Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 55 : Penelusuran Dungeon


__ADS_3

Karena sudah tidak mengambil quest bersama, kelompok Ardhi telah datang ke guild untuk mengambil pekerjaan.


Semenjak Purin meninggalkan guild rutinitas perkelahian di tempat ini telah kembali sedia kala.


"Sialan, siapa yang nyuri rokku, kembalikan padaku."


"Kau ini pria mana mungkin pakai rok."


"Apa? Penjual tokonya bilang ini rok khusus pria."


Mereka saling pukul hingga beberapa orang terlempar ke udara.


"Rambut palsuku terbang."


"Gigiku terbang."


"Kalian semua tidak berubah yah."


Dalam kerusuhan tersebut kelompok Ardhi memilih berjalan ke loket yang dijaga oleh Cathy.


"Kalian semua, sebelumnya kerja bagus untuk bernegosiasi dengan ketiga kerajaan aku sudah mendengarnya dari guild master, sayang sekali masing-masing dari kerajaan langsung kembali tanpa memutuskan untuk tinggal beberapa hari di sini. Jadi apa yang kalian butuhkan?"


"Kami mencari pekerjaan dengan penghasilan uang yang besar desu."


"Anak kecil ini, anggota baru kalian?"


"Namanya Risa, sebelum itu bisakah buat kartu guild untuknya," kata Ardhi


"Tentu, kalian semua sekarang rank-A mari buat kartu dengan rank yang sama untuknya."


"Apa boleh?"


"Ini pengecualian."


"Kami sangat terbantu."

__ADS_1


Cathy mengalihkan pandangan ke arah Latifa kemudian ke sebelahnya.


"Ngomong-ngomong orang dengan full armor ini apa Mery?"


"Tepat sekali, aku Mery."


"Kelihatanya baju itu sangat berat."


Ardhi juga setuju dengan itu.


Setelah beberapa saat menunggu Risa mendapatkan kartu guildnya.


"Owh, ini sangat hebat desu.. dengan ini aku mungkin tidak akan dianggap sebagai anak hilang."


"Semoga saja."


"Aku punya pekerjaan baru, beberapa hari ini ada dungeon yang muncul bagaimana kalian coba untuk menjelajahinya, karena belum banyak orang yang pergi ke sana aku yakin kalian bisa menemukan sesuatu yang bagus."


"Bagaimana menurutmu Latifa?"


"Aku juga sebenarnya sudah habis nyan."


"Bukannya kalian terlalu boros."


Terhadap perkataan Ardhi, keduanya tersenyum pahit.


"Kalau begitu kami akan ambil quest penjelajah dungeon."


"Okay."


Dungeonnya sendiri berada di pinggir pegunungan yang merupakan gua besar dengan bentuk menyerupai kepala tengkorak.


"Tempatnya memang sedikit nyeremin nyan."


"Mari masuk dan lebih baik terus berhati-hati."

__ADS_1


Berbeda dengan labirin di kota Sandria, dungeon ini tidak memiliki penerangan karena itulah Ardhi dan Latifa mengambil obor di tangan mereka.


Dibandingkan gua ini lebih terlihat seperti sebuah lorong persegi.


Beberapa slime melompat dari dinding dan segera dihabisi oleh pedang Ardhi maupun Nisa.


Sejauh mereka berjalan tidak ada musuh yang berarti namun saat mereka berjalan lebih jauh mereka menemukan sebuah area luas yang tidak mungkin dilihat siapapun.


Ini seharusnya masih lantai satu, menemukan sebuah keajaiban di awal sangatlah mengejutkan.


Mereka seharusnya berada di dalam gua akan tetapi yang mereka lihat sekarang adalah sebuah langit biru cerah dengan padang rumput serta pepohonan yang berderet dengan rapih.


Di sekelilingnya banyak beberapa party petualang yang merobohkan Orc, dan salah satu kelompok dikenal baik oleh Ardhi karena sama-sama berada dalam anggota Crimson Opera.


Seorang gadis dengan rambut pirang acak-acakan, mengenakan celana pendek serta bra saja, Siesta dia demi-human singa.


Pria dengan tubuh berotot Anderson. Dia memiliki rambut perak pendek dengan bekas luka di mata kirinya.


Selanjutnya seorang pria pendeta Marpin dan yang terakhir seorang pengguna rapier dengan pakaian seorang bajak laut Anisa.


Mereka kelompok terkuat kedua setelah Yumi dan baru saja mengalahkan lima Orc.


"Ardhi, kalian juga masuk ke dalam dungeon ini."


"Sepertinya kalian sudah berada lama di sini."


"Haha benar sekali, apa kau tahu saat mencium aromaku," balas Siesta mengendus dirinya.


"Aku hanya menebak saja karena tidak melihat kalian di kota."


"Begitu."


"Aku akan memasukan Orc-nya dulu."


"Tolong yah Anisa."

__ADS_1


"Baik."


__ADS_2