
"Aku sama Rani kok!"ucap pak Kevin dan menunjuk ke samping nya.
"Loh! Rani?!"ucap pak Kevin ke bingung.
"Kamu hanya sendirian saja Kevin."ucap Ulan.
Lalu Ulan mencoba untuk duduk.
"Udah kamu duduk aja Ulan nanti kamu makin sakit!"ucap pak Kevin sambil membantu Ulan.
Dan tak sengaja Rani melihat nya dari luar dan berhenti di dekat pintu. Lalu mengamati mereka berdua dari belakang pintu.
"Kevin kamu tau kan kalau aku itu sayang banget sama kamu. Tapi kamu kenapa ngak putusin si Rani itu. Aku mohon balik lagi ya sama aku!"ucap Ulan.
"Ulan sudah lah, aku peduli sama kamu dan mau datang kesini itu karena aku sudah nganggap kamu itu seperti adik ku sendiri!"jelas pak Kevin.
"Mas Kevin!"guman Rani dan tersenyum dan pura-pura mengetuk pintu.
Setelah mengetuk Rani pun masuk ke dalam ruangan.
"Rani, kamu datang juga? kalau udah malam gini harusnya kamu ngak usah repot-repot kesini!"ucap Ulan.
"Gak apa-apa ko, kan ada mas Kevin nanti yang mau nemenin pulang!"jelas Rani.
"Kevin mau tinggal sini mau jagain aku!"ucap Ulan.
"Apa! mas Kevin mau disini. Yaudah aku juga disini."ucap Rani dengan santai nya.
Lalu Ulan menggerutu kesel.
"Rani!!"guman Ulan.
"Rani, udah gak apa-apa ko. Kamu pulang aja ya nanti kalau kamu disini mau tidur dimana kasian kamu udah cape kan hari ini!"ucap pak Kevin membujuk Rani.
"Kalau aku pulang mas, nanti Ulan seenak nya mendekati kamu lagi mas!"guman Rani menatap tajam ke Ulan.
"Huh!!"ucap Rani sambil membuang muka.
"Baik lah aku akan pulang sekarang!!"ucap Rani kesel.
"Aku antar ke bawah ya!"ucap pak Kevin.
"Hum!"jawab Rani dan berjalan lebih cepat dan melipat tangan nya. Pak Kevin yang melihat Rani hanya bisa tersenyum.
Setibanya Rani di rumah ia langsung menggulingkan badan nya di kasur yang empuk.
"Lelah bangat hari ini!"ucap Rani dan perlahan ia pun tertidur.
Beberapa hari telah berlalu Ulan pun keluar dari rumah sakit.
"Makasih ya Kevin Rani udah mau nemenin aku sampai sembuh seperti ini!"ucap Ulan setelah tiba di depan rumah Ulan.
"Iya Ulan, sama-sama."jawab Rani.
Lalu pak Kevin dan Rani masuk ke mobil dan pergi pulang. Tidak lama handphone Rani berdering.
__ADS_1
"Siapa ini, oh Heni!
"Iya halo Heni."ucap Rani.
"Halo Rani kita bisa ketemu ngak hari ini, ada yang gue mau omongin ni."ucap Heni.
"Boleh aja. Yaudah kita ketemu di tempat biasa ya. Aku datang sama mas Kevin nih ya!"ucap Rani sambil melihat ke arah pak Kevin.
"Oke deh."jawab Heni dan mengakhiri panggilan nya.
"Mas, nanti kita mampir ke kaffe yang biasa ya!"ucap Rani.
"Ngapain!"ucap pak Kevin singkat dan datar.
"UM..aku mau ketemuan sama Heni! boleh kan?!"ucap Rani.
"Di sana ada siapa aja?!"tanya pak Kevin datar.
"Heni, aja kok mas. Lagian Heni cuman mau ketemu sebentar kok!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin membalikkan bola matanya dan sedikit mengangkat bibir nya sebelah.
"Baik lah."ucap pak Kevin.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan nya.
