Bosku Galak

Bosku Galak
Episode 46


__ADS_3

Keesokan harinya pak Kevin lebih awal pergi ke kantor karena ada urusan mendadak.


"Untuk performa mencapai tingkat yang tinggi dan kita juga banyak menerima komentar yang baik. Perhatian media juga terus meningkat."ucap pak Kevin meletakkan berkas yang ada di tangan nya ke meja.


"Karena kerja keras kalian kita bisa sampai ke tingkat ini."ucap pak Kevin.


"Saya berterima kasih kepada kalian atas kinerja yang baik, karena itu kalian akan mendapatkan bonus."ucap pak Kevin dan para kariawan bertepuk tangan.


"Sekarang kalian bisa bubar!"ucap pak Kevin.


Setelah mereka keluar dari ruangan meeting pak Kevin tarik nafas panjang dan menjatuhkan badan nya ke kursi yang dia duduki.


Kemudian ada pemberitahuan pesan masuk ke handphone pak Kevin bahwa reunian diadakan malam ini.


Kemudian pak Kevin mengirim pesan kepada Rani dan menyuruh nya untuk siap sore ini.


"Reuni akan di adakan sore ini saya kembali kamu sudah harus siap!"isi pesan pak Kevin ke Rani.


"Baik mas!"balasan pesan pak Kevin.


Kemudian pak Kevin kembali keruangan nya. Dan duduk melamun di kursi nya dan membayangkan Rani.


"Semoga saja nanti malam Ulan tidak datang, kalau dia datang pasti akan ribut."ucap pak Kevin.


Kemudian Rani sedang memilih gaun mana yang akan di gunakan.


"Yang mana ya gaun nya, ini terlalu banyak sehingga bingun harus pilih yang mana!"ucap Rani mempersiapkan diri.


"Terus aku harus pakai sepatu yang ini."ucap Rani sambil mengeluarkan satu-satunya sepatu haihils nya yang berwarna hitam.


"Kalau pakai gaun hitam kayaknya cocok pasti."ucap Rani.


"Tapi lebih bagus dengan gaun merah deh."ucap Rani sambil mencoba di depan cermin.


Kemudian pak Kevin menyudahi lamunannya dan memutuskan untuk pulang.


"Lebih baik aku langsung lihat dia dari pada harus melamun kan dia dari sini."guman pak Kevin dalam hati.


Kemudian pak Kevin beranjak dari kursinya dan langsung pergi ke arah pintu keluar dan melewati buk Fitri. Lalu pak Kevin masuk ke lift dan menekan tombol langsung ke loby.


"Pak Kevin buru-buru sekali!"ucap buk Fitri melihat ke pergian pak Kevin yang berjalan cepat dan tidak melihat kanan kiri melainkan menatap lurus terus.


Setelah itu buk Fitri mengabaikan nya dan pergi menemui teman nya yaitu Ria.


Setibanya pak Kevin di rumah Rani melihat nya.


"Kok mas Kevin cepat banget pulang nya! bukan nya katanya sore ya? apa jadwal nya di ubah?!"ucap Rani.


Kemudian Rani menyusul pak Kevin turun ke bawah dan bertanya kepada pak Kevin.

__ADS_1


"Mas Kevin kenapa cepat pulang, bukan kah mas Kevin mau jemput saya sore?"tanya Rani.


"Saya di kantor tidak ada kerjaan jadi saya lebih baik pulang dan menunggu di rumah saja."ucap pak Kevin.


"Oh gitu mas!"ucap Rani.


"Kenapa?!"tanya pak Kevin.


"Ngak kok mas, saya kembali dulu ya ke dalam."ucap Rani.


"Oh iya, saya mau bilang kamu tidak usah lagi cape-cape datang ke kantor untuk kerja jadi OB."ucap pak Kevin.


"Maksudnya mas jadi saya di pecat!"jawab Rani kaget.


"Bukan-bukan kamu sekarang harus fokus dengan saya kan kamu itu kekasih ku!"ucap pak Kevin.


"Tapi mas kalau kerjaan tetap kerjaan."lanjut Rani.


