
"Aku sedikit tertarik dengan tempat ini, kota Georginia adalah kota terpencil dari ibukota tapi dalam waktu singkat menjadi kota yang besar, dipenuhi petualang, perdagangan, prostitusi besar dan juga perjudian, kebetulan aku menjalankan bisnis seperti tempat hiburan ini karena itulah aku ingin bisa mengambil alih semuanya, jika di satu kota ada tempat perjudian yang sama, salah satunya pasti akan kalah namun jika nyonya Adaline mau mempertaruhkan tempat ini maka aku akan dengan senang menerimanya."
"Kamu terdengar jujur saat ini."
"Akan lebih baik jika dikatakan secara langsung."
Roy tertawa untuk memecah keheningan.
"Jika tuan-chan menginginkannya, kenapa kita tidak bertaruh atas toko ini saja.. aku yakin itu bisa menyelesaikannya."
"Hoh, kau baru mengusulkan hal bagus."
Penjudi dua dan tiga jelas tidak menyukainya.
"Jika kalian ingin bertaruh seperti itu aku tidak ikut."
"Aku juga."
"Lalu apa nona ini mau bertaruh?" tanya si penjudi satu.
"Aku memiliki banyak perusahaan seperti itu, satu tidak merugikan untukku."
Ardhi memilih untuk tidak mendengarkan hal barusan dan memilih lebih teliti untuk mencari tahu langkah lawannya.
__ADS_1
Dengan cara sebelumnya dia rasa sedikit kurang menarik maka Ardhi mengusulkan sesuatu yang lebih praktis.
"Kalau begitu aku menyarankan untuk merubah pertaruhannya ini dengan cara yang menyenangkan."
Semua orang mengerenyitkan alisnya termasuk Adeline sendiri.
"Mari kita dengarkan apa itu?"
"Aku akan mengocok kartunya dan kalian hanya harus memilih satu kartu di antara semuanya, siapa yang berhasil menebaknya dengan tepat maka dia pemenangnya, tentu yang harus kalian pilih adalah kartu ini."
Ardhi menarik kartu dari meja dan menunjukkan sebuah Joker.
"Aku cukup sedih karena kartu ini jarang digunakan dalam pertaruhan apapun."
"Aku tidak tertarik dengan bisnismu."
Sementara semua orang terkejut, Liwei tertawa.
"Baru pertama kalinya seseorang berkata kasar padaku, kau cukup menarik."
"Mari abaikan hal itu, apa kalian sepakat?"
Penjudi satu melirik pengawal di sebelahnya untuk memastikan sesuatu, saat dia mengangguk dia akhirnya setuju kemudian disusul lainnya.
__ADS_1
"Kalau begitu Ardhi-chan ini kartunya, tolong kocok dengan baik."
Ardhi menerima kartu yang diberikan oleh Adaline, dia jelas menggoda Ardhi dengan masih menggunakan akhiran Chan untuknya.
"Kalau begitu aku akan memulainya."
Ardhi menyelipkan Joker di antara kartu kemudian melakukan tugasnya dengan cepat, dia mulai menyebarkan seluruh kartu ke seluruh meja, jika seseorang tidak menemukan Joker maka pemilihan kartu akan dimulai kembali, urutannya sendiri si penjudi satu, Roy dan terakhir Liwei.
Mereka mengambil satu sesuai giliran masih-masing.
Untuk pertama kalinya si pengawal membuka mulutnya.
"Bagaimana jika kau ternyata curang dan hanya menguntungkan rekanmu?"
"Kau baru mengatakannya sekarang, bukannya itu hanya akan menjadi alasan jika rekanku yang menang."
Semua orang terdiam sekaligus dan Ardhi mengambil jeda dalam perkataannya. Berbeda dengan cara menggunakan kekuatan Ardhi memiliki kekuatan sangat kuat dalam berfikir.
"Jangan khawatir, aku tidak curang, aku tidak bisa mengubah kartu atau menggunakan sihir untuk mengetahui kartu lawan seperti yang kau lakukan."
Mendengar itu si pengawal tampak marah.
"Apa yang kau katakan, aku juga tidak bisa melakukan itu."
__ADS_1
Raut wajah si penjudi satu berubah kesal sekaligus terkejut, semua orang pasti bertanya-tanya bagaimana Ardhi mengetahuinya namun semuanya hanyalah trik biasa yang dilakukan Ardhi dengan dukungan Adaline.