
"Udah kamu ngak usah boong sama aku deh jujur aja!"ucap Rani sambil gombal.
"Bukan gitu, udah deh jangan kepo!"ucap Heni sambil menutup telponnya.
"Lah seperti nya bener ni perasaan ku."ucap Rani geleng-geleng.
"Ah Rani bisa aja, tau aja deh kalau aku lagi jatuh cinta. Ets,, ngak bisa gini aku kan juga sedang dekat dengan Putra."ucap Heni.
"Aa... jadi dilema deh."ucap heni menutup wajah nya dengan bantal.
"Lagian kan cuman sekali kok ketemu sama Davit, mungkin kita tidak akan ketemu lagi. Jadi masih tetap dong sama Putra."ucap Heni langsung duduk.
"Mbok, mbok Marni! Angga kemana ya kok ngak ada di kamar nya?!"tanya Rani.
"Mbok!"panggil Rani.
"Iya neng! maaf tadi mbok habis dari kamar mandi!"jawab mbok Marni.
"Ada apa neng?!"tanya si mbok.
"Angga sama Raffa mana kok nggak ada di kamar ya mbok?!"tanya Rani.
"Oh mereka, ada di taman belakang neng!"jawab si mbok.
"Oh gitu, makasih mbok!"ucap Rani.
Setelah itu Rani langsung pergi ke taman belakang dan membawakan beberapa makanan dan es krim yang ada di kulkas.
Lalu Rani duduk di bangku di dekat kolam melihat Angga dan Raffa sedang bermain bola.
"Angga! Raffa! sini minum dulu yuk. Pasti haus kan."panggil Rani.
Kemudian Raffa dan Angga berlari ke dekat Rani dan segera minum air putih yang di bawa nya.
"Makasih tante!"ucap Raffa.
Rani hanya tersenyum dan melihat Angga yang begitu bahagia. Setelah minum mereka melanjut main nya. Dan tidak lama pak Kevin datang karena mendengar suara Rani.
"Rani!"ucap pak Kevin memegang pundak Rani.
"Mas Kevin, dari mana?!"tanya Rani.
"Ngak dari mana kok, kamu ngapain di sini?!"tanya pak Kevin.
"Cuman mau lihat anak-anak aja mas. Udah kangen soal nya dan lama ngak lihat mereka tertawa kayak gini."jelas Rani.
"Kalau lihat kayak gini, selalu ke ingat waktu masih kecil. Suka banget main kayak gini bareng sama kawan-kawan."jelas Rani.
"Aduh maaf mas, jadi curhat kan!"ucap Rani melihat pak Kevin hanya melihat ke arah nya saja.
"Maaf mas!"ucap Rani sedikit gugup.
"Sutt,, sudah gak apa-apa. Dari pada cerita itu aku cium kamu aja gimana?!"tanya pak Kevin mendekat kan wajah nya.
__ADS_1
"Mas Kevin ada anak-anak ngak boleh kayak gitu!"ucap Rani berbisik dan melirik ke arah anak-anak.
Dan ternyata Angga dan Raffa sedang berdiri menghadap mereka dan termenung melihat mereka.
"Dedy lagi apa?!"tanya Angga.
Lalu pak Kevin melihat ke arah mereka dan kembali menatap Rani. Kemudian pak Kevin pura-pura melihat ke arah rambut Rani.
"Lihat di rambut tante ada daun nih!"ucap pak Kevin mengambil daun yang ada di belakang Rani.
"Oh gitu, Angga mau ambil ini tolong bukain Dedy!"ucap Angga.
"Sini! nah habis itu lanjut sana main!"ucap pak Kevin setelah membukakan bungkus jajan nya.
"Makasih Dedy!"ucap Angga dan segera pergi pergi menyusul Angga.
"Mas Kevin ini bisa-bisanya seperti itu di depan anak!"bisik Rani.
"Kamu bilang apa?!"tanya pak Kevin dan mendekati Rani kembali.
"Ngak ada ko mas, sudah jangan gitu lagi nanti anak-anak lihat!"lanjut Rani.
Lalu pak Kevin dengan cepat langsung mencium Rani di bagian bibir nya. Membuat Rani langsung syok.