"Kamu tidak mau mengikuti permintaan saya?!tanya pak Kevin langsung datang ke dekat Rani.


"Maaf mas lalu bagaimana dengan orang tua saya jikalau saya tidak bekerja!"ucap Rani dan berpindah dari hadapan pak Kevin.


"Baik lah kalau kamu kerja saya akan turuti, kamu bisa jadi pengawal saya kemana saya pergi ke situ pula kamu akan pergi!"ucap pak Kevin.


"Jika kamu setuju mulai besok kamu akan bekerja!"ucap pak Kevin lagi.


"Oke kalau gitu besok kamu langsung kerja!"perintah pak Kevin.


"Lalu mas Kevin, bagaimana dengan Angga terus pekerjaan rumah."ucap Rani.


"Oh itu, kalau soal Angga aman saya akan meminta pak Anton untuk mengantar jemput dia. Kalau pekerjaan rumah kamu bisa menyelesaikan nya sebelum saya pergi kerja dan sesudah kerja."jelas pak Kevin dan membalikkan badannya ke arah lain dan melirik Rani.


"Apa itu gak berlebihan ya!"guman Rani.


"Bagaimana kamu setuju?!"tanya pak Kevin.


"Kita lihat apa dia akan setuju."guman pak Kevin dan tersenyum.


"Saya setuju mas!"jawab Rani.


"Segampang itu dia setuju?"guman pak Kevin lalu langsung menghadap Rani.


"Kamu sudah yakin?"tanya pak Kevin.


"Yakin mas!"jawab Rani tegas.


Dan tidak terasa hari sudah semakin sore Rani keluar dari kamar mandi dan mencoba memasang gaun merahnya.


Begitu juga dengan pak Kevin sedang mempersiapkan dirinya.

__ADS_1


"Kayaknya aku pakai gaun merah ini saja lah."ucap Rani.


Lalu Rani merias wajah nya dan memakai lipstik yang berwarna merah.


Setelah Rani sudah siap Rani mengambil tas nya.


"Rani! apa kamu sudah siap?"panggil pak Kevin yang sudah menunggu di ruang tamu.


"Iya mas ini sudah selesai."ucap Rani dan keluar dari kamarnya.


Seketika pak Kevin langsung terdiam melihat Rani yang sangat cantik beda dari hari biasa nya. Yang dimana rambut nya di sanggul dan terlihat leher nya yang putih membuat Rani aura yang berbeda.


"Mas Kevin bagaimana penampilan saya?!"tanya Rani sambil membuka tas nya tampa melihat pak Kevin yang sedang terdiam.


Setelah Rani menyadari pak Kevin tidak menjawab pertanyaan ia langsung melihat pak Kevin.


"Mas Kevin! kok melihat saya seperti itu ada yang salah ya sama penampilan ku malam ini?!"tanya Rani.


"Tidak! ini sudah terlihat bagus kok."jawab pak Kevin mengalihkan pandangannya dari Rani.


"Ya sudah ayok kita berangkat!"ucap pak Kevin.


"Iya mas!"jawab Rani.


"Oh iya ini saya punya sesuatu!"ucap pak Kevin mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya.


Dan terlihat kotak hitam yang berisikan kalung berlian.


"Apa itu mas?"tanya Rani penasaran.


Kemudian pak Kevin membukakan kotak tersebut dan terlihat kalung berlian yang sangat indah.


Lalu Rani terdiam dan sangat kaget.


"Saya akan memasang kan ini untuk kamu!"ucap pak Kevin.


"Tapi mas, ini terlalu berharga buat saya!"jawab Rani.


"Sebab kamu berharga bagi saya makanya saya belikan ini spesial buat orang yang aku sayang!"ucap pak Kevin.


Lalu pak Kevin langsung memasang kalung itu ke leher Rani.


"Kan kalau pakai ini tambah cantik!"ucap pak Kevin setelah memasang kalung itu ke leher Rani.


"Lalu Rani memegang kalung nya dan melihat dirinya di cermin.


"Makasih mas!"ucap Rani.


Kemudian pak Kevin meminta Rani mengandeng tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2