Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 54 : Kesepakatan


__ADS_3

"Berbanding terbalik dengan kerajaan elf, di kota ini mereka menerimaku dengan baik."


Ardhi membelai rambut Risa.


"Berhentilah untuk memberikan intimindasi padanya."


"Jika Ardhi bilang begitu apa boleh buat desu."


Sementara Risa sudah tenang kini giliran Lynn yang berkata.


"Kalian akan menyebut siapapun sebagai penyihir kegelapan hanya mereka memiliki rambut hitam, sungguh menyedihkan. Sebelumnya kalian melemparkan Nemesis sebagai budak karena dia berambut hitam, bukannya itu berlebihan."


"Aku tidak tahu engkau penyihir kegelapan yang asli atau bukan, yang jelas larangan elf berambut hitam tetap akan kami tegakan."


Sebelum ini berubah menjadi sesuatu yang berbahaya Ardhi segera menghentikan perdebatan.


"Hal-hal seperti itu, bisa kita bahas nanti yang jelas kita akan langsung ke topik sesungguhnya, Nona Eve."


"Benar sekali, silahkan terima ini dulu."


Eve membagikan kertas berisi penyerahan kekuasaan untuk wilayah pohon besar yang akan dikelola oleh Ardhi, di sana tertulis bagaimana mekanisme yang akan dilakukan Ardhi.


Selain bertugas merawatnya ia juga akan menjual hasil pertanian pada ketiga kerajaan. paling tidak 15 persen dari hasil tani untuk tiap-tiap kerajaan dan sisanya akan disimpan untuk Ardhi.


"Kerajaan manusia adalah kerajaan dengan jumlah penduduknya paling banyak, aku minta 20 persen."


"Itu karena manusia senang sekali berkembang biak, asal mereka pria mereka akan melubangi wanita yang mereka lihat."


"Sebagai ratu elf, perkataanmu benar-benar vulgar."

__ADS_1


"Di depan musuh aku tidak perlu berbicara sopan."


Dengan kepribadian seperti itu, Ardhi pikir pantas saja dia dengan tega membuang Nemesis begitu saja, di sisi lain lain ratu demi-human masih menimbang-nimbang.


"Kerajaan demi-human adalah kerajaan yang hampir bisa mengalahkan kerajaan elf saat ini, sudah sepantasnya kami mendapatkan lebih banyak meski kami tidak menyetujuinya kami bisa mengambil hak para elf dengan peperangan."


Sekarang Nebius sebagai putri kerajaan elf memotong.


"Mungkin kamu tidak tahu, tapi kami telah mengambil siasat lebih saat kami kalah sebelumnya, hanya dengan perintah kami kedudukan kalian akan berubah terbalik."


Jelas sekali menempatkan beberapa orang yang saling membenci sangatlah menyulitkan terlebih perang ini telah berjalan cukup lama.


"Ardhi?" tanya Eve.


"Aku mengerti, aku naikan masing-masing 15 persen, dengan syarat bahwa aku memiliki kuasa penuh untuk mengelolanya."


Pada akhirnya ketiga kerajaan menyepakati peraturan yang diberikan oleh Ardhi, pada dasarnya semua orang sudah lelah dengan peperangan.


Itu juga dirasakan kerajaan manusia yang lebih dulu melakukan genjatan senjata jauh hari sebelum hal ini dilakukan.


Hal selanjutnya yang mereka bahas adalah mengirimkan masing-masing utusan untuk mengawasi setiap hal yang terjadi di pohon besar nantinya.


Itu mengejutkan bahwa semua orang mengirimkan putri mereka sebagai orang yang bertanggung jawab, Ardhi ingin menolaknya tapi jika dia lakukan itu hanya akan merusak perjanjian yang susah payah dia lakukan.


"Aku mengerti tapi untuk ras elf, bisakah kalian mengganti perwakilan, aku rasa Nebius akan tidak nyaman untuk tinggal."


"Kenapa kau mengatakan itu?"


"Nemesis dan Florentine adalah pelayanku, mungkin kau."

__ADS_1


"Tidak masalah aku tidak keberatan."


"Kau yakin?"


"Tentu saja."


"Tapi jika ada sesuatu yang salah dengan setiap perwakilan aku berhak mengirim kalian kembali."


Semua orang mengangguk mengiyakan.


Sekarang nasib hubungan tiga kerajaan berada di tangan Ardhi.


Setelah semua orang pergi Ardhi bisa menarik nafas lega sedangkan Eve sedikit mengintip dunia luar dari jendela.


"Tak kusangka elf bisa menerima negosiasi seperti ini."


"Itu karena kami sebelumnya mengancam mereka."


"Hmm apa yang kamu ingin katakan?"


"Di kerajaan elf dipenuhi ladang kacang kedelai, para elf sangat tergantung dengan itu dan aku menyuruh Lynn untuk menghancurkannya jika mereka menolak negosiasi ini."


Eve mengalihkan pandangan pada Lynn yang masih berdiri di belakang Ardhi dengan senyuman ramah di wajahnya.


"Jangan bilang dia benar-benar penyihir kegelapan? Itu bukan semacam dia yang mewarnai rambutnya."


"Dia yang asli."


Eve berfikir itu hanya gertakan tapi sekarang dia jelas terkejut.

__ADS_1


__ADS_2