Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 82


__ADS_3

"Hei! tunggu sebentar."ucap pria itu memegang tangan Rani.


"Maaf ya pak, saya masih banyak kerjaan!"ucap Rani menghentakkan tangan nya.


Lalu Rani menatap tajam ke pria itu.


"Setidak nya kita bisa kenalan!"ucap pria itu.


Kemudian Rani terhenti sejenak dan langsung pergi tampa menghiraukannya.


Namun pria itu masih saja mengikuti nya.


"Tunggu dulu!"ucap pria itu dan langsung pergi ke hadapan Rani.


"Ada apa?!"ucap Rani.


Kemudian pria itu mengulurkan tangannya dan sedikit mengangkat alis nya.


"Aku Nhatan kamu siapa?!"tanya tanya pria itu.


"Baik lah, aku Rani! sesudah ini jangan ganggu aku lagi!"pinta Rani dan langsung pergi.


"Mas Kevin ini kopinya, maaf ya menunggu lama!"ucap Rani.


"Iya kamu dari mana aja kok bisa lama?!"tanya pak Kevin sambil meminum kopinya.


"Dari toilet mas!"ucap Rani.


"Oh gitu!"ucap pak Kevin.


Saat sedang duduk Rani dan pak Kevin berbincang. Lalu pak Kevin melihat Bara yang lewat di depan nya sambil membaca dokumen di tangan nya.


"Bro! lue disini?!"tanya pak Kevin setelah Bara berhenti.


"Eh Kevin! iya gue kerja di sini nih."jawab Bara.


"Kok kamu ngak hadir tadi di dalam?!"tanya pak Kevin.


"Gua ada urusan tadi, jadi ngak bisa gabung!"jelas Bara.


"Yaudah duduk dulu."lanjut Bara.


Kemudian mereka sedikit berbincang tentang bisnis yang di bawa oleh Bara.


"Lumayan juga ya kerja lue, ngak sia-sia kerja keras lue belajar!"puji pak Kevin.


"Iya ni bro, gue punya rencana mau buka saham namun belum kecapaian ni!"ucap Bara sedikit lesu.


"Yang sabar bro! lain kali gue bantu deh!"ucap pak Kevin.


"Makasih bro!"ucap Bara sedikit bersemangat.


"Yaudah bro kami pamit dulu ya. Udah sore juga ini."ucap pak Kevin melihat ke arah Rani yang mulai sudah bosan.

__ADS_1


"Rani dari tadi diam aja, kenapa ngak ikut ngobrol?"ucap Bara.


Namun Rani hanya tersenyum tampa mengeluarkan satu kata pun.


"Aa, dia lagi sariawan jadi ngak bisa ngobrol karena sakit!"ucap pak Kevin memotong pembicaraan.


"Mas Kevin!"guman Rani melototin pak Kevin dan tersenyum ke Bara.


"Oh seperti itu! lalu kenapa ngak di bawa berobat?!"tanya Bara kembali.


"Ini mau di bawa sebentar lagi!"ucap pak Kevin.


"Ya sudah ya, kami pamit dulu bro lain kali kita kumpul bareng ya!"ucap pak Kevin.


"Baik bro!"ucap Bara sambil memasukkan sebuah kertas ke dalam tas Rani yang lewat di depan nya.


"Aku mau kamu mendekati Kevin dan mengahancur kan hubungan mereka!"ucap Ulan dengan seorang wanita cantik dan **** duduk di belakang Ulan.


"Hum, serahkan aja sama aku. Semua yang kamu mau aku akan melakukan nya dengan aman!"ucap wanita di belakang nya.


Kemudian Ulan sedikit tersenyum sinis dan meminum secangkir bis yang ada di tangan nya.


"Jika kamu berhasil menghancurkan hubungan mereka aku akan menambah kan bayaran nya!"ucap Ulan melirik ke Wanita itu.


"Tapi ingat! kamu tidak boleh sampai tidur bareng dengan nya. Karena Kevin itu harus milik ku seorang. Kalau bukan aku pasangan nya siapa pun tidak boleh memilikinya."ucap Ulan datar.


"Huh, kamu tenang aja! aku hanya perlu menjebak nya dan ia pun jatuh ke pelukan mu!"ucap wanita itu yang bernama Nita. Menyusul Ulan berdiri dan memegang pundak nya.


