
Lalu Rani pergi nonton tv di ruang tamu. Sambil membawa cemilan ia duduk dan menyetel film horor.
Sedang asyik-asyiknya nonton sambil ngemil pak Kevin datang mengagetkan nya.
"Dor!
"Aa!!! mas Kevin ngagetin deh!"ucap Rani kesal.
"Maaf-maaf, serius banget sih nonton nya. Dari tadi aku disini kamu ngak melihat aku!"ucap pak Kevin.
"Maaf mas! namanya juga lagi asik nih."lanjut Rani.
"Ya sudah aku temenin ya!"ucap pak Kevin dan langsung melompat ke Sofanya.
"Pelan-pelan mas!"ucap Rani.
Lalu mereka sama-sama menonton dan fokus ke tv nya. Sedangkan pak Kevin hanya memandangi Rani saja.
"Aa!"teriak Rani sambil memeluk bantal dan menutupi setengah dari wajah nya.
"Mas Kevin lihat itu sangat horor banget!"ucap Rani menunjuk-nunjuk tv nya.
"Mas Kevin kok cuman lihat aku aja sih senyum-senyum gitu lagi!"ucap Rani melihat pak Kevin.
"Lebih baik Mandang kamu dari pada nonton tv!"ucap pak Kevin sambil bersandar di sofa.
"Ih! mas Kevin. Katanya mau nemenin nonton kok lihatin gitu sih!"ucap Rani.
"Sudah lanjut aja nonton nya, ini kan di temani!"ucap pak Kevin.
Lalu Rani kembali menonton tv nya.
"Mas Kevin ngak mau ngemil ni?!"tanya Rani.
"Mas!"ucap Rani dan melihat pak Kevin yang sudah ketiduran di sofa.
"Mas Kevin kok malah tidur sih."guman Rani menatap pak Kevin.
Lalu Rani mendekati pak Kevin menatap nya dengan lembut.
"Mas Kevin kalau lagi tidur gini ganteng banget ya jadi agak kalem gitu!"ucap Rani sambil tersenyum manis di bibir nya.
"Rasa nya ngak bisa lepas memandangi nya!"guman Rani lagi.
Lalu Rani pergi mengambil selimut untuk pak Kevin dan meluruskan kaki pak Kevin dan memasangkan nya selimut itu.
"Seperti mas Kevin juga lelah banget sampai ngorok gini!"ucap Rani dan tertawa kecil.
Kemudian Rani kembali duduk dan melanjutkan menonton tv nya.
__ADS_1
"Uuuhhhaaahhhhh!! ngantuk banget deh!"ucap Rani sambil menguap.
"Udah jam berapa sih! cepat banget ngantuk nya!"ucap Rani lemas dalam keadaan mata tertutup.
"Sudah lah!"ucap Rani dan ia pun tertidur hingga cemilan yang ia pegang sampai terjatuh ke lantai.
Kemudian pak Kevin tidak lama bangun dan melihat Rani yang tertidur di sofa keadaan duduk.
"Rani, apa ini."ucap pak Kevin melihat selimut di badanya.
Setelah itu ia duduk di sebelah Rani dan menatap nya. Melihat sekitar yang sedikit berantakan karena bekas makan Rani.
"Kalau tidur gini kamu kelihatan seperti anak kecil aja!"guman pak Kevin dan merapikan rambut Rani yang ada di pipi nya.
Kemudian pak Kevin mencium bibir nya dengan pelan. Lalu ia merebahkan nya di sofa sebelum nya ia tertidur.
Lalu pak Kevin juga tidur di sebelah Rani dan memakai selimut yang sama.
Saat pagi telah tiba Rani merenggangkan otot-otot nya dan melihat ia sedang berada di sebelah pak Kevin. Rani melihat ke arah pak Kevin dan melihat ke dalam selimut nya. Lalu Rani sedikit menghela nafas panjang.
Lalu ia membalik badan nya ke arah pak Kevin dan menatap dan tersenyum ke pak Kevin yang masih tertidur.
