
Namaku Nisa dan sekarang aku sedang melakukan misi penting saat Latifa berteriak ke arahku dari sisi lain.
"Lakukan dengan baik kucing."
"Berisik, jangan ganggu monologku."
"Hah? Apa yang sedang kau lakukan sebenarnya."
Aku, Ardhi dan juga Anastasia tengah berjalan ke area Danau, untuk keselamatan Ardhi hanya meminta kami sampai di kedalaman perut saja.
"Kurasa di sini sudah cukup," katanya demikian.
Aku tadinya berfikir bahwa kami akan disuruh menangkap ikan namun sepertinya berbeda dari yang kupikirkan, meski ikan terlihat berenang ke arah kami, tidak ada siapapun yang berusaha menangkapnya malah Anastasia sedikit menjerit.
"Apa itu?
"Apa kau baru tahu yang namanya ikan nyan."
"Aku belum pernah menyentuhnya kecuali mereka berada di atas piring."
"Uwaah."
Aku memasang wajah bermasalah dengan nada mengejek sementara Ardhi sudah menyelam dan kembali selagi menunjukan sebuah kerang yang benar-benar menyerupai batu.
"Sepertinya danau ini sebelumnya diisi oleh para petualang yang melintas, di dalam sana tersedia banyak makanan yang bisa kita olah."
__ADS_1
Dengan kata lain belut yang kami lawan kemungkinannya seirei tanpa sengaja memasukannya ke dalam sini.
Aku tidak heran jika ada monster lainnya yang muncul.
Aku memasang wajah sedikit kebingungan dengan bahan ke dua.
"Um, Ardhi maksudmu kita juga akan mengolah rumput ini nyan."
"Di tempatku rumput seperti ini hanya tumbuh di laut tapi di sini mereka juga bisa hidup di air tawar."
"Jika kau mengatakan itu, maka aku akan segera mengumpulkannya nyan."
"Boleh aku memegangnya?"
Ardhi memberikan kerang di tangannya pada Anastasia yang secara menyeluruh ia ingat-ingat dengan sentuhannya.
Aku menemukan sesuatu yang cukup menarik jadi aku berikan pada Anastasia untuk menyentuhnya, itu memiliki bentuk selinder, kenyal dan juga berlendir. Menurut Ardhi ini juga bisa dimakan terlepas dari bentuknya yang agak sedikit aneh. Kau pasti menyadarinya.
Anastasia sedikit terkejut dan terus menyentuhnya dengan tangannya.
"Apa ini?"
"Itu ketimun air, cobalah untuk menggerakkan tanganmu seperti ini dan lalu kau akan mengetahuinya."
Anastasia dengan polos menuruti perkataanku dan sesuatu seperti cairan memucrat pada wajahnya yang cantik.
__ADS_1
"Apa? Kenapa? Ini lengket, aahh... lepaskan ini dariku."
Aku tertawa melihat bagaimana Anastasia tampak panik dengan membersihkan wajahnya hingga Ardhi memukul kepalaku dengan pinggir tangannya.
"Sakit nyan."
"Berhentilah memintanya melakukan hal aneh, cepat kumpulkan yang tadi kuminta."
"Aku mengerti."
Aku mengatakannya dengan sedikit mengembungkan pipi sebelum menyelam dengan mengambil nafas dalam-dalam.
Karena airnya yang jernih aku bisa melihat dengan baik setiap keadaan dasar danau ini, kami tidak terlalu repot-repot mengincar ikan yang sulit ditangkap dengan hanya kerang jumlahnya sudah cukup banyak.
Aku mengambil satu kemudian naik ke permukaan air untuk memasukannya ke dalam rakit yang sebelumnya dibuat oleh Ardhi demi memudahkan kami membawanya nanti.
Anastasia juga melakukannya dengan baik bahkan dia juga menaikan rumput di antaranya.
Beberapa jam berikutnya kami telah mendapatkan cukup bahan makanan. Ardhi telah menyiapkan kuali besar untuk merebus kerang yang memiliki ukuran sebesar tiga kepalan orang dewasa itu. Dia memberikan bumbu yang tidak pernah aku mengerti.
Keahlian Ardhi memang selalu misterius.
Untuk kerang yang tersisa aku bertugas untuk memanggangnya, sementara untuk rumput diolah oleh Anastasia sebagai sup. Kami bertanya apa rumput di daratan bisa diolah juga namun Ardhi mengatakan mereka sama sekali tidak bisa dimakan.
Sayang sekali aku berharap bahwa semua rumput bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, aku sesekali melihat slime memakannya jadi kupikir itu juga mungkin rasanya enak.
__ADS_1
Kelompok Latifa telah selesai menyembuhkan para petualang yang terluka dan mereka segera membantu kami untuk menyalurkan makanan pada semuanya.