Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 65 : Penyerangan


__ADS_3

Ardhi kembali ke tempat duduknya tepat saat acara utamanya dimulai.


"Bagaimana?"


"Barang-barang yang ditawarkan sebelumnya tidak terlalu menarik banyak orang nyan, sudah jelas semuanya menyimpan uang mereka untuk ini nyan."


"Jadi begitu, Nisa apa kau membawa senjatamu?"


"Aku selalu membawanya tapi.."


"Kita akan memerlukannya saat ini."


Tepat saat itu sebuah musik pembuka dimainkan dan tirai yang sebelumnya tertutup kini terbuka menampilkan seorang wanita dengan gaun putih mempesona, ia memiliki rambut sepinggul dengan warna berbeda, yang kiri putih dan kanan hitam, begitu juga sembilan ekor di belakangnya yang berwarna serupa.


Jika harus dikatakan penampilannya benar-benar sangat cantik, dia memiliki mata biru indah serta lekukan tubuh yang sempurna yang menyebarkan aura dewasa.


Dia memperkenalkan dirinya dengan nama Orihime.


Semua penonton jatuh dalam pesonanya sementara Ardhi menempatkan tangan di pedangnya, dia tidak cukup bodoh untuk menganggap bahwa seorang raja iblis datang hanya untuk menjual dirinya di pelelangan seperti ini.


Panitia mulai membuka harga di atas satu juta koin emas hingga tawar menawar pun mulai terjadi beberapa menit selanjutnya.


Ketika nominalnya mencapai 100 juta koin emas, pelelangan dihentikan.


Pria yang menawar merupakan bangsawan Viscount, dia tampak tertawa akan kemenangannya.

__ADS_1


"Berarti ini kemenanganku, aku akan bersenang-senang malam..."


Darah menyembur dari mulutnya.


Sebelum dia menyelesaikan perkataannya sebuah ekor menusuk dadanya, ekor itu berasal dari raja iblis yang tersenyum tipis.


"Sayang sekali, aku memang akan mengambil uangnya tapi kalian semua akan mati."


Panitia hendak melarikan diri sayangnya ekor yang lain telah menusuk dirinya kemudian menusuk penonton lainnya, teriakan pecah saat sembilan orang telah mati secara tragis dalam satu waktu.


Bersamaan itu ledakan menggema dari luar ruangan.


"Mustahil? Ini penyerangan nyan."


"Nisa tolong urus evakuasi semua orang, aku yang akan menghadapinya... dia jelas tidak datang sendirian."


Ardhi melompat ke panggung sementara Orihime melemparkan tubuh-tubuh yang dibunuhnya ke segala arah.


"Mengingat bahwa raja iblis zaman sekarang datang kemari untuk menyerang, merupakan kehormatan bisa bertemu denganmu."


"Siapa kau?"


"Ardhi petualang biasa."


"Heh kau cukup beradab sebagai petualang, sayang sekali petualang biasa tidak mungkin bisa mengalahkanku."

__ADS_1


"Mari kita lihat dulu."


Ardhi melesat maju dengan satu pedang di tangannya, sebelum dia menyadari apa yang terjadi tubuhnya telah terlempar menabrak dinding hingga keluar area dan jatuh di trotoar jalan.


Dia bisa melihat ledakan telah terjadi di mana-mana.


Memang benar bahwa kota telah terlindung dari monster namun mengingat sekarang yang menyerang adalah iblis mereka bisa menyelinap masuk. Mereka tidak memiliki tanduk di atas kepala mereka, yang membedakan mereka hanyalah telinga runcing.


Kemungkinan tanduk hanya dimiliki oleh iblis yang sangat kuat.


"Hari ini seluruh penduduk kota ini akan dihabisi, dengan begitu wilayah kami akan bangkit kembali sedia kala."


"Apa mungkin kau bekerja sama dengan seseorang?"


"Tepat sekali, aku diminta oleh sekte untuk menghancurkan kota ini, mereka bilang ada kandidat pahlawan di tempat ini."


Ardhi tidak terlalu mengerti soal kandidat yang dimaksud.


Dia menghubungi dewi.


(Apa yang dia katakan benar dewi?)


(Mungkin yang sekte maksud kandidat dari dewi Herina, tapi aku yakin bahwa itu belum terjadi... kemungkinan kamu yang dimaksud Ardhi, sebelumnya salah satu sekte gagal menghancurkan kota Georginia mungkin mereka beranggapan ke sana)


Semua hal kini terhubung.

__ADS_1


Ardhi bangkit untuk menghindari sembilan ekor yang mengejarnya ke segala arah, ekor itu bisa menghancurkan bebatuan begitu saja bahkan bangunan bisa dengan mudah dihempaskan ke segala arah.


Ketika dia berbalik sebuah lingkaran sihir muncul di wajahnya lalu meledakan dirinya.


__ADS_2