Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 71 : Kembali Ke wilayah Pohon Besar


__ADS_3

Para ras iblis mulai memperbaiki kerusakan yang telah mereka lakukan sementara sisanya memutuskan untuk beristirahat di mansion yang sebelumnya Ardhi tinggalkan.


Mansion ini hanya diisi oleh Cathy dan Eve jadi itu memiliki kamar yang kosong, untuk pekerja Souma yang berasal dari toko cokelat masing-masing sudah memiliki rumah sendiri karena itulah mereka tidak tinggal di sini.


Menyadari bahwa seseorang telah mengetuk pintu, Ardhi bangun dari tempat tidur dan menemukan bahwa Orihime telah berdiri dia sana dengan lingerie tipis.


Tonjolan kecil dadanya begitu jelas terlihat membuat siapapun tidak bisa mengalihkan pandangan dari itu.


"Boleh aku masuk, aku tidak memiliki apapun untuk mengucapkan terima kasih tapi aku bisa menawarkan tubuhku."


"Tidak, tidak, aku tidak ingin melakukan itu lagipula aku sudah mengatakan bahwa jika kalian mau menjaga perdamaian itu sudah cukup."


Orihime diam dengan pipi memerah.


Mungkin ada sesuatu yang ingin dia katakan karena itulah Ardhi membiarkannya masuk.


"Ini pertama kalinya untukku jadi tolong lakukan dengan lembut."


Jelas sekali bahwa Orihime tidak berpikir jernih, alih-alih menerkamnya seperti hewan liar Ardhi memilih untuk melempar mantel ke arahnya.


Jika dengan pelayannya Ardhi masih bisa melakukan hal nakal tapi dengan sosok bergelar raja iblis, ia akan berfikir dua kali.


Itu bukan karena dia tidak menarik baginya, melainkan Orihime adalah cerminan bagi rakyatnya karena itulah jika dia melewati batas seperti ini, itu hanya akan merusak reputasinya.


"Maaf tapi aku tidak akan melakukan apapun denganmu."


Orihime seperti akan menangis tapi dia segera menahannya.


"Sebelumnya aku minta maaf soal apa yang kami perbuat dan juga terima kasih banyak."


"Sudah kukatakan itu tidak masalah, kamu melakukannya demi rasmu bukan."


"Iya, semakin lama jumlah kami semakin berkurang kami harus berpindah-pindah tempat hingga selalu bertemu dengan monster, mengingat bahwa kami bisa kembali aku sangat senang.. raja iblis sebelumnya malah mencoba menginvasi dunia karena itulah itu menjadi hal buruk untuk kami, padahal kami tidak benar-benar menginginkannya."

__ADS_1


"Dengan kata lain semua ras iblis yang sekarang tidak mengikuti jejaknya."


"Tidak, kami yang hidup sekarang adalah orang-orang yang tidak mengikutinya sejak awal."


Ardhi bisa mengerti bagaimana kesulitan yang mereka dapatkan.


Ardhi memerhatikan bagian ekor dan telinga Orihime untuk mengajukan pertanyaan kembali.


"Tapi kau tidak seperti ras iblis?"


"Saat masih bayi aku dibesarkan oleh salah satu keluarga ras iblis karena itulah aku bisa bersama mereka."


"Ah begitu itu masuk akal."


Ardhi mengambil waktu sejenak dalam pembicaranya.


"Kini kalian sudah memiliki wilayah sendiri lagi... besok pagi bawalah semua rasmu pergi ke sana dan temui aku di sana."


"Karena sudah larut malam, maaf harus memintamu keluar dari kamar ini... Ugh, kenapa kau menangis?"


"Tidak, hanya saja..."


Orihime hanya keluar tanpa melakukan apapun, di sudut koridor semua orang telah mengintipnya.


"Sepertinya tidak bejalan lancar."


"Nona Orihime yang malang, tapi dia pasti memiliki kesempatan di lain waktu."


Alcott hanya mengangguk sebagai tanggapan bersama Sui.


Pagi berikutnya Ardhi dan Nisa mengucapkan perpisahan pada semua ras iblis.


Lanty melambaikan tangan ke arah Nisa yang bersembunyi di belakang Ardhi selagi menghasilkan suara geraman layaknya seekor kucing yang tidak mau mandi.

__ADS_1


"Aku dibenci."


"Sudah jelas, kau beruntung tidak dihukum mati," potong Sui.


Setelah kepergian mereka, keduanya kembali mengunjungi distrik lampu merah dan langsung menemui Liwei di ruangannya.


Seperti kesepakatan Ardhi sebelumnya dia akan melindungi semua orang pekerja di distrik lampu merah dan itu berjalan semestinya.


Ada beberapa bangsawan yang mati tapi siapa yang peduli dengan itu.


"Sesuai kesepakatan aku akan membiarkan Ardhi untuk membeli semua pekerja demi-human kucing di tempat ini, ini surat penyerahannya."


"Satu juta koin emas?" ucap Nisa.


"Kurasa harga itu sudah cukup untuk 35 orang gadis-gadis kucing, mereka pekerja terbaikku di sini, aku sebenarnya enggan untuk memberikannya pada siapapun."


"Aku mengerti aku akan membelinya sebanyak itu."


"Sesuai yang diharapkan dari Arhdi, sekarang mereka milikmu.. aku tidak keberatan untuk menyewakan kamar sebelum kamu kembali."


Jelas sekali Ardhi menolaknya. Ia membuka pintu yang diisi para gadis kucing, saat semua orang tertuju padanya mereka secara spontan memeluknya.


"Hey kalian nyan, hentikan, jangan menciumi Ardhi."


"Ada apa kucing kaku, kami hanya ingin berterima kasih."


Ardhi pikir perlu waktu untuk membuat mereka sedikit bermartabat.


Di depan sebuah pohon di tengah kota Ardhi mengucapkan mantera yang didapatkan dari Risa untuk membuka gerbang.


"Kalau begitu mari pergi."


Semua orang berteriak semangat.

__ADS_1


__ADS_2