"Heni!"ucap Rani dan menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.
"Ada apa,"tanya Rani.
"Oh Rian mantan kamu itu. yang udah nyampak kan kamu itu ya!
"Pergi lah kenapa ngak pergi!"ucap Rani.
"Ke undangan mantan pasti nya harus bawa uang karena kamu pasti akan makan banyak nanti nya!"ucap Rani.
Tampa sadar Heni menghayal makan banyak dan kue enak di sana sampai ia tidak sadar sudah ngences.
"Lap dulu itu liau mu!"ucap Rani menyadarkan Heni. Lalu Heni pun membersihkan nya.
"Lalu kamu juga harus dandan secantik mungkin dan kamu juga harus bisa paling mencolok di sana!"teguh Rani menepuk meja.
"Kalem Rani kalem."ucap Heni dan mengangguk-angguk kepalanya.
"Kapan acaranya?!"tanya Rani.
"Hari ini sih, gue lupa ngabarin kamu semalam!"ucap Heni.
"Yaudah sekarang gerak yok!"ucap Rani.
Lalu mereka langsung bergegas membeli baju untuk Heni dan pergi pulang ke rumah.
"Kamu harus dandan cantik biar mantan kamu menyesal. Yaudah sana ganti baju dulu."ucap Rani. Lalu Heni pun langsung bergegas dan membawa bag yang berisi baju nya.
Setelah berganti baju Heni keluar dari kamar nya.
__ADS_1
Lalu ia pun berdandan di dandani oleh Rani.
"Wah, cakep banget."ucap Heni terkagum dan memutar kan badan nya.
"Pasti nya dong siapa dulu, Rani gitu loh!"ucap Rani menunjuk dirinya.
"Yaudah aku jalan dulu ya Ran!"ucap Heni dan mengambil tas nya.
"Tunggu!"ucap Rani.
"Lihat di depan rumah siapa ada disana!"ucap Rani.
"Ada apa Ran?!"tanya Heni.
"Sudah lihat aja!"ucap Rani.
Kemudian Heni keluar dan membuka pintu dan melihat ada tiga pria tampan sedang berdiri dan bergaya cool.
"Wah Rani apa kamu yang manggil mereka?!"tanya Heni dan tak bisa mengalihkan pandangan nya dari mereka.
"Iya dong!"ucap Rani.
Kemudian pak Kevin datang dan berdiri di antara tiga pria itu.
"Rani apa yang ini iya juga?!"tanya Heni sambil menunjuk pak Kevin.
"Lah mas Kevin, ngak dong enak aja kamu!"ucap Rani yang melihat pak Kevin sedang ke bingungan.
"Hi hi hi kirain!"ucap Heni tertawa sambil menutup mulutnya.
"Yaudah kamu pergi sama! pilih dulu cowo mana yang mau kamu bawa."ucap Rani.
"Bawa semua bisa ngak?!"tanya Heni.
"Kalau kamu mau aja!"ucap Rani dan menarik pak Kevin dari mereka.
"Yaudah kamu pergi sana, nanti telat kamu!"pinta Rani.
"Siap buk!"ucap Heni sambil menghormat.
"Sudah gue pulang dulu ya!"ucap Rani.
"Okeh hati-hati Rani. Okeh sekarang kalian harus pura-pura jadi pacar ku ya. Satu jadi Abang satu jadi pacar satu jadi adek gue ya!"ucap Heni.
"Siap!"ucap mereka bersamaan.
"Baik lah sekarang kita berangkat!"ucap Heni.
"Oh iya, kita pergi naik apa ya!"ucap Heni kebingungan.
"Aman nona, disini sudah tersedia!"ucap salah satu dari mereka yang bernama Davit. Dan menunjuk mobil mereka terparkir.
"Wah, yaudah kita naik dengan mobil masing-masing. Lalu aku naik dengan pacar pura-pura aku ya!"ucap Heni sambil tersenyum.
"Baik nona!"ucap Davit.
__ADS_1