Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 69 : Kekuatan Dari Sebuah Gambar


__ADS_3

Pilar-pilar api menyembur ke udara bertepatan langkah kaki Alcott yang tak terhentikan.


Roy dan Tiffany yang sudah babak belur melompat ke depannya namun di saat yang sama mereka dihempaskan dengan mudah, mengambil sebuah kesepakatan seekor ular naga keluar dari buku gambar yang dijulurkan Yumi dan itu membentur tubuh Alcott secara langsung.


Roy dan Tiffany melompat mundur untuk mendapatkan perawatan melalui sihir penyembuhan Yugo.


Naga buatan Yumi hancur dan menyisakan Alcott yang berdiri tanpa ekspresi.


"Kekuatan kalian terlalu lemah, sebaiknya kalian berlatih keras lagi."


Yumi mendecapkan lidahnya lalu menunjukkan sebuah gambar hingga dari sana beberapa harimau berlarian untuk menyerang sosok musuhnya.


Alcott menciptakan pedang dari api, hanya dengan gerakan sederhana dia mampu mengalahkan semuanya.


"Dia membuatku marah, aku akan menghajarnya."


Yumi dengan jengkel menendang tanah, kemudian dia tersenyum mengerikan.


Melihat itu anggota partynya sudah tahu apa yang akan dia lakukan. Roy maupun Tiffany buru-buru bangkit untuk menyerang sosok Alcott.


Roy menggunakan gerakan bertarung pencuri yang menggunakan gerakan kaki dan tangan yang lincah, sementara itu Tiffany juga mengikuti dengan gerakan pedang miliknya.


Untuk Yugo dia sudah terkapar karena paling banyak menggunakan sihir penyembuh.


"Kalian jadi semakin cepat."


"Apa boleh buat, kami berusaha untuk mengulur waktu bagi pemimpin kami."

__ADS_1


"Begitu."


Alcott menghilangkan pedangnya lalu menggunakan tangan kosong untuk menangkis serangan Roy, dia memelintir tangannya sebelum menendangnya menjauh di saat yang sama Tiffany melompat untuk memberikan tebasan dari atas ke bawah yang dengan mudah ditahan satu jari oleh Alcott.


"Apa?"


"Sayang sekali lemah."


Keduanya kembali terlempar ketika Alcott berlari untuk mengincar Yumi, dia berhenti dengan sebuah gambar yang diperlihatkannya padanya.


Itu adalah seorang gambar dari wanita serba hitam dengan membawa sabit.


"Gambar lukisan Dewi Kematian," begitulah apa yang dikatakan Yumi.


Itu bukan sebuah gambar yang biasa dia lakukan melainkan mirip seperti sebuah pemanggilan. Buku gambar Yumi mulai melebur jadi debu dari atasnya muncul seorang wanita yang melayang sambil menempatkan sabit di bahunya.


"Halo Yumi-chan, Owh sudah lama terakhir kita bertemu.. apa kau tambah tinggi? Bagaimana dengan dadamu?"


"Orang itu, ras iblis."


Alcott menembakan bola api pada wanita tersebut namun dengan mudah dihempaskan ke samping.


"Kau menyerangku dengan seenaknya."


Ketika Alcott hendak bergerak pusaran tornado telah melahapnya ke udara, tak tanggung-tanggung itu sekitar tiga buah yang masing-masing diselimuti petir.


Ketika selesai sosok Alcott jatuh menabrak tanah tanpa daya.

__ADS_1


"Kuat sekali."


"Kerja bagus Nymph, kurasa itu cukup."


"Eh, tapi aku hanya muncul sebentar?"


"Nanti aku akan memanggilmu, mari minum teh bersama."


"Yatta."


Semua orang di kelompok Yumi menghela nafas lega sampai Eve dan Lumios muncul dari arah belakang mereka.


"Kurasa cukup sampai di sana."


"Guild master?" mereka semua serempak memangilnya.


"Kau terlihat luka parah Alcott," ucap Lumios yang dijawab dengan kasar.


"Berisik."


Eve menjelaskan semuanya dan meminta untuk tidak membunuh mereka, pada akhirnya semuanya setuju dengan itu.


Saat mereka mengalihkan pandangan mereka melihat puluhan burung di atas kepala mereka yang terdiri dari elang dan merpati.


Itu semua merupakan peliharaan Ardhi, salah satu elang menukik dan mendarat di tangan Eve.


Dia menulis sesuatu di sepotong kertas lalu melilitkannya di kaki burung tersebut.

__ADS_1


"Aku mengandalkanmu."


Seolah mengerti dengan apa yang dikatakan, elang putih tersebut mengeluarkan suara nyaring sebelum kembali terbang.


__ADS_2