Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 46 : Kuil Air Di Perbatasan Arvensia


__ADS_3

Itu adalah sebuah reruntuhan yang sebelumnya merupakan sebuah kuil air, di sekelilingnya terdapat bangunan yang telah roboh dan tanaman Ivy membungkusnya dengan baik bersama lumut yang menempel di dindingnya.


Berbeda saat melawan laba-laba besar, mereka tidak tahu seperti apa laba-laba tersebut tapi sekarang berbeda, berkat Naya, Ardhi bisa mempersiapkan lebih dulu untuk mengalahkan sosok yang disebut sebagai Guardian of Goddess yang menjaga salah satu kunci yang mengurung Naya di suatu tempat.


Latifa, Nisa, Mery dan juga Risa saling memandang dan mengangguk untuk menandakan bahwa masing-masing sudah siap.


Untuk Purin dia berada paling belakang mengawasi dan berharap agar mereka selamat, saat berada di kota Sandria mereka tidak bisa mengingat Naya tapi ketika mereka keluar itu sedikit berbeda. Ardhi menjelaskan kembali tentang sosoknya hingga mereka akhirnya mampu mengingatnya kembali.


Karena itulah mereka bersedia membantu Ardhi untuk mengambil kunci tersebut di sini.


Bunyi deritan logam terdengar, itu berasal dari sebuah baju besi hitam yang menyeret pedang besar di tangannya. Tingginya dua meter serta ada aura gelap yang menyelimutinya.


Seorang Dark Knight, dialah yang melindungi kunci tersebut, jika diperhatikan kuncinya berada di lehernya.


Ketika jaraknya begitu dekat dengan Ardhi dia menyergapnya dari atas, sayangnya Dark Knight menyadarinya lalu mengayunkan pedangnya tanpa perlu menoleh. Dua pedang Ardhi membentur pedang tersebut hingga dia terlempar ke samping lalu menghantam tembok dengan ledakan besar.

__ADS_1


Nisa dan Mery keluar mengikuti, memberikan serangan ke dua dari upaya penyergapan. Dark Knight menebas dan Mery menahan.


Hampir sulit berpikir bagian mana yang harus diserang bagaimana pun Dark Knight hanyalah sebuah zirah besi kosong yang hidup, meski demikian Nisa tanpa pikir panjang terus melakukan Double Slash dengan dua belatinya.


Itu membuat goresan tapi tidak cukup untuk menembusnya. Ketika perhatian Dark Knight teralihkan, Mery menerjang untuk menghantamkan perisainya yang mampu melempar Dark Knight ke belakang. Di sana Ardhi telah menunggu melalui pedangnya dia menggunakan Spin memutar tubuh Dark Knight dengan serangan kuat sebelum mundur.


Di saat Dark Knight kehilangan momentum barulah Risa muncul untuk menggunakan Atomic Strike miliknya.


Ledakan menggema bersamaan api yang membumbung tinggi hingga menghempaskan seluruh area di sekelilingnya, karena jarak yang begitu dekat maka sihir Latifa datang untuk melindungi semuanya.


"Apa berhasil nyan?" tanya Nisa dan jelas Dark Knight masih berdiri walau tubuhnya mengeluarkan asap ke udara.


"Sialan, brengsek... Dia masih bisa bertahan."


"Risa sifatmu berubah nyan."

__ADS_1


"Apa maksudmu desu?"


Ardhi pikir tidak ingin membahas apa yang barusan dia lihat dan kembali menerjang Dark Knight. Pedangnya beberapa kali berbenturan di udara.


Nisa maupun Mery tak ingin hanya diam dan turut membantu. Tiga lawan satu adalah sesuatu yang tidak adil namun dalam pertempuran hal demikian sah-sah saja.


Latifa merapalkan sihir suci dan secara terduga, itu menarik Dark Knight tertuju padanya.


Setelah menerbangkan ketiganya menjauh, dia mengayunkan pedangnya untuk menciptakan tebasan bulan sabit terbuat dari bayangan.


Saat Mery maju ke depan perlindungan akan diserahkan pada Risa untuk menjaga keberadaan Latifa, dengan lingkaran sihir Risa menahan tebasan itu sampai menghilang sendiri.


"Latifa sebaiknya kau tidak menggunakan sihir suci yang kuat desu, itu terlalu berbahaya."


"Kurasa begitu."

__ADS_1


Kemampuan Latifa dibatasi hanya untuk Heal dan penguatan. Nisa menggerakkan belatinya melompat dari sisi satu ke sisi lainnya dengan sebuah tebasan.


Dark Knight menyadari hal itu dan ia ditendang hingga menukik tajam masuk dalam reruntuhan, Mery mengalami hal sama dan Ardhi masih berdiri untuk menghadapinya secara langsung.


__ADS_2