Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 30 : Kota Untuk Beristirahat


__ADS_3

Semua orang disibukkan dengan memilih pakaian yang disediakan toko tersebut, sementara Ardhi tak bisa berhenti memperhatikan keadaan di luar.


Salah satu pria yang bertugas sebagai manajer toko menyapanya.


"Tuan, apa ada sesuatu yang mengganggu Anda?"


"Kota ini lebih sepi dari yang seharusnya, ke mana semua orang?"


"Soal itu karena kemunculan monster berbahaya dalam jumlah besar di tempat ini bernama kura-kura raksasa, monster ini kerap menyerang hewan ternak dan juga ladang pertanian karena itulah orang-orang yang memiliki bisnis tersebut meninggalkan kota, sementara yang masih bertahan adalah orang-orang dengan bisnis seperti kami yang jumlahnya lebih kecil."


"Aku bisa mengerti hal itu, tapi bukannya hal tersebut juga akan mempengaruhi kalian nantinya?"


"Hal itu tidak perlu dikhawatirkan lagi, kami telah menyewa para petualang di kota sebelah, setelah mereka tiba ancaman seperti itu tak akan terjadi lagi walaupun kami harus bersama-sama menabung untuk menyewanya."


Latifa tiba-tiba muncul lalu menarik Ardhi masuk ke dalam tirai ganti.


"Latifa?"


"Aku ingin Ardhi yang memilihnya, apa kamu suka yang ini atau yang ini?"


Yang satu adalah polos dan satu lagi dengan motif bunga, tentu saja keduanya adalah bra.


"Kau tahu, hal seperti ini bukannya lebih baik kau yang putuskan sendiri, dan juga bukannya kita datang untuk membeli pakaian untuk Risa."


"Karena sudah di sini, akan sangat aneh jika kami tidak membelinya juga. Apa pilihanmu?"


Ardhi menghela nafas panjang lalu menunjuk ke motif bunga.


"Pria memang suka yang terlihat seperti ini, aku akan langsung memakainya. Ardhi tolong bantu aku mengaitkannya."

__ADS_1


"Apa boleh?"


"Jika itu Ardhi, aku tidak akan keberatan."


"Aku beli yang ini nyan."


Nisa yang telah selesai membeli pakaiannya tampak dihadang manajer toko.


"Pria barusan dibawa oleh seorang pendeta, apa dia akan baik-baik saja?"


"Hubungan mereka memang seperti itu nyan, pura-pura tak melihat saja nyan."


Di depan semua orang Risa memamerkan pakaian yang dipilihnya, itu adalah sebuah rok hitam pendek dengan kemeja putih berenda yang ditutup jubah penyihir putih serta lengkap dengan topinya.


Dia seperti karakter imut yang muncul di acara TV anak-anak pada hari libur.


Semua orang termasuk Purin merasa bahwa itu sesuatu yang imut sebelum akhirnya kembali sadar dengan umur sebenarnya yang dimiliki Risa sendiri.


"Lain kali mari berhati-hati, maksudku kau juga Nisa."


Nisa yang tidak bisa menahan diri untuk mengelus sosok Risa akhirnya berhenti saat ditegur oleh Latifa.


"Tanganku bergerak sendiri."


"Tidak mungkin seperti itu."


Setelah dari toko mereka menyewa penginapan untuk beristirahat, ketika malam tiba seseorang telah membangunkan Ardhi dari tidurnya.


"Tuan, apa Anda ada di dalam?"

__ADS_1


Itu adalah suara manajer toko yang dia temuinya bersama seorang wanita pemilik penginapan.


"Ada apa?"


"Kumpulan kura-kura raksasa sedang menuju kemari."


"Yah, bukannya kau bilang bahwa para petualang sudah disewa untuk menghentikannya."


"Mereka malah lari, akibatnya para kura-kura malah berbondong-bondong datang kemari."


Risa yang tidur satu penginapan dengan Ardhi tampak berjalan selagi menyeret selimut di tangannya.


"Ada apa desu? Aku masih mengantuk."


Pemilik penginapan maupun manajer melirik ke arahnya tapi hanya sesaat sebelum mengalihkan kembali ke arah Ardhi.


"Kamu seorang kesatria bukan, apa bisa membantu kami?"


"Tidak, aku bukan seorang kesatria."


"Aku mohon tolong selamatkan kota kami," tambah pemilik penginapan.


Ardhi mau tidak mau mengangguk mengiyakan lalu menggendong Risa di bahunya.


"Mari pergi?"


"Eh, aku juga desu."


Kekuatan Risa lebih cocok digunakan untuk melawan monster dalam jumlah besar.

__ADS_1


__ADS_2