Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 21


__ADS_3

Sesampainya di cafe itu pak Kevin langsung memulai meeting dan sekretaris nya buk Fitri.


Hari juga sudah mulai larut setibanya Heni di rumah, Heni langsung rebahan dan meletakkan barang tas nya d atas meja.


Tidak lama handphone Heni berdering.


"kring, kring, kring, kring."bunyi suara handphone heni"


"Aduh siapa yang nelpon sih gak tau lagi cape ni."ucap Heni menggapai handphone nya yang ada di atas meja.


Setelah iya melihat handphone nya iya melihat bahwa yang menelpon nya adalah mantan Rani yang ada di desa.


"Hah, ini kan si Andre. Ngapain dia menghubungi gue."ucap Heni kaget langsung duduk.


"Ada apa ya?"Heni terheran heran dan mengangkat nya.


"Halo, ada apa ya?"tanya Heni cuek.


"Halo, ini Heni bukan?"tanya Andre.


"Iya! ada apa ya."ucap Heni dengan cuek nya.


Andre itu adalah anak kepala desa di kampung Rani dan juga mantan pacar Rani.


Mereka putus karena si Andre telah mengkhianati Rani. Andre berselingkuh dengan sepupu Rani.


Dan sejak itu Rani tidak lagi tinggal di desa itu. Rani mencoba untuk melupakan sakit hatinya dan pindah ke kota dan mencari pekerjaan.


"Rani ada sama kamu ngak? aku mau bicara dengan nya!"ucap Andre.


"Sudah lah, kamu ngak usah deketin Rani lagi!" gertak Heni.


"Aku mohon plis,, aku mau ngomong sama rani."ucap Andre.


"Kalau boleh, aku bisa minta nomor biar aku telfon ke dia saja?"lanjut Andre merasa tidak bersalah.


"Sudah aku bilang jangan ganggu Rani lagi!"bentak Heni dan mematikan handphone nya.


"Tut, tut, tut."bunyi handphone yang di matikan oleh Heni.


"Dia ngak tau apa, kalau Rani sakit hati karna dia!"ucap Heni dan menunjuk nunjuk handphone yang ada foto di kontak nya Andre.


Namun tidak lama kemudian Andre menelpon Heni lagi.


"Ih, dasar anak ini ya ngak bisa dibilangin!"ucap Heni emosi.

__ADS_1


Namun Heni mendiamkan handphone nya memutuskan untuk mandi saja.


Sesudah selesai mandi Heni melihat handphone nya sudah di penuhi oleh notifikasi dari Andre.


"Ck,,, dasar aneh."ucap Heni memalingkan matanya dari hapenya.


Kemudian Heni ingin menghubungi Rani, cuman Heni berfikir lagi.


"Kasih tau Rani ngak ya? tapi nanti kalau aku kasih tau pasti dia kepikiran, Rani kan gitu orang nya."ucap Heni berfikir dan mengangguk anggukan kepala nya.


"Lain kali saja lah, lagian sekarang pasti Rani lagi sibuk ngurus anak pak Kevin."guman pak Kevin dalam hati.


Dan Heni pun melanjutkan kegiatan di rumah nya.


"Angga.. sekarang udah waktunya mandi ya, habis tu lekas tidur."ucap Rani dari depan pintu kamar Angga.


"Iya tante, ini juga udah mau mandi ko."saut Angga yang masih saja main robot - robotan.


"Nanti kalau lapar lagi, datang aja ya ke dapur. Tante di situ entar."ucap Rani bergegas pergi."Iya Tante."jawab Angga.


Dan tidak lama pak Kevin pun sudah pulang. Rani melihat pak Kevin yang begitu lelah dan menghampiri nya.


"Mas Kevin, mau saya buatkan kopi?"tanya Rani dengan gugup menundukkan kepalanya. Rani Takut jikalau pak Kevin tidak meminum nya.


"Iya, buat kan saya kopi seperti biasa!"ucap pak Kevin dengan nada datar.


"Hari ini pak Kevin pulang larut malam, apa dia masih marah ya sama saya soal kejadian waktu itu."guman Rani dalam hati.


