
"Ardhi kamu mengambil keputusan yang nekat loh di sana, sebagai dewimu yang cantik jelita paling tidak biarkan aku memberikanmu saran, nikahi aku."
Untuk sekian kalinya Ardi telah melakukan pertemuan rahasia dengan Naya di alam mimpi, walau disebut demikian ini hanyalah dimensi sementara yang dibuatnya yang merupakan padang rumput luas dengan satu meja bundar dan dua kursi sepasang.
"Aku pikir yang Anda katakan sama sekali tidak ada kaitannya," ucap Ardhi selagi membawa teh ke ujung mulutnya.
Naya mengembungkan pipinya.
"Aku pikir dengan dadaku yang besar bisa sedikit menggodamu."
Tentu Ardhi juga tertarik dengan hal itu namun dia tidak terlalu liar hingga dia hilang kendali atas dirinya. Ia berusaha untuk mengalihkan topik ke suatu yang lebih penting.
"Wilayah pohon besar memiliki kekuatan untuk menyuburkan tanah bahkan menjauhkan para monster untuk mendekatinya, apa dewi bisa menjelaskan kenapa hal itu bisa dilakukan?"
"Itu karena di sana kekuasaan wilayah Dryad."
"Dryad?"
"Peri hutan, Dryad memiliki kemampuan untuk membuat tanah menjadi subur untuk alasan tertentu Dryad di pohon agung sangatlah kuat hingga mampu mengusir monster, dari yang kulihat ia memutuskan untuk tidak terikat dengan kerajaan mana pun meski demikian ia masih mengizinkan manusia untuk mengelola wilayahnya agar bisa membantu semua ras, namun sayangnya seperti yang terlihat ketiga kerajaan terlalu memiliki ego tinggi hingga tidak bisa mempercayai satu sama lain, aku tidak tahu tapi manusia bisa begitu saja berperang dengan alasan sepele."
Ardhi bisa mengerti hal itu.
__ADS_1
"Jangan meminum tehnya saja, makanlah cemilan juga."
"Bentuknya nyeremin."
"Padahal aku membuatnya penuh cinta, aku terluka di sini... ah."
Naya terduduk selagi mengusap air matanya, tentu perlu lebih dari itu agar bisa menipu Ardhi.
Sandiwaranya terlihat jelas.
"Jadi cemilan apa ini?"
"Roti jahe."
Naya kembali duduk selagi membusungkan dadanya yang besar.
"Sebelumnya kamu berhasil mengambil satu kunci bahkan mengalahkan Dark Knight, aku akan memberikan hadiah untukmu."
"Aku harap itu bukan sesuatu yang aneh?"
"Tentu saja, ini adalah sebuah kemampuan yang berguna kalau-kalau Ardhi mampu merawat wilayah pohon besar."
__ADS_1
Tubuh Ardhi terselimuti cahaya sesaat sebelum menghilang setelahnya.
"Kamu bisa menukar koin apapun dengan item dari dunia lain, setelah bangun silahkan mencobanya."
"Aku mengerti."
"Kalau begitu sampai nanti, aku tidak sabar melihat semua pencapaianmu yang lainnya."
Ardhi terbangun dan menemukan sesuatu yang aneh di tempat tidurnya, jika dibilang aneh lebih tepatnya bahwa dia tidak tidur sendiri.
Di kirinya Latifa tidur memeluknya, di kanannya Mery melakukan hal sama dan di atasnya adalah Nisa dan Risa, dia dikelilingi para gadis yang jelas tapa pertahanan sedikipun.
"Sebenarnya apa-apaan ini?" gumamnya demikian tanpa dijawab siapapun.
Mereka mendapatkan fasilitas tamu di kerajaan, seperti makanan mewah, berkeliling kota dan sekarang sudah waktunya untuk kembali.
Di kerajaan demi-human sendiri memiliki banyak penyihir kuat khususnya orang yang mampu menggunakan sihir teleportasi untuk mengirimkan kelompok Ardhi ke kota Georginia dalam waktu singkat.
Untuk sementara waktu Purin akan tinggal bersama ibunya, dan jika Ardhi bisa mengambil wilayah pohon besar ia kemungkinan besar akan tinggal di sana sebagai perwakilan kerajaan. Tentu karirnya sebagai idol tidak akan menghilang.
Purin melambaikan tangannya dan di saat yang sama kelompok Ardhi telah dikirim ke kota Georginia.
__ADS_1
Dia harus melaporkan ke guild untuk urusan ini, karena itulah Ardhi meminta semuanya kembali lebih awal dan mereka menyetujuinya dengan sebuah anggukan.