
Di jalanan utama kota Georginia Roy menyapa Ardhi dari belakang, tak seperti Ardhi yang mengambil waktu untuk berlatih, Roy jelas baru saja kembali dari misi.
Dia merangkul bahunya selagi berkata dengan santai.
"Ardhi-chan, kudengar kamu berlatih sangat keras belakangan ini, sebagai seniormu paling tidak aku harus menghiburmu, apa kau mau ikut denganku ke tempat yang menyenangkan?"
"Tidak usah, aku akan kembali ke rumah."
"Heeeh, ayolah sesekali... kalau Ardhi-chan kurang nyaman ke distrik lampu merah, bagaimana jika ke toko succubus mereka menyajikan hiburan menarik, kamu pasti menyukainya."
Ardhi menghela nafas namun tangannya dipegang Roy dengan wajah memelas.
"Ayolah sekali saja, aku tidak berani kalau datang sendirian."
"Itu tidak seperti karaktermu biasanya."
"Aku juga manusia, memangnya seseorang bisa masuk ke dalam sana sendirian saat mereka baru pertama kali."
Ardhi mendesah pelan dan setuju untuk menemaninya.
"Jadi pekerjaan seperti apa yang kau ambil?"
__ADS_1
"Ketahuan kah, Ardhi-chan memang tajam."
"Jika Yugo aku yakin dia akan senang-senang saja jika masuk ke tempat seperti itu tapi jika itu kau, mungkin hanya itulah alasan yang tepat."
"Haha benar sekali, sebenarnya aku mengambil misi secara terpisah dari yang lainnya, aku benar-benar perlu uang lebih sekarang."
"Uang lebih, untuk apa?"
"Aku dibesarkan di panti asuh jadi sesekali aku ingin memberikan hadiah untuk semua penghuni di sana."
"Jadi begitu."
Ardhi menebak misi seperti apa yang ditawarkan oleh Succubus, mereka tidak hanya beroperasi malam hari, siang hari pun mereka masih membuka toko mereka.
"Di sini adalah surga pria, selamat datang di toko Succubus."
"Seharusnya yang melakukannya pegawai tokonya," perkataan Ardhi sama sekali tidak didengarnya.
Saat mereka memasukinya, tempat ini bukanlah sebuah toko Succubus pada umumnya, ini lebih tepat disebut sebagai tempat perjudian.
"Aku benar-benar tidak ingin mengunjungi tempat seperti ini."
__ADS_1
"Jangan bilang begitu Ardhi-chan mari kita temui pemilik tempat ini."
Semua permainan disajikan lengkap di tempat ini, dari pinball, lempar pisau, menebak dadu serta permainan kartu. Beberapa karyawan succubus yang mengenakan seragam karyawan tampak berlalung-lalang di sekitar para pemain, beberapa dilecehkan tapi tidak ada yang protes dengan itu.
Roy bertanya pada salah satu Succubus dan keduanya diantarkan ke ruangan dua yang suasananya lebih tenang.
"Ini ruangan pribadi nyonya Adaline, silahkan."
Ardhi dan Roy masuk ke dalam ruangan dan saat itu juga mereka melihat bagaimana seorang wanita Succubus duduk di sofa selagi menghisap cerutu dari tangannya.
Ia memiliki rambut hitam panjang sedikit bergelombang, dua tanduk, serta ekor di belakangnya, untuk pakaiannya ia hanya mengenakan long dress yang bagian sampingnya terbelah.
"Silahkan duduk, apa kalian dari guild?" katanya.
"Iya, aku melihat misi yang ditawarkan oleh Anda, jadi aku datang kemari."
"Ah begitu, apa kamu sudah membaca jelas apa permintaannya?"
"Tentu saja nyonya, aku diminta untuk mengalahkan seorang penjudi yang kerap datang kemari hingga merugikan banyak uang Anda, apa benar?"
"Tepat sekali, orang itu selalu bertaruh sangat banyak dan menang setelahnya kalau bisa aku ingin ada yang bisa mengalahkannya, paling tidak membuatnya tidak datang kemari lagi."
__ADS_1
"Kalau boleh tahu berapa persentase kemenangannya?" tanya Roy, dia berusaha sebaik mungkin untuk tidak menyinggung orang di depannya dengan berbicara sopan.
"Seratus persen," balasnya selagi mengembuskan asap ke udara.