tentu akan segera bisa aku terdeteksi dengan baik."
Ardhi hanya menjatuhkan bahunya lemas lalu melanjutkan.
"Mari buat kesepakatan."
__ADS_1