Dan tidak lama pak Kevin membuka matanya. Seketika Rani kaget dan hendak bangun dari tempat nya.
Dengan lembut pak Kevin menahan nya dan Rani terjatuh menimpa pak Kevin.
Kemudian pak Kevin tersenyum dan mengangkat kepalanya dan mencium bibir Rani. Lalu Rani membalas ciuman nya dengan lembut.
"Kenapa mas Kevin ngak bangunin aku dan menyuruh ku pindah ke kamar saja?!"tanya Rani gugup.
"Aku hanya mau berdua aja dengan mu!"ucap pak Kevin dengan suara serek baru bangun tidur.
Lalu Rani melihat ke arah pak Kevin dan mereka saling menatap.
"Aku bikin kan kopi ya mas!"ucap Rani memecahkan suasana.
Lalu Rani langsung pergi ke dapur dan membuat kan nya.
Beberapa jam pun berlalu saat pak Kevin sedang ada di dalam ruangan nya. Ada seorang wanita yang melamar bekerja yang tidak lain itu adalah Nita suruhan Ulan.
Ketukan pintu terdengar dari luar lalu pak Kevin mempersilahkan masuk.
"Maaf pak, ini ada orang yang akan melamar pekerjaan. Saya langsung menyerahkan kepada pak Kevin saja!"ucap buk Fitri.
Kemudian Nita pun masuk dan langsung menatap tajam pak Kevin dan membuat senyum yang **** di wajah nya.
"Silahkan duduk!"punya pak Kevin kemudian buk Fitri pun keluar.
"Bisa saya lihat surat lamaran nya!"ucap pak Kevin mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Baik pak, ini saya sudah menyediakan nya!"ucap Nita dan memberikan nya langsung.
Kemudian pak Kevin memeriksa nya dan melihat-lihat kinerjanya.
"Sebelum nya kerja diman?"tanya pak Kevin.
"Saya belum pernah bekerja pak, tapi saya akan bekerja seras mungkin!"ucap Nita.
"Lumayan gigih!"guman pak Kevin.
"Baik lah, saya akan mengabarkan nya nanti saya akan mempertimbangkan nya dahulu!"jelas pak Kevin dan meletakkan surat nya di atas meja.
"Baik pak saya akan menunggu. Semoga saja di terima ya!"ucap Nita.
"Okeh!"ucap pak Kevin dan mempersilahkan dia keluar ruangan.
"Baik pak saya permisi dulu ya!"ucap Nita.
Setelah Nita keluar pak Kevin sedikit heran dengan nya lalu berniat menghubungi Rani yang belum tiba dari tadi pagi.
"Halo Rani!"ucap pak Kevin sedikit manja.
"Iya mas, ada apa?!"tanya Rani.
"Kamu dimana kok lama sekali ke sini nya!"ucap pak Kevin.
"Sebentar lagi juga sampai ko mas. Mau nitip sesuatu kah!"ucap Rani.
"Kok lama sekali, aku sudah tidak sabar lagi ini!"ucap pak Kevin sedikit merengek.
Lalu Rani terdiam dan sedikit heran dan sedikit menarik telinga nya.
"Ngak salah dengar kan!"guman Rani dalam hati.
"Ngak sabar apa mas?!"tanya Rani gugup.
"Kamu tau kan, aku itu ngak bisa jauh dari kamu sayang!"ucap pak Kevin.
"Oh, o baik lah mas saya akan segera tiba!"ucap Rani dan menarik nafas nya.
"Aku kira ada apa!"guman Rani mengelus dada nya.
Lalu pak Kevin mematikan panggilan nya dan melihat foto Rani saat tertidur dan mengelus wajah Rani. Kemudian pak Kevin mencium nya lagi dan lagi.
Kemudian pak Kevin berdiri dan mondar mandir di dalam ruangan terlihat sedang gelisah.
Lalu suara pintu terbuka terdengar dan pak Kevin segera berdiri di depan pintu dan merentangkan tangan nya sambil menutup mata.
"Pak Kevin?!"ucap buk Fitri heran.
__ADS_1
"Kamu!"ucap pak Kevin.