Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 68 : Eve


__ADS_3

Melihat bagaimana bangunan kota Georginia rusak, Eve yang berdiri di atas tiang mendesah pelan. Di kota ini sendiri para petualang kuat bisa dihitung dengan jari karena itulah saat ada serangan dadakan, dampak yang diterima kota ini akan jauh lebih besar dari yang dipikirkan semua orang.


Ketika situasi buruk sebagai guild master dia diharuskan turun sendiri.


Eve melompat ke bawah lalu menjatuhkan pasukan ras iblis dengan hanya sebuah tinju, itu merupakan kekuatan luar biasa yang melebihi tubuh seorang manusia.


Semua musuhnya dipukul mundur dengan mudah, bahkan sihir yang mereka gunakan dilenyapkan hanya dengan sebuah pukulan biasa.


"Apa-apaan ini?"


"Elemental Break, skill ini membuat sihir apapun bisa dinetralisir."


"Lalu bagaimana kau bisa menggunakan sihir?"


"Aku diberkahi dengan kekuatan fisik kuat, karena itulah sihir tidak terlalu berguna untukku. Mungkin karena itulah hanya aku satu-satunya yang bisa menggunakan skill ini."


Elemental Break aktif secara otomotis, ketika seseorang menggunakannya maka dia dipastikan tidak bisa menggunakan sihir apapun.


Inilah harga yang harus dibayar dari skill ini.


Ketika para ras iblis ditumbangkan sosok pria berambut biru panjang dengan gaya ekor kuda serta mengenakan kaca mata di wajahnya muncul.


"Kemampuan yang luar biasa, pantas menjadi lawanku."


"Siapa?"


"Namaku Lumios, salah satu dari raja surgawi. Kamu?"


"Eve, guild master kota ini."


Lumios mengenakan pakaian militer dengan bet bahu bintang dua.


"Sebuah kehormatan bahwa guild master sendiri yang akan melawanku, karena itulah aku akan menguji seberapa kuat dirimu."

__ADS_1


"Majulah."


Eve melesat dengan kecepatan tinggi, pukulannya menghancurkan kepala Lumios yang meledak menjadi serpihan air.


"Sayang sekali, tapi aku juga mempunyai skill khusus."


Sebagai serangan balasan Eve ditembak dari belakang dengan sebuah meriam air hingga dia terlempar jauh ke belakang.


Di sana Lumios yang lain telah berdiri dengan santai memperhatikan Eve yang telah bangun kembali.


Pakaian basah dan itu menunjukkan pakaian dalam yang dikenakannya.


"Sebuah trik murahan, kau membuatku basah kuyup."


"Maafkan aku, aku tidak berniat mempermalukanmu tapi aku hanyalah seorang pengguna sihir air."


"Tidak usah dipikirkan, hanya tubuh terlihat tidak akan cukup untuk mempermalukanku."


"Begitu, senang mendengarnya."


"Sepertinya kemampuanmu hanya menetralisir apapun yang disentuh tanganmu, selain itu bukanlah ancaman."


"Aku tidak berfikir demikian."


Eve menerjang kembali, di bawah kakinya dia menciptakan sebuah ledakan yang mendorongnya maju, para ular naga mulai meluncur untuk menjatuhkannya.


Salah satunya menerima pukulan hingga lenyap dan naga yang lain segera menyerang keberadaan Eve di udara.


Eve melompat turun saat delapan kepala terus mengejarnya.


Dia memukul tanah hingga material menyeruak ke udara, para naga kehilangan momentum hingga akhirnya beberapa dari mereka dihancurkan.


Satu naga menerkam Eve dari depan membuatnya harus menahan rahang tersebut, namun hanya sebentar sampai dia melesatkan pukulan untuk menghancurkannya.

__ADS_1


"Kau bisa mengalahkan sihirku dengan mudah, bagaimana dengan ini."


Sebelum Lumios mengeluarkan sihirnya, Eve sudah berada di belakangnya.


"Cepat sekali."


Bagian belakangnya dipukul hingga Lumios terbang menembus beberapa rumah sebelum terduduk dengan darah menyembur dari mulutnya.


Ketika Eve muncul di depan wajahnya dia segera mengangkat tangannya.


"Aku menyerah."


"Untuk seorang raja surgawi, kau malah mengatakan itu."


"Apa boleh buat, walau aku bintang dua aku bukankah tipe petarung.. aku hanya ahli strategi, aku hanya menjalankan perintah saja."


Eve mendesah pelan.


"Sebenarnya apa yang terjadi, dan sepertinya para petualangku juga tidak bunuh. Jangan bilang bahwa ada rencana lain."


"Tidak ada rencana apapun, sudah kukatakan aku hanya mengikuti perintah, tugasku hanya membuat raja iblis yang baru untuk masuk ke dalam kota hanya itu dan sisanya mereka melakukannya sendiri-sendiri."


"Katakan tujuan kalian?"


Lumios menghela nafas panjang.


"Kami membuat kesepakatan dengan sekte yang mengikuti raja iblis sebelumnya, mereka meminta kami untuk membawa pahlawan."


"Pahlawan? Jangan bilang target kalian Ardhi."


"Jadi namanya Ardhi, kami hanya harus membawa pria yang kuat yang ada di kota ini."


Karena kebanyakan wanita yang kuat di kota ini, tidak heran hanya informasi segitu sudah cukup untuk menemukannya.

__ADS_1


"Ini jadi kacau balau."


__ADS_2