Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 2 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 06 : Sebuah Pengakuan


__ADS_3

Setelah melaporkan diri pada pemilik tanah kelompok Ardhi, menerima sebuah kamar untuk beristirahat.


Pertunjukan Purin akan diadakan beberapa hari berikutnya selama itu dia akan mencoba untuk mengenali bagaimana kota ini bekerja.


Poster-poster Purin telah dinaikkan sepanjang jalan dan yang terlihat dari semua orang adalah perasaan bersemangat untuk melihat penampilannya.


"Ardhi, bisakah kita bicara berdua?"


Malam itu paling tidak menurut jam normal di luar, Purin secara mengejutkan telah memanggil Ardhi ke sebuah atap bangunan yang membuatnya bisa melihat keseluruhan kota ini, sementara dia bertanya-tanya, sosok Purin di depannya menahan rambutnya yang terbang ke samping.


"Terima kasih sudah mengantarku datang kemari begitu dengan yang lainnya, ini adalah penampilan terakhirku... jadi aku akan menampilkan hal yang terbaik di sini."


"Penampilan terakhir, apa maksudnya?"


"Aku sudah tidak bisa menjadi idol karena beberapa alasan, karena itulah..."


Bagi Ardhi ini jelas tidak masuk akal, walau ia mengenal Purin tidak begitu lama, dia tahu betapa dia menyukai tarian dan nyanyian, itu hampir mustahil untuk melepaskannya begitu saja.


Ketika dia jatuh dalam pemikiran tersebut, cahaya menyelimuti tubuh Purin dan saat dia sadari sosoknya tidak seperti sebelumnya.

__ADS_1


Ada sepasang telinga di kepalanya serta ekor yang bergerak ke kiri ke kanan mengikuti pergerakan yang ia lakukan singkatnya itu adalah bagian dari seekor rubah. Warna rambut yang merah muda itu telah berubah menjadi berwarna pirang juga.


"Purin, kau... seorang demi-human?"


"Benar, paling tidak aku ingin ada seseorang yang tahu akan kebenaran ini, sebuah kebenaran yang selalu aku sembunyikan sejak lama."


Penampilan, suara, tingkah laku, hampir mustahil menyebutnya Purin biasanya.


"Jangan bilang bahwa bandit yang telah menculikmu telah mengetahui semua ini."


"Benar, tak hanya itu ia juga sudah tahu bahwa aku pewaris tahta kerajaan Arvensia, jika begini terus aku mungkin akan ditangkap dan pada akhirnya akan membuat kerajaanku mengalami kerugian besar."


Ardhi memang cukup terkejut tapi tidak sampai dia kehilangan pikirannya, konflik tiga kerajaan yang sering dia dengar di guild petualang sekilas melintas di benaknya.


Jelas sekali jika misal Purin dijual kepada Elf, demi-human akan tunduk pada mereka.


"Tak kusangka masalah ini jadi semakin menjauh."


"Setelah mengetahui ini, tolong lupakan apa yang telah kukatakan barusan."

__ADS_1


Ardhi mengangkat kedua tangannya selagi menggelengkan kepalanya.


"Karena sudah sejauh ini, mana mungkin aku akan pura-pura tidak tahu... aku sekarang masih lemah meski begitu."


Dia menunjuk ke arah Purin sebelum melanjutkan.


"Aku akan membuatmu tetap berada di atas panggung dan menyelesaikan masalah soal kerajaanmu."


Purin melebarkan matanya karena keterkejutannya, dia berniat untuk berpisah dengan kelompok Ardhi saat dia selesai tampil di sini namun begitu, semua yang dia inginkan telah diputarbalikkan begitu saja dengan keegoisan yang ditunjukan oleh Ardhi.


"Kenapa kau mau melakukannya sejauh itu, kita tidak benar-benar dekat?"


"Memang benar tapi bukan berarti kita asing juga satu sama lain."


"Tapi."


"Yang jelas wajah Purin yang bersemangat dan ceria adalah hal yang selalu semua orang lihat bukan... aku juga merasa begitu."


Purin tak bisa berkata apapun lagi saat Ardhi kembali melanjutkan.

__ADS_1


"Tapi yang sekarang kulihat, kau benar-benar sangat menderita. Aku jelas tak mungkin membiarkannya begitu saja."


Ketika Ardhi mengatakan itu, Purin baru menyadari bahwa dirinya sudah menangis sejak awal.


__ADS_2