Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 90


__ADS_3

Keesokan harinya Rani terbangun dan merenggang kan otot-otot nya sambil menguap.


"Nyenyak banget tidur nya. Oh iya mas Kevin, dimana dia!"ucap Rani dan melihat ke sofa.


"Mas Kevin!"guman Rani dan langsung turun dari kasur menyusul pak Kevin pergi ke sofa.


"Mas Kevin kamu tidur disini! maaf ya bukan bermaksud seperti itu sebenarnya."ucap Rani sedih dan memegang tangan pak Kevin.


"Rani!! Rani!!!"ucap pak Kevin dan langsung bangun.


"Ada apa mas Kevin aku disini!"ucap Rani.


Kemudian pak Kevin langsung memeluk nya dengan erat.


:Mas Kevin ada apa?!"tanya Rani.


"Ngak apa-apa, sekarang Kamu siap-siap ya!"ucap pak Kevin.


"Baik lah!"jawab Rani.


"Huh, mimpi buruk banget."ucap pak Kevin menghapus keringat di dahinya.


Setelah semua sudah siap mereka pergi ke tempat meeting yang sudah di tempat kan.


"Buk, mau kemana?!"ucap buk Fitri yang melihat Ulan yang mau masuk ke ruangan pak Kevin.


"Kenapa?! tidak bisa say masuk ke dalam!"bentak Ulan.


"Maaf buk, selagi pak Kevin ngak ada di dalam siapa pun di larang masuk ke ruangan itu."larang buk Fitri.


"Saya ini pacar nya jangan larang-larang saya!"ucap Ulan.


"Pacar?! tapi buk pak Kevin ngak ada di dalam!"jelas buk Fitri.


"Saya mau masuk!"ucap Ulan memaksa.


"Maaf buk tapi tetap ngak bisa!"tangan buk Fitri.


Kemudian Ulan sedikit tenang dan melihat sekitar yang sudah melihat ke dirinya.


"Aduh sial ngak bisa masuk lagi!"guman buk Ulan kesal.


"Awas lue pada ya!"ucap buk Fitri meninggalkan mereka.


Nita yang melihat Ulan ada disana meminta nya untuk ketemu di kamar mandi dangan syarat tertentu.


Setelah itu mereka akhirnya ketemu di kamar mandi.


"Gimana kamu udah berhasil mendekati Kevin?!"tanya Ulan.

__ADS_1


"Belum sih buk, tapi tenang aja soal tugas pertama sudah aman ko!"ucap Nita menatap Ulan di cermin.


"Awas aja, kalau kamu gagal ngak bakal dapa apa-apa kamu!"ucap Ulan.


"Tanang aja!"jawab si Nita.


Lalu Ulan pun keluar dari kamar mandi dan melihat buk Fitri yang memandangi nya.


"Lihat wanita itu tadi dia itu maksa mau masuk ruangan pak Kevin, kayak nya mau berniat buruk itu!"ucap kariawan yang melihat nya tadi.


"Yang benar lue hati-hati aja kalau ada wanita itu!"jawab yang di sebelah nya.


Kemudian Ulan pergi dengan kesal kerena mendengar gosipan mereka.


"Lihat aja nanti kalian kalau aku sudah memiliki pak Kevin!"ucap Ulan menghentakkan kaki nya.


"Idih-idih kalau pak Kevin tau dia datang kesini kayak gitu pasti dia udah di usir secepatnya!"ucap buk Fitri.


"Putra, makasih ya udah mau menemani aku seharian kemarin. Kalau ngak ada bantuan kamu mungkin aku udah di bilang tu jomblo ngenes!"ucap Heni sedikit malu.


"Udah ngak apa-apa aku senang ko bisa bantu kamu."ucap Putra.


"Oh iya hari ini kamu dan Rani ngak pergi jalan?!"tanya Putra.


"Ngak kayak nya, soal nya aku dengar dia dengan pak Kevin pergi ke luar negeri untuk kerjaan penting. Kenapa emang nya, kamu mau kangen sama dia ya?!"ucap Heni.


"Bukan gitu sih tapi sedikit kangen iya juga."ucap Putra gugup.