"Aku beri kamu waktu sebulan, jika ngak berhasil aku anggap perjanjian kita tidak pernah ada!"lanjut Ulan dan langsung pergi.


"Baik lah!"ucap Nita.


Setibanya di rumah pak Kevin menahan Rani sebelum turun dari mobil.


"Ada apa mas!"ucap Rani melihat tangan nya di tahun oleh pak Kevin.


"Kamu jangan pernah pergi dari aku ya!"ucap pak Kevin menatap lembut ke arah Rani.


"Mas Kevin ada apa?! lagi sakit ya."ucap Rani sambil cek keadaan pak Kevin.


"Ngak ko!"jawab pak Kevin memegang tangan Rani yang ada di dahinya.


"Jadi mas Kevin kenapa? tumben banget ngomong seperti itu?!"tanya Rani heran.


"Apa pun yang terjadi aku akan tetap sayang sama kamu. Aku akan bikin kamu jadi ratu ku!"ucap pak Kevin sepenuh hati.


"Mas Kevin, beneran ngak demam kan. Kalau sakit aku ambil obat dulu ya!"ucap Rani.


"Rani! Rani! aku ngak apa-apa ini aku bilang tulus dari hati!"ucap pak Kevin.


Kemudian Rani sedikit menatap pak Kevin yang sudah terdiam dan mencium nya perlahan.


"Semua jawaban nya di sini mas!"ucap Rani berbisik di depan wajah pak Kevin.

__ADS_1


Lalu pak Kevin pun menutup matanya dan membalas balik ciuman Rani.


"Dedy lihat tadi Angga menang lomba di sekolah!"ucap Angga dan langsung pergi ke pelukan pak Kevin setelah mereka masuk dan menunjukkan piala nya.


"Wah yang benar sayang! coba Dedy lihat sini."ucap pak Kevin.


"Pintar ya anak dedy."ucap pak Kevin mencium Angga.


"Raffa! sini!"panggil Rani yang melihat Raffa hanya terdiam.


"Iya Raffa sini ngapain di sana!"ucap pak Kevin.


"Kok kamu lemas kayak gini!"tanya pak Kevin.


"Kamu mau sekolah juga?!"tanya pak Kevin langsung.


"Pengen om, cuman biaya untuk sekolah itu mahal!"ucap Raffa.


"Sudah kalau Raffa mau sekolah, nanti akan om daftarin ya biar om yang nanggung!"ucap pak Kevin memegang pundak Raffa.


"Sungguh om?!"tanya Raffa riang.


"Bener dong jadi ngak usah sedih lagi ya!"ucap pak Kevin mencolek hidung Raffa.


"Jadi Angga, punya teman juga berangkat ke sekolah dong!"ucap Angga.


"Iya sayang!"jawab Rani.


"Horee!!!"sorak Angga dan menarik tangan Raffa.


"Jadi kita pergi sekolah bareng!"ucap Angga.


Lalu Raffa hanya menganggukkan kepalanya dan mengajak Angga bermain.


"Main di kamar aja ya udah sore ini!"pinta Rani.


"Siap tante!"jawab mereka berdua.


"Senang ya mas lihat mereka seperti itu."ucap Rani.


"Angga! tante Rani sama om Kevin baik banget ya. Pantesan kamu sangat sayang sama mereka!"jelas Raffa.


"Iya Raffa, mereka selalu sabar ngehadaoin aku. Makanya aku ngak mau ngecewain mereka."ucap Angga.


"Sedangkan aku hanya mempunyai nenek sendiri. Orang tua aku meninggal kan kami berdua saja. Aku masih ingat bangat ibu dan ayah ku meninggalkan kami di jalan!"ucap Raffa menetes kan air matanya.


"Raffa!"ucap Angga lalu memeluk nya.


"Sabar ya, sekarang kan udah ada tante sama dedy aku. Kita akan selalu bersama sampai besar nanti!"ucap Angga menghibur Raffa.


"Yaudah ini kan udah sore, gimana kalau kita mandi aja habis itu kita belajar biar pintar dan bisa menggapai cita-cita kita seperti kata guru aku!"ucap Angga.


Lalu Raffa menghapus air matanya dan tersenyum kepada Angga.

__ADS_1


__ADS_2