
"Aku sudah kepikiran sejak lama, Dewi Naya itu dewi yang nakal."
"Yadaa, jangan katakan itu, aku demi yang arif loh."
"Anda sedang menggodaku sekarang adalah buktinya."
Naya mengembungkan pipinya, menatap dengan mata berbinar sedangkan Ardhi sama sekali tidak terpengaruh dengan itu, di lubuk hati Naya dia hanya sangat senang bisa berbicara dengan seseorang setelah sekian lama.
Tanpa diketahui Ardhi sejak lama Naya telah mengumpulkan sedikit demi sedikit kekuatannya hanya untuk memangilnya ke dunia ini.
Naya berdeham sekali untuk kembali ke mode dewinya.
"Aku senang bahwa aku bisa bertemu denganmu lagi, sepertinya Ardhi sudah berada di kota Sandria."
"Aku harap dewi mau mengatakan apa yang terjadi? Semua orang tiba-tiba saja melupakan Anda."
"Sebenarnya itu adalah hukumanku.. sebagian besar Ardhi sudah mendengarnya dari raja iblis bukan?"
Ardhi memikirkannya beberapa saat dan menemukan hal yang dimaksud.
"Anda dihukum karena membantu pahlawan saat melawan raja iblis bukan?"
"Ya ampun, apa aku pernah mengatakan bahwa kamu lebih pintar dari kebanyakan manusia... tepat sekali, kami seharusnya tidak ikut dalam hal dunia fana tapi saat itu aku malah melanggar peraturan dan membantu orang yang telah kukirim ke dunia sana, selain semua orang akan melupakan namaku di tempat-tempat tertentu sebenarnya aku sedang dikurung di bawah tanah."
"Apa mungkin sebelumnya aku sudah mendengar hal ini?"
Naya mengangguk sebagai jawaban.
"Ketika aku mengatakannya kamu bilang akan membantu mengeluarkanku dari sana, aku mengatakan bagaimana caranya, yaitu mengumpulkan tujuh kunci yang masing-masing dilindungi Guardian Of Goddess, salah satunya berada di kuil yang kamu tuliskan di ponsel."
"Sekarang aku bisa mengerti tindakan yang kulakukan. Tapi bagaimana dengan tindakan yang dewi lakukan?"
"Aku hanya tidak ada pilihan lagi, bukan aku memperlakukan pahlawan sedikit istimewa aku hanya tidak ingin banyak manusia yang terbunuh."
"Sejak awal dewi sudah siap mengambil resiko ini."
__ADS_1
"Iya."
Keheningan sesaat muncul di antara keduanya.
"Aku bilang meski kamu berhasil mengeluarkan aku dari sana, Dewi Cahaya Herina akan memburumu tapi kamu mengatakan aku hanya perlu melawannya."
"Sekarang jadi terasa lebih sulit."
"Apa kamu menyesalinya?"
"Tidak, jika aku ingin melakukannya maka aku pasti akan melakukannya... Ugh, jangan memelukku dan juga menjauh dariku ingusmu, ingusmu."
"Whoaaa. Aku sangat berterima kasih... aku tidak bisa menghentikan air mataku."
Ardhi merasa bahwa dirinya agak kesulitan saat berhadapan dengan dewi ini.
"Aku dengar itu."
"Apa Anda tidak tahu yang namanya Privasi, tolong berhenti membaca pikiranku dan tolong berdiri dari tubuhku."
"Mari kita lakukan hal nakal."
Ardhi mencengkeram wajah Naya.
"Sakit."
"Entah kenapa rasa hormatku tiba-tiba hilang."
"Tolong jangan sampai hilang, aku masih punya keagungan sebagai dewi."
"Sama sekali tidak ada."
Ardhi menemukan dirinya terbangun di penginapan, itu melegakan bahwa tidak ada siapapun yang menyelinap ke kamarnya saat pagi hari.
Ia mengganti pakaiannya, meletakan enam pedang di pinggangnya sebelum keluar.
__ADS_1
Semua orang juga telah bangun dan mereka tengah menunggu di lantai pertama untuk mendapatkan makanan.
Melihat Ardhi yang bangun lebih akhir, Nisa bertanya.
"Sepertinya Ardhi tidak mendapatkan malam yang nyenyak nyan."
"Aku bermimpi buruk."
"Mimpi seperti apa itu?"
"Aku ditindih seekor gajah."
"Owh itu kedengaran buruk untung saja itu hanya mimpi."
(Tidak sopan mengatakan bahwa tubuhku seberat itu, kau tahu)
Ardhi membeku.
(Dewi, apa kita bicara lewat pikiran?)
(Walau aku tersegel aku bisa menghubungimu, sepertinya kekuatanku sedikit pulih, sebelumnya aku kesulitan tapi kurasa sedikit kerja keras bisa melakukannya)
"Ardhi, kau baik-baik saja?"
"Aku tak apa, setelah sarapan mari pergi ke labirin."
(Kamu punya rekan-rekan yang baik, pendeta itu dari kultus Dewi Herina)
(Iya, apa ada masalah?)
(Tidak, gunakan dia sebagai alat untuk melawan dewi Herina)
(Tentu saja aku tidak akan melakukannya, aku benar-benar merasa seperti pengikut dewi jahat)
(Aku tidak jahat, hey kamu mendengarkanku kan, hey)
__ADS_1
Sekarang ketenangan Adhi akan terganggu ke depannya.