"Pokoknya aku harus coba minta maaf lagi ke pak Kevin."ucap Rani menyemangati dirinya sendiri.


"Ini mas Kevin kopinya."ucap Rani dan meletakkan kopinya di atas meja.


"Oh iya mas Kevin, boleh minta waktunya sebentar."tanya Rani sambil melihat pak Kevin yang begitu tidak acuh.


Lalu pak Kevin hanya memandang tajam ke arah Rani.


Setelah ketegangan itu akhirnya pak Kevin merespon juga.


"Ya! ada apa?"ucap pak Kevin dengan singkat.


"Mas Kevin, tolong maafin saya soal kejadian kemarin."ucap Rani memohon. "Saya tidak akan lalai lagi soal Angga."lanjut Rani memegang tangan pak Kevin yang sedang duduk.


"Oke, saya maaf kan buat kali ini. Kalau bukan karna Angga kamu sudah saya pecat sekarang juga kamu!"ucap pak Kevin dengan nada datar berdiri membelakangi Rani.


"Sebenarnya saya kecewa sama kamu."ucap pak Kevin raut muka yang datar dan masih membelakangi Rani.

__ADS_1


"Maaf mas, saya janji tidak akan Lalay lagi." jelas Rani memohon.


"Baik lah, saya akan memaafkan kamu. Tapi jika kejadian ini terjadi lagi saya tidak akan segan-segan memecat kamu di waktu itu juga!"ucap pak Kevin.


"Jadi.. mas Kevin memaafkan saya?"tanya Rani penuh harapan."Kali ini saja!"ucap pak Kevin dan bergegas pergi.


"Akhirnya pak Kevin memaafkan saya."ucap Rani kegirangan.


"Oh iya, tolong antar kan kopi saya ke kamar!"ucap pak Kevin dari kejauhan.


"Baik mas kevin!" seru Rani dan langsung membawakan kopinya ke kamar pak Kevin.


Tidak lama kemudian terdengar suara Angga yang memanggil Rani.


"Tante Rani, lagi dimana kok ngak ada di dapur? bukanya katanya lagi nunggu Angga di sana."ucap Angga sedang berjalan ke arah ruang tamu.


"Itu suara Angga!"ucap pak Kevin mendengarkan dengan teliti.


"Angga."panggil pak Kevin.


"Hah, itu kan suara Dedy."ucap Angga dan mencari sumber suara dari arah depan.


Dan mereka bertemu di dekat pintu masuk dari arah berlawanan.


"Dedy."suara panggil Angga dari belakang pak Kevin sambil berlari.


"Anak Dedy, dah sehat nak."ucap pak Kevin menggendong Angga.


"Udah dong Dedy, lihat Angga semangat lagi."ucap Angga tertawa dan menunjuk kan otot mungilnya.


"Wah, berati anak Dedy dah sehat dong."ucap pak Kevin semangat."udah dong Dedy."jawab Angga.


"Yaudah, sekarang Angga Dedy antar ke kamar ya."ucap pak Kevin.


"Iya Dedi, malam ini Dedy temani Angga tidur ya."ucap Angga manja. "Iya sayang, Dedy temenin tapi gak boleh nakal ya."ucap pak Kevin mencolek hidung Angga.


"Iya Dedy."ucap Angga dan mereka bergegas masuk kamar.


Kemudian setelah Rani mengantarkan kopinya ke kamar, Rani melihat kamar pak Kevin sedikit berantakan.


"Ini aku harus mulai dari mana ya?"ucap Rani berfikir.


"Kok berantakan kali ya, oh iya aku kan belum memasuki kamar ini setelah beberapa hari di rumah sakit."ucap Rani dan tertawa kecil.


Kemudian Rani mulai membersihkan kamar dan menyelesaikan tepat waktu sebelum pak Kevin kembali.

__ADS_1


"Nah kalau udah rapi gini kan enak di lihat nya!"ucap Rani memandang dan mengangguk anggukan kepalanya.


Kemudian pergi ke kamar Angga dan melihat pak Kevin sedang di sana. lalu iya kembali karena melihat pak Kevin disana.


__ADS_2