Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 62 : Bertemu Dryad


__ADS_3

Sehari sebelum keberangkatan Ardhi mengajak Lila untuk pergi berkeliling kota, ia tidak mengenakan pakaian pelayan melainkan gaun terusan putih dengan pita mengikat pinggangnya. Sementara di sampingnya adalah ibunya Carmen, ia mengenakan hal serupa dengan warna yang jauh lebih cerah.


"Hora, jangan berlarian seperti itu."


"Aku ingin itu."


"Mari beli beberapa," potong Ardhi.


"Yataaa."


Carmen memegangi wajahnya dengan memerah.


"Maaf dia terlalu bersemangat, pasti sudah lama sekali ia tidak berkeliling kota seperti ini."


"Tidak apa, aku malah merasa bersalah karena harus pindah ke tempat asing."


Carmen mengembungkan pipinya.


"Aku pikir Lila tidak mempermasalahkannya, begitu juga aku dan yang lainnya, di manapun tuan berada itu adalah rumah kami dan kami akan selalu mengikuti Anda."


"Carmen."


"Mama.."


"Mama akan ke sana."


Ardhi mengikuti lalu memberikan uang pada penjual sate, ini dibuat dari daging beruang di hutan meski demikian rasanya tetaplah enak.


"Bagaimana rasanya Lila?"


"Enak sekali, mari pergi ke tempat lain lagi."


Lila memegang tangan ibunya dan Ardhi dan mereka jelas terlihat seperti keluarga dibandingkan hubungan tuan dan pelayan.


Pagi berikutnya Eve mengantarkan kepergian semua orang, Nemesis, Florentine, Lynn dan juga Carmen yang akan membawa kereta dan sisanya akan tetap berada di belakang muatan.

__ADS_1


"Aku merasa bersalah harus meninggalkanmu."


"Tidak, tidak, aku sama sekali tidak keberatan aku akan meminta Cathy untuk tinggal di sini juga."


"Begitu."


"Lebih dari itu, tempat ini masih rumah kalian, saat kembali kemari jangan sungkan untuk tinggal di sini."


"Tentu, kami berangkat."


"Jaga diri kalian."


Kereta mulai bergerak dan mereka akhirnya meninggalkan kota. Perlu dua Minggu untuk sampai ke wilayah pohon besar dan ketika mereka sampai seorang telah berdiri untuk menyambut kedatangan mereka.


Ia seorang wanita dengan rambut keemasan dikepang satu ke belakang sampai menyentuh tanah, ia mengenakan gaun putih terbelah di bagian pahanya serta aksesoris mahkota bunga di kepalanya.


Ia memiliki mata yang tidak seiras dengan mata kiri berwarna biru sementara kanan hijau.


Dengan sopan membungkuk saat Ardhi turun untuk mendekatinya.


"Selamat datang di wilayah pohon besar, Anda bisa memanggil saya Dryad, senang bertemu dengan Anda.. tuan Ardhi."


"Tentu, mulai sekarang Anda yang mengelola wilayah ini, saya sangat senang bahwa peperangan telah berakhir dengan baik."


Latifa yang mengikuti Ardhi turun memotong.


"Sebelumnya ini adalah wilayah nona Dryad tapi apa tidak keberatan bahwa seseorang malah memperebutkannya bahkan mengambil alih rumah Anda."


"Sebelumnya saya melayani tuan pahlawan, sebelum tuan pahlawan melawan raja iblis ia meminta saya untuk membuat wilayah suci agar suatu hari bisa membantu setiap kerajaan, karena itulah saya akan senang jika seseorang mau melakukannya."


Dengan malu-malu Dryad memainkan jarinya.


"Saya tidak tahu cara melakukannya, tapi saat saya meminta salah satu dari kerajaan untuk mengelola tempat ini mereka malah berperang untuk memperebutkannya. Jadi kacau."


"Sebelum melawan raja iblis? Pahlawan pasti sudah mempertimbangkan semua kemungkinannya bahkan setelah ia bisa mengalahkan raja iblis," tambah Latifa.

__ADS_1


"Benar sekali, sebenarnya saat itu beliau ingin mengorbankan nyawanya untuk mengalahkan raja iblis namun syukurlah bahwa dewi turut ambil bagian bersamanya hingga ia selamat."


Ardhi sudah tahu lanjutannya seperti apa.


Latifa mendekatkan wajahnya ke arah Dryad.


"Ada rumor bahwa pahlawan itu adalah orang yang suka membentuk harem, apa mungkin kamu juga sudah?"


"Eh, tentu saja tidak.. saya masih, eh!"


Itu sebenarnya bukan perkataan yang dikatakan orang suci.


"Untuk sekarang saya akan mengantar semuanya, silahkan ikuti saya."


Sementara mereka diarahkan ke tengah wilayah, Ardhi berbicara dengan dewi.


(Apa pahlawan suka membuat Harem?)


(Bisa dibilang begitu, tapi dia orang yang baik.. saat menuju pertarungan akhir ia meminta siapapun untuk tidak mengikutinya)


(Termasuk Dryad)


(Iya, dari 10 wanita yang mengikutinya hanya Dryad saja yang tidak disentuh olehnya)


(Alasannya?)


(Itu karena Drayd sangat menjaga kesuciannya, dia tidak akan melakukan itu tanpa rasa suka)


(Dia wanita yang baik)


(Ngomong-ngomong sembilan anggota lainnya masing-masing melahirkankan anak darinya, mereka semua berada di wilayah kekaisaran)


(Wilayah kekaisaran, bukannya harusnya berada di tiga kerajaan)


(Aku tidak bisa mengatakannya lebih jauh, kalau ada kesempatan mungkin Ardhi akan bisa tahu dengan sendirinya nanti)

__ADS_1


(Aku mengerti)


Ardhi berfikir itu memang tindakan benar, sebisa mungkin Naya tidak terlibat dengan dunia ini terlalu jauh


__ADS_2