
"Yaudah kalau kamu ngak mau tidur disini terpaksa deh tidur di sofa!"ucap pak Kevin.
"Tapi mas Kevin, gimana kalau aku tidur di kasur mas Kevin tidur di sofa!"usul Rani.
"Tapi saya mau nya di atas!"ucap pak Kevin mendekati Rani.
"Apa mas Kevin tega buat saya tidur di sofa!"tanya Rani.
Namu pak Kevin hanya melirik dan tidak acuh lalu pergi ke kamar mandi.
"Is,, mas Kevin, ya sudah lah aku tidur di sofa aja!"ucap Rani kesal.
Kemudian pak Kevin pun tersenyum kecil dan langsung masuk ke kamar mandi.
Tidak lama pak Kevin pun sudah siap mandi ia pun keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk.
"Mas Kevin!"ucap Rani menutup mata membuat pak Kevin kaget.
"Ada apa?!"tanya pak Kevin.
"Ngak apa-apa mas!"jawab Rani langsung membalikkan badan nya.
"Sungguh aneh kamu!"ucap pak Kevin dan melanjutkan melap rambutnya yang basah.
Kemudian Rani mengintip pak Kevin.
"Sudah belum ya!"ucap Rani dan melihat pakai tangan nya sedikit terbuka menutupi matanya.
Kemudian Rani memutar badan nya dengan perlahan dan melihat pak Kevin sudah berada di belakang nya.
"Kamu ngapain?!"tanya pak Kevin.
Kemudian Rani melihat perut pak Kevin yang belum memakai baju.
"Apa yang kamu lihat?!"tanya pak Kevin kembali.
"Ngak mas, kenapa belum pakai baju!"ucap Rani.
"Ini saya mau ambil!"ucap pak Kevin menun5ke koper yang ada di bawah Rani.
"Oh iya mas maaf!"ucap Rani setelah melihat koper nya ia pun bergeser dan langsung ke kamar mandi.
"Yaudah mas, aku mandi dulu!"ucap Rani mengambil handuk dan baju yang akan dia kenakan.
Kemudian Rani pun masuk kamar mandi dan memandang dirinya di cermin.
"Aduh gugup banget, di depan mas Kevin tadi. Memang idaman banget ya mas Kevin itu aku rasa kalau mas Kevin buka lowongan pacar pasti banyak yang minat!"guman Rani.
"Udah lah aku mandi saja keburu malam!"ucap Rani.
Setelah mandi Rani pun keluar dari kamar mandi. Lalu ia menggulung rambut nya dengan handuk setelah di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Hah seger banget air nya dingin."ucap Rani.
Sedangkan pak Kevin lagi mencoba masakan yang ia masak.
"Hum, lumayan lah!"guman pak Kevin setelah mencicipi nasi goreng yang ia sudah masak.
"Mas Kevin, lagi apa itu!"ucap Rani dan datang menyusul nya.
"Rani! kebetulan ni aku lagi masak nasi goreng coba kamu cicip!"ucap pak Kevin dan langsung menyuapi Rani.
"Hum, lumayan mas Kevin. ternyata udah jago juga ya mas masak nya!"jelas Rani dan terus memakan nasi nya.
"Iya dong!"ucap pak Kevin.
Tampa ia sadari nasi nya sudah hampir habis di makan oleh Rani.
"Rani! desain buat aku dong!"ucap pak Kevin menghentikan Rani.
"Aaah mas Kevin, enak tau aku mau makan ini aja mas Kevin pesan di luar aja!"ucap Rani sambil melanjutkan makan nya.
"Kamu ini!"ucap pak Kevin. Karena Rani makan dengan lahap ia pun tersenyum dan terus memandangi Rani.
"Habis kan?!"tanya Rani menunjuk kan piring nya yang sudah kosong.
"Mas Kevin, marah ya!"ucap Rani.
"Ngak ko, senang aja kalau lihat kamu suka!"jelas pak Kevin.
