Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 08 : Serangan Mendadak


__ADS_3

Sementara Purin telah naik ke atas panggung, kelompok Ardhi telah menyebar ke sekeliling kota.


Nisa, Mery, Latifa dan juga dirinya mengambil jalan berbeda sedangkan untuk perlindungan Purin telah diberikan pada pihak penyelenggara.


Ardhi melewati distrik lampu merah dan mengabaikan wanita yang tengah menggodanya.


"Maaf."


"Tidak asyik."


Hanya tempat ini yang tidak terpengaruh dengan keberadaan panggung Purin, tepat saat ia menjauh seorang wanita telah melangkah padanya selagi mengirimkan sebuah tusukan dari sebuah pisau, Ardhi yang menyadarinya berputar untuk menghindarinya selagi menangkap tangannya lalu menjatuhkannya ke bawah.


Orang-orang di sekelilingnya terdiam dan tidak ada yang mencegahnya ataupun melarangnya, bahkan salah satu dari mereka menganggap Ardhi sebagai seorang kesatria.


"Tuan kesatria, maaf.. apa yang?"


"Wanita ini sepertinya menyamar."


Tepat Ardhi mengatakan itu tubuh wanita yang dia jatuhkan mengeluarkan asap, membuatnya mundur untuk langsung menutupi hidungnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi Ardhi mengejarnya.


Gaun yang dikenakan wanita itu telah dirobek dan menunjukan pakaian yang sering dikenakan seorang ninja wanita.


Dia berbelok ke gang dan Ardhi mengikutinya. Menurut saksi seorang yang membunuh pria di jalan itu adalah seorang wanita. Ardhi hanya berfikir bahwa mungkin dia bisa menemukan orang tersebut di tempat seperti ini, dan tak disangka bahwa tebakannya sangat tepat.


Ardhi berhenti berlari bertepatan saat wanita itu juga berhenti dan berbalik, ia memiliki mata ruby dengan rambut merah yang dipotong dengan ukuran berbeda, bagian kiri lebih panjang dibandingkan bagian kanan serta jepit kupu-kupu diselipkan di antara rambutnya.


"Kau anggota Skull Darkness?"


"Bukan, aku hanya disewa oleh mereka... namaku Hibiki dari klan ninja."


Tepat saat dia mengangkat kedua bahunya orang-orang berjubah hitam bermunculan dari atap, menatap Ardhi dengan seringai jahat.


Jelas sekali mereka telah mencari tahu informasi kelompok Ardhi, dia tidak akan merasa aneh jika anggotanya juga mengalami hal sama sekarang.


"Ada sesuatu yang ingin kutanyakan tapi kurasa kau tidak akan mengatakan apapun sebelum berhasil ditangkap."


"Itu benar sekali."

__ADS_1


Para anggota Skull Darkness melompat untuk menyergap sosok Ardhi, dia memang tidak bergerak namun keenam pedangnya melesat ke udara kemudian melukai mereka hingga berjatuhan ke bawah.


"Kau tidak membunuh mereka, sungguh naif."


Lima pedang kembali ke sarungnya sementara satu pedang berada di tangan Ardhi, sekarang motif mereka sudah jelas. Skull Darkness mengincar keberadaan Purin demi keuntungan mereka, yang masih membuat Ardhi penasaran adalah tugas dari wanita di depannya.


Ardhi melesat maju, begitu juga Hibiki.


Dari balik pakaian yang dikenakannya dia mengeluarkan sebuah kunai dan senjata itu berbenturan langsung dengan pedang Ardhi hingga menghasilkan percikan ke udara.


Walau ukuran senjata itu terbilang lebih pendek dari pedang, itu mampu menangkis serangan yang Ardhi berikan.


Dengan lihai wanita tersebut memberikan sebuah tendangan di perut Ardhi hingga dia terlempar sebelum berguling ke belakang sejajar dengan lantai.


Wanita itu berlari mendekat lalu melompat ke atas untuk menjatuhkan tendangan gunting, Ardhi berguling ke samping hingga tendangan itu hanya meledakan tempat dia sebelumnya berada.


"Kau tidak terlalu kuat dari yang terlihat, bukan begitu."


Wanita itu merapikan rok mini miliknya sebelum melirik ke arah Ardhi yang telah kembali siap bertarung.

__ADS_1


"Aku hanya petualang peringkat B," balasnya demikian.


Dia tidak seperti raja iblis yang bisa menggerakkan tubuh manusia karena itulah hanya ini yang bisa dia lakukan.


__ADS_2