Lalu pak Kevin kembali duduk di posisi nya ulang.
Setelah itu Rani langsung minum air putih yang ada di atas meja dan masih sedikit gugup.
Kemudian Rani langsung melirik pak Kevin. Dan pak Kevin pun kembali mencium nya. Dengan cium jauh sambil menutup wajah nya dengan tangan agar tidak kelihatan oleh anak-anak.
"Mas Kevin, sudah jangan gitu."ucap Rani pelan dan sedikit menggigit gigi nya.
"Emang ngak boleh ya?!"tanya pak Kevin.
"Sudah-sudah, aku mau ajak anak-anak makan aja deh!"ucap Rani sambil bergegas berdiri.
"Kamu mau kemana!"tanya pak Kevin.
"Mau ambil makan buat anak-anak mas!"ucap Rani.
Lalu pak Kevin ikut berdiri dan menarik Rani pergi ke arah dapur.
"Mau kemana mas!"tanya Rani dan mengikuti pak Kevin yang menarik nya.
Lalu pak Kevin menyandar kan Rani di dinding dan menahan kedua tangan nya. Sehingga Rani tidak bisa bergerak.
"Mas Kevin mau ngapain?!"tanya Rani dengan geram Sambil mendorong badan pak Kevin dan menarik tangan nya.
"Mas Kevin lepas kan tangan ku!"ucap Rani berbisik.
"Sutt,, nanti ada yang dengar."ucap pak Kevin.
"Sudah ngak apa-apa ko."lanjut pak Kevin.
__ADS_1
"Aku cuman mau bilang, aku ngak bisa jauh-jauh dari kamu. Aku mau kamu terus sisiku."lanjut pak Kevin berbisik dan hembusan nafas nya mengenai wajah Rani.
Lalu Rani hanya bisa terdiam dan menelan air ludah nya. Kemudian pak Kevin memereng kan sedikit kepalanya dan mencium bibi Rani.
Mencium nya dengan kebut dan perlahan. Setelah itu pak Kevin menarik pinggang Rani membuat Rani kaget.
"Mas Kevin!"ucap Rani dan sedikit mendorong pak Kevin.
Kemudian pak Kevin kembali mencium nya namun Rani menahan nya.
"Tunggu sebentar mas Kevin, kenapa mas selalu melakukan ini."ucap Rani gugup.
"Aku kayak gini saat udah bersama mu dan udah jadi milik mu!"jelas pak Kevin.
"Tapi mas!"ucap Rani.
"Sutt,, kalau ngak ingin aku melakukan ini. Berjanjilah satu hal."ucap pak Kevin.
"Kamu ngak boleh lagi bertemu dengan cowo mana pun dan siapa pun dia!"jelas pak Kevin.
"Siapapun?!"ucap Rani heran.
"Lalu bagaimana dengan teman aku?!"lanjut Rani.
"Tidak perduli siapa pun. Atau aku akan melakukan ini pada mu lagi!"ucap pak Kevin.
"Terus gimana kalau dengan pak Anton kalau nganterin Angga ke sekolah?!"ucap Rani.
"Tidak juga!"ucap Kevin.
"Lalu dengan Darwin, kalau dia ajak berbicara gimana?!"tanya Rani balik.
"Ngak boleh juga."ucap pak Kevin.
"Dengan Putra?!"tanya Rani lagi.
"Apa lagi itu!"ucap pak Kevin sedikit geram.
"Apa mas Kevin cemburu?!"tanya Rani.
Kemudian pak Kevin langsung mencium Rani.
"Iya aku cemburu, apa masih ada pertanyaan yang lain!"Ucap pak Kevin setelah melepas kan ciuman nya.
"Ngak ada lagi!"jawab Rani sambil menggelengkan kepalanya.
"Jika kamu tau aku cemburu, jangan dekat lagi dengan lelaki mana pun itu!"jelas pak Kevin.
"Jika tidak!"ucap pak Kevin dan langsung mencium nya hingga membuat Rani semakin gugup.
"Ee, mas anak-anak belum makan aku siap kan dulu ya!"ucap Rani dan memalingkan badan nya hendak pergi.
"Ngak!"ucap pak Kevin menahan Rani.
__ADS_1