"Kamu kenapa Heni?!"tanya Putra.


"Ngak apa-apa sih!"ucap Heni dan melihat Putra.


"Yaudah aku antar pulang yuk!"ucap Putra.


Lalu Putra pun mengantar Heni pulang.


"Oh iya Heni, aku boleh tau ngak dimana Rani tinggal di kampung?!"tanya Putra.


"Dia tinggal di dekat rumah ku ngak jauh sih, dia tinggal dengan ibu sama bapak nya. Namun sekarang kayak nya ibu Rani sedang sakit aku dengar dari Andre mantan nya Rani!"ucap Heni.


"Ibu nya Rani sakit lalu kenapa Rani kayak nya biasa aja!"ucap Putra.


"Kayak nya dia ngak tau!"jelas Heni.


"Lagian aku saja baru tau!"lanjut Heni.


"Oh gitu, lalu kenapa tidak di beritahu ke Rani!"tanya Putra.


"Katanya sih. iar aja, takut Rani nanti kawatir jadi ngak fokus sama kerjaan nya!"ucap Heni.

__ADS_1


"Tapi harus nya tetap harus di kasih tau, walau gimana pun mereka kan orang tua Rani!"ucap Putra.


Namun Heni hanya diam dan melihat ke Putra yang sangat perhatian ke keluarga Rani.


"Aku harus memberitahu nya!"guman Putra.


Lalu mereka tiba di rumah Heni.


"Makasih ya Putra!"ucap Heni setelah turun.


"Bye!!"ucap putra.


Kemudian setelah putra pergi Heni masih berdiri di depan gerbang.


"Sayang banget ya, aku suka dia tapi dia suka sama Rani. Tapi dia kan lebih awal kenal Rani ya pasti suka ke Rani dong. tapi kan dia ngak tau apa kalau aku juga suka sama dia!"ucap Heni.


"Tapi kalau kayak gini susah mau berharap dengan Putra."ucap Heni.


"Pak,,, apa kamu dapat kabar dari Rani?!"tanya ibuk Rani yang sedang rebahan di ranjang kayu.


"Maaf buk, seperti dia sibuk nanti pasti di telpon balik kalau dia sudah ngak sibuk!"jawab bapak nya Rani.


"Semoga aja Rani ngak kenapa-kenapa ya."ucap ibuk Rani.


"Iy Bu,, ibuk cukup istirahat saja nanti kalau ada kabar dari Rani pasti bapak beri ke ibu ko!"ucap bapak Rani.


Lalu ibu Rani pun langsung Istirahat.


Dan tidak lama Rani pun kembali menghubungi nya.


"Halo pak, gimana kabar ibuk dan bapak di kampung?!"tanya Rani.


"Alhamdulillah baik ko kalau bapak, tapi ibuk mu kurang enak badan nak! kamu bicara dengan ibuk dulu ya. Mungkin dia merindukan mu!"ucap bapak nya Rani.


"Iya pak, halo buk!"ucap Rani.


"Halo nak, kamu lagi apa disana kamu sehat kan!"ucap ibuk buk Fitri dengan suara lemas dan sedikit serak.


"Baik buk ini baru selesai kerja gimana keadaan ibuk disana?!"tanya Rani.


"Ibu juga baik-baik aja ko, yaudah ya nak lanjut kan aja dulu."ucap ibuk Rani.


"Ini Rani sudah ngak sibuk ko, jadi ngak apa-apa kalau mau ngomong dulu!"ucap Rani sambil melihat ke arah pak Kevin.


"Nak ibu pengen ngomong sesuatu!"ucap ibuk Rani dengan serius.


"Iya buk ngomong aja!"ucap Rani.


"Nak, umur kamu kan sudah cocok untuk menikah. Ibu juga pengen sekali menimang cucu. Gimana kapan ada rencana nak, atau apa belum punya pacar!

__ADS_1


"Kalau soal pasangan nanti kamu ibuk jodoh kan dengan anak teman bapak kamu yah!"ucap ibuk Rani.


"Tapi buk, Rani belum siap. Rani udah punya pacar ko!"jawab Rani.


__ADS_2