Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 61 : Roh Yang Terikat


__ADS_3

Sekembalinya ke guild entah Siesta ataupun Anisa sama-sama terdiam, biaya pemakaman anggota mereka akan ditanggung oleh guild dan mereka hanya berjalan pergi tanpa ekspresi begitu saja.


"Hanya petualang ditingkat Yumi dan di atasnya saja yang bisa menjelajahi dungeon, aku harap petualang di bawahnya dilarang untuk memasukinya."


"Aku akan membicarakannya nanti dengan guild master dan ini pembayaran untuk kalian," balas Cathy demikian.


Ketika kelompok Ardhi menerimanya mereka kembali ke mansion tanpa mengatakan apapun lagi. Beberapa hari berikutnya mereka harus pergi ke wilayah pohon besar sehingga para pelayan Ardhi tengah mengemas barang bawaan ke dalam kotak-kotak yang ditaruh di dalam kereta.


Mereka menggunakan empat kereta yang dua untuk menyimpan barang dan dua lagi untuk mereka gunakan.


"Bagaimana dengan pekerjaannya tuan?"


"Ada masalah yang terjadi tapi sisanya kami tidak apa-apa."


"Begitu."


Latifa meregangkan tangannya.


"Aku ingin mandi dulu, Nisa, Mery dan Risa kita mandi bersama, mari pergi."


"Kedengarannya menyenangkan desu."


"Itu memang hal yang kubutuhkan sekarang."


"Tunggu aku nyan."


Ardhi pikir mereka berusaha untuk bersikap senormal biasanya. Ardhi memutuskan untuk membantu memasukan barang bawaan sampai ia melihat Mira yang duduk dengan sedih.

__ADS_1


Melihat itu Ardhi memutuskan untuk mendekatinya.


"Kalian sudah kembali."


"Apa kau baik-baik saja?"


"Aku tak apa, hanya saja kalian akan pindah entah kenapa aku merasa akan kesepian."


"Bukannya kau bisa ikut dengan kami."


Ekpresi Mira tampak bahagia namun sesaat itu kembali suram.


"Aku adalah roh terikat dengan rumah ini, jika tiga hari aku tidak kembali maka aku akan kembali diseret kembali."


"Merepotkan juga."


Lynn secara tiba-tiba muncul di dekatnya.


"Sepertinya Mira tak bisa keluar dari rumah ini, apa ada sesuatu yang bisa membantunya."


"Roh yang terikat yah.. aku pernah dengar sesuatu tentang hal itu, agar kita bisa membantunya kita harus tahu apa yang membuatnya terikat dengan rumah ini."


"Jangan bilang kita harus membawa makam Mira bersama kita juga."


"Itu terlalu berlebihan tuan, misal ada semacam barang atau benda yang membuat Mira tidak bisa melepaskannya."


Ardhi bertanya ke arah Mira.

__ADS_1


"Apa di rumah ini ada benda yang begitu kamu sukai?"


"Aku suka semuanya."


"Secara spesifik, misal sesuatu saat kamu masih hidup."


"Dari kecil aku selalu membawa boneka karena sudah lama jadi aku melupakannya."


"Aku rasa itu dia, tuan kita bisa mencarinya dulu," Lynn berkata dengan semangat.


Tidak ada salahnya untuk mencobanya, sebelumnya rumah ini telah direnovasi namun semua barang pasti telah diletakkan di ruang bawah tanah, karena itulah bersama Lynn dan Mira yang melayang, mereka mengunjungi tempat tersebut.


Mereka mulai menyisir barang-barang yang ditaruh dengan rapih hingga saat Ardhi menemukan bonekanya dia sedikit memucat.


Perlu 15 menit untuk mencarinya.


"Jangan bilang bahwa ini bonekanya?"


"Benar, aku selalu membawanya."


"Lynn kau mau menyentuhnya?"


"Tolong jangan menyodorkannya padaku."


Boneka yang selalu dibawa oleh Mira adalah boneka jerami dengan paku besar menancap di tubuhnya, bentuknya cukup menyeramkan.


"Aku suka bermain dengan boneka ini, lihat walau sudah lama jeraminya tidak hancur ataupun rusak."

__ADS_1


Jelas sekali ini boneka yang sangat berbahaya, mau tak mau Ardhi berfikir akan meletakkannya di tempat khusus untuk dibawa ke pohon besar nanti.


Paling tidak boneka ini bisa dibuat pajangan atau sesuatu seperti itu.


__ADS_2