"Iya ngak apa-apa ko."ucap pak Kevin.
"Yaudah kamu sekarang temani aku makan di luar ya!"ucap pak Kevin.
"Baik mas!"jawab Rani.
Kemudian Rani dan pak Kevin pun turun naik lift dan sudah ada mobil yang terparkir di depan hotel.
Kemudian supir membukakan pintu lalu pak Kevin masuk terlebih dahulu.
Kemudian Rani saat mau naik pak Kevin langsung menarik Rani untuk duduk di pangkuan nya.
Lalu Rani menatap ke arah pak Kevin dan sedikit terpaku. Namun pak Kevin hanya tersenyum.
Kemudian pintu mobil pun tertutup dan pak supir pun masuk ke mobil.
Lalu Rani sedikit bergerak dan pak Kevin malah menambah erat nya pegangan nya ke Rani.
"Mas Kevin! lepasin aku!"bisik Rani kesal.
Kemudian pak Kevin langsung mencium Rani Tampa mereka sadari pak supir yang melihat dari pantulan kaca menjadi sangat gugup.
"Sudah mas Kevin, ada pak supir malu mas!"ucap Rani mendorong pak Kevin.
__ADS_1
Kemudian dengan cepat Rani langsung berpindah tempat ke bangku nya di sebelah pak Kevin.
"Baik lah!"ucap pak Kevin.
"Oh iya, saya besok akan meeting jadi aku harap kamu jangan bikin malu saya ya. nih ada dokumen para kariawan kamu hapal isi nya lalu kamu bisa sekretaris saya sementara."ucap pak Kevin dan memberikan beberapa dokumen kepada Rani.
"Kalau ada yang salah kamu harus membenarkan nya karena semua itu pasti ada sedikit kesalahan."ucap pak Kevin melihat ke Rani.
"Baik mas Kevin aku akan berusaha!"ucap Rani melihat dokumen dan mulai menghapal nya.
"Oh iya, jika kamu salah kamu akan di hukum!"ucap pak Kevin.
Rani yang mendengar nya langsung kaget dan membesarkan pupil matanya dan menatap ke pak Kevin dan menelan air liur nya.
"Ada apa? ada yang salah ya?!"ucap pak Kevin santay dan senyum sendiri.
"Gimana, makanya jangan bikin kesalahan!"tegas pak Kevin.
Kemudian Rani kembali tenang dan menarik nafas nya dan mulai menghapal segelanya.
"Aku harus semangat!"ucap Rani.
Setelah itu mereka tiba di restoran ternama. Kemudian mereka masuk namun Rani masih asik dengan menghapal nya.
Pak Kevin yang melihat nya hanya bisa tersenyum melihat ke gigihan dirinya.
"Rani kamu ngak makan?!"tanya pak Kevin.
"Ngak mas lanjut aja lagi sibuk ini!"ucap Rani mengayunkan tangan nya.
"Baik lah."ucap pak Kevin.
Sepanjang pak Kevin makan dan sepanjang mereka berjalan Rani hanya fokus dengan tugas yang di beri oleh pak Kevin.
"Aduh udah juga ya yang aku hapal ni, aduh ini ada salah gimana sih orang itu mengerjakan nya!"ucap Rani.
Kemudian ia membenahi dan mengganti beberapa yang salah lalu ia lanjut dengan berkas lain.
Pak Kevin yang dari tadi melihat nya hanya bisa tercengang.
"Rani kamu ngak istirahat?!"tanya pak Kevin.
"Lanjut aja mas!"ucap Rani singkat.
"Ini sudah di kamar loh!"ucap pak Kevin.
Rani Tampa menghiraukan nya masih fokus untuk semua berkas itu. Sampai-sampai ia tertidur di atas meja.
Lalu pak Kevin yang bangun saat itu mengangkat Rani pindah ke kasur lalu ia membenahi selimut untuk nya.
Kemudian pak Kevin mengambil bantal dan menaruh nya di sofa lalu ia pun tidur.
__ADS_1