Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 53 : Identitas Penyihir Kegelapan


__ADS_3

Rutinitas mandi bersama bukankah hal aneh di mansion ini, terlebih jika itu Ardhi dan Carmen mereka akan dengan senang saling menatap tubuh telanjang mereka sembari saling membasuh satu sama lain. Namun hari ini Lynn turut bersama mereka dan dia juga membasuh tubuh Ardhi.


Ardhi bisa melihat kulit Lynn yang tampak memerah di depan wajahnya karena uap.


"Kalau begitu tuan aku akan membasuh bagian depan," ucap Lynn sementara Carmen sudah melakukannya di belakang.


Ini terlalu merangsang bagi Ardhi hingga kepalanya sudah berhenti berfikir sejak tadi.


"Kalau dipikir-pikir Lynn, kau adalah elf.. rambutmu juga berwarna hitam bukannya itu artinya kamu penyihir kegelapan."


"Tuan malah bercanda seperti itu, bukannya Lynn sudah jelas memiliki rambut merah," potong Carmen.


Lynn terdiam beberapa saat sebelum tersenyum ke arah tuannya.


"Jadi Anda bisa melihatku seperti itu."


"Heh? Jangan bilang Lynn... kamu benar-benar?"


"Aku memang penyihir kegelapan, aku menggunakan sihir yang membuat warna rambutku berwarna berbeda dari aslinya tapi itu mengejutkan bahwa Anda bisa melihatnya."


Ardhi mengeluarkan suara aneh saat bagian bawahnya dipegang oleh Lynn.

__ADS_1


"Maaf tuan aku ingin sedikit melakukan hal nakal."


"Curang aku juga ingin melakukannya."


Situasi ini membuat Ardhi semakin tidak berfikir jernih.


"Selama ini aku menyembunyikan identitasku dengan baik bahkan saat berada di tempat budak, aku harap tuan tidak berniat mengusirku keluar dari rumah ini."


"Kalau aku pribadi aku tidak ingin mengusir siapapun," tambah Carmen.


"Sebelum itu aku ingin tahu kenapa Lynn menyembunyikan indetitasnya?"


"Soal itu karena aku lelah dengan kehidupan sebelumnya, aku berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya dan banyak bertarung dengan banyak orang. Aku pikir aku mungkin bisa menemukan tempat yang lebih damai dan akhirnya aku menemukannya di sini."


"Tidak juga."


"Kita selalu terlibat dengan makhluk bencana, apa tidak masalah jika kami mengalahkannya?"


"Tentu tuan aku tidak keberatan, makhluk bencana sebenarnya hanya makhluk panggilanku kalau aku bisa mengembalikannya aku akan langsung melakukannya sayangnya mereka memiliki kondisi khusus hingga sebelum mereka dikalahkan mereka akan selalu ada, jadi apa tuan masih membiarkanku tinggal di sini?"


"Aku mengerti, siapapun yang sudah masuk ke dalam mansion mereka tidak akan diusir."

__ADS_1


"Aku sangat berterima kasih."


"Ngomong-ngomong soal berterima kasih aku akan senang jika kalian berhenti, kita sudah tiga jam di kamar mandi."


"Tapi aku menikmatinya."


"Aku juga tuan."


Meski Ardhi kini dikelilingi orang-orang kuat seperti Lynn ataupun Risa, hal yang berbahayanya bukankah berasal dari kekuatan mereka.


Beberapa hari berikutnya pemimpin dari ketiga kerajaan telah muncul bersama pengawalnya, mereka adalah Luria ratu dari kerajaan demi-human Arvensia yang datang bersama putrinya Purin.


Kedua ratu dari kerajaan manusia Lyndon, Rola datang bersama Asenola dan terakhir yang baru tiba ratu dari kerajaan Elf Prista, Delia dan putrinya sekaligus kakak Nemesis, Nebius.


Keduanya tidak memiliki rambut hitam melainkan rambut hijau lumut dengan mata berwarna serupa.


"Karena semuanya sudah di sini maka kita bisa memulai negosiasinya," Eve bertugas sebagai pihak moderator, pihak yang netral.


Karena dia seorang guild master tidak ada yang meragukannya, meski begitu para elf memandang penuh kemarahan terhadap Ardhi.


"Bagaimana bisa penyihir kegelapan dan juga elf terkutuk bisa bersama denganmu."

__ADS_1


Itu merujuk ke arah Lynn dan juga Risa yang berada berdekatan dengan Ardhi.


__ADS_2