Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 20 : Seorang Master Pedang


__ADS_3

Eve yang duduk di jendela tampak memasang wajah bermasalah, ini adalah ruangan pribadi miliknya di guild dan sekarang Ardhi tengah menceritakan apa saja yang telah dia lalui dalam perjalanannya.


Hanya menunggu seminggu lagi kelompok Ardhi akan kembali pergi dan ia ingin paling tidak menjelaskan semua situasinya pada orang yang memiliki wewenang besar di kota ini.


"Kelompok kalian terlibat sesuatu yang besar khususnya di dalam masalah tiga kerajaan."


"Aku tidak bisa menyangkal hal itu," jawab Ardhi pahit.


Di sisi lain mereka mendapatkan hal merepotkan dan di sisi lain mereka juga mendapatkan pendapatan besar dari pemburuan melawan harimau bertaring pedang, walau tidak sepenuhnya dilakukan mereka, saat bertemu Florentine, Ardhi akan memberikan jatahnya.


Carmen maupun Lila bahkan menangis saat pelaku perusakan desa mereka telah dikalahkan, sama seperti Nisa mereka juga mengalami hal sama.


Eve melanjutkan.


"Soal Nemesis kemungkinan besar dia memang penyihir kegelapan, dia telah bereinkarnasi menjadi sosoknya yang sekarang."


"Bukannya itu terlalu cepat untuk menyimpulkan hal demikian, kemiripan bisa saja terjadi," kata Adhi yang disangkal sebuah gelengan kepala.


"Tidak, meski pernikahan elf dengan manusia terjadi, mereka tetap tidak akan melahirkan putri dengan rambut hitam, rambut hitam semacam sebuah kutukan."


"Sejak kapan kau tahu ini?"


"Saat Nemesis datang pertama kalinya ke rumah kita.. aku tidak ingin mengatakannya karena tak ingin membuat semua orang salah paham tentangnya, entah dia penyihir atau bukan ia sudah menjadi bagian dari kita bukan."


"Aku bisa mengerti itu tapi lain kali tak masalah untuk mengatakan apapun yang kau pikirkan."

__ADS_1


"Akan kucoba."


Eve merogoh kertas dari belahan dadanya yang lalu dia lemparkan dan tangkap oleh tangan Ardhi.


"Ini?"


"Itu adalah alamat dari seseorang mantan petualang, kuyakin kau bisa belajar darinya selama ada di kota ini."


"Aku menghargainya."


Ardhi berjalan selagi menutup pintu. Setelah kepergiannya Eve hanya mengembungkan pipinya.


"Ardhi kini sedikit bersikap dingin padaku, apa dadaku kurang besar untuknya, apa menurutmu begitu Latifa?"


Latifa yang sejak tadi bersembunyi di atas genteng hanya mengerenyitkan alisnya.


Ardhi menahan tebasan itu hingga meledak dahsyat.


Keduanya melompat mundur.


"Kau pemuda yang menjanjikan."


"Apa Anda master Shen?" tanya Ardhi.


"Itulah aku, hmm apa yang kau perlukan di tempatku?"

__ADS_1


"Aku ingin belajar dari Anda, ini surat khusus dari guild."


"Hoh, sudah sejak lama aku tidak melihat hal itu... sayang sekali anak muda, aku hanya akan mengajari orang yang pantas aku ajari, karena itu tunjukan semua kemampuanmu itu."


Shen menghilang tepat di hadapan Ardhi, gerakannya sangat cepat layaknya kilatan petir, Ardhi menarik pedang yang lain untuk menggunakan teknik Spin, terkejut dengan itu, Shen tersentak ke belakang.


"Itu teknik hobgoblin."


Ardhi maju ke depan untuk menebaskan kedua pedangnya, namun sayangnya semua tebasan tersebut diblokir oleh Shen tanpa kesulitan.


"Anak muda, siapa namamu?"


"Ardhi."


"Berapa lama kau mempelajari teknik barusan dan siapa yang mengajarimu?"


"Aku mempelajarinya hanya kurang dari seminggu dan tidak ada siapapun yang mengajariku."


"Kau menirunya."


Dentrang, dentrang.


Keduanya saling menahan satu sama lain sebelum empat pedang Ardhi yang lain melayang ke udara untuk mengincar Shen hingga dia mundur selagi menangkis semuanya.


Dia tertawa.

__ADS_1


"Kau memiliki potensi untuk menggantikanku, aku akan menerimamu sebagai muridku pertama dan terakhir."


Mendengar itu Ardhi memiringkan kepalanya.


